
"Bu.. Bukan itu maksud linetta. Kami hanya tidur saja tidak lebih dari itu." Jelas linetta.
"Benarkah? Tetapi tadi saat geano masuk kekamar kakak. Kalian sedang..." Geano membuat isyarat menggunakan tangannya bahwa linetta dan miko hendak berciuman.
"YAAK..!! Kau hanya anak kecil tidak tau apa-apa." Ucap linetta lalu memalingkan mukanya karena malu.
"Tidak. Geano melihatnya dengan jelas mam." Geano merengek.
"Hahaha.. Iya sayang iya.." Mami mengelus kepala geano. Merekapun tertawa riang melihat kelakuan geano dan nara.
Sedangkan laura hanya terdiam. Dia menjauh dari keluarga linetta ia sangat tidak hati kepada linetta.
"Sedang apa kau disini?" Tanya quita.
"Tidak ada." Jawab laura.
"Bukan itu yang kumaksud. Mengapa kau disini? Mengapa tidak kesana? Ayo kita kesana." Ajak quita.
"Tidak aku disini saja. Aku tidak enak hati dengan linetta. Takut suasana akan canggung jika aku disitu." Ucap laura sembari menundukkan kepalanya.
"Ayo lah tidak apa-apa. Kau harus menunjukkan pada dirinya agar kau diterimanya." Quita menarik laura.
Saat laura dan quita sampai di ruang tamu linetta langsung diam dan memasang muka datar.
"Kalian lanjut saja aku mau kekamar. Aku merasa gerah disini." Ucap dingin linetta menatap laura.
"Tap.." Ucap laura terhenti karena quita menggenggam tangannya.
"Biarkan saja." Ucap quita. Lalu quita hendak menyusul linetta tapi dihentikan miko.
"Quita biar aku saja." Ucap miko. Lalu miko menyusul linetta.
"Maklumin linetta ya laura." Mami memegang tangan laura.
"Tidak apa-apa kok tante. Laura tau bagaimana perasaan linetta. Jika itu diposisi laura pasti laura lebih marah daripada linetta." Mata laura berkaca-kaca.
Dikamar linetta
__ADS_1
Linetta berdiri di depan jendela kamarnya menatap langit yang sedikit mendung. Lalu miko memeluknya dari belakang dan menaruh kepalanya di pundak linetta.
Mereka hanya berpelukan beberapa saat sampai hati linetta tenang.
"Menangislah jika ingin menangis. Ada aku untuk tempatmu menangis." Ujar miko. Tidak lama kemudian linetta pun menangis.
"Hikss.. Hiks... Papi maafkan aku.. Maafkan akuu Hikss..." Linetta berbalik dan menangis di dada miko. Miko mengelus rambut linetta.
Linetta nangis hampir setengah jam dan itu membuatnya lelah sampai tertidur di pelukan miko. Miko mengangkatnya lalu menaruhnya di kasur.
"Temanin aku sebentar." Ucap linetta menahan miko hendak pergi.
"Baiklah. Tidulah lagi." Miko duduk disamping linetta sembari mengelus kepala linetta.
Linetta menempel dipaha miko lalu memeluk pahanya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya seperti kucing sendang mengeluskan kepalanya.
"Berikan kesempatan kepada laura ya." Ucap miko. Linetta langasung menatap miko.
"Yaa.. Kita lihat betul dia berubah atau hanya sandiwaranya saja." Sambung miko. Linetta langsung membalikkan badannya.
"Hei.. Dengarkan aku sekali saja yaa.. Ya.. Heheh.." Miko menggelitikin linetta.
"Jika dia besandiwara bagaimana? Apa aku boleh membunuhnya?" Tanya linetta.
"Terserah kau mau diapakan. Tapi berhentilah membunuh orang yaa.. Cupss.." Miko mengecup kening linetta dan linetta menutup mata.
"Hmm akan ku usahakan." Jawab linetta.
"Baiklah. Tidurlah lagi." Miko memeluk linetta sembari mengelus kepalanya sampai linetta tertidur pulas.
Miko pelan-pelan melepaskan pelukannya lalu pergi ke ruang tamu.
Di ruang tamu
"Bagaimana miko?" Tanya quita.
"Dia mengijinkannya. Tapi berikan dia waktu untuk terbuka. Perlahan saja." Jelas miko lalu menepuk pundak laura. Laura langsung menatap miko sangat dalam.
__ADS_1
"Baguslah." Ucap quita. "Lalu dimana dia sekarang?" Sambung quita.
"Ahh.. Dia sedang tidur." Jawab miko.
"Apa!! Tidur!! Baru saja bangun tidur lagi." Sahut geano menepuk jidatnya sembari menggelengkan kepalanya.
"Dia habis menangis mungkin kelelahan, jadi kubiarkan tidur." Jawab miko.
Beberapa jam kemudian linetta bangun lalu menunju dapur. Dia membuka lemari es lalu mengambil botol air.
"Kau sedang masak apa?" Tanya linetta.
"Ahh.. Aku masak makanan kesukaanmu." Jawab laura. Linetta terkejut ia kira quita karena ia melihat baju yang sering di pakai quita.
"Kau sudah bangun." Miko mencium kepala linetta. Linetta tersenyum lalu membalikan badannya.
"Kau tidak ke kantor?" Tanya linetta.
"Tidak." Jawab miko.
"Kau disini." Ucap quita.
"Hmm.. Iya. Kau darimana?" Tanya linetta.
"Tadi aku mengantar cenzo ke kantor lalu membeli bahan makanan kesukaanmu." Jawab quita.
"Ohh iya.. Laura itu ku belikan kau baju." Sambung quita.
"Terimakasih ya quita. Nanti kucucikan dulu bajumu." Ucap laura yang dari tadi diam saja.
"Bukankah kau banyak punya baju dirumahmu sana." Ucap ketus linetta. Lalu miko menutup mulut linetta. Laura hanya tunduk lalu kembali memasak.
"Kau ini." Bisik miko.
"Kenapa?" Jawab linetta dengan muka imutnya dan matanya yang membulat.
"Aisshhh.... Kau ini. Mengapa imut sekali." Miko menarik-narik pipi linetta. Quita tertawa melihat kelakuan mereka dan laura sedikit tertawa sembari memotong sayur.
__ADS_1
Jangan lupa likenya😊