My Lady Is The Mafia 1&2

My Lady Is The Mafia 1&2
58


__ADS_3

"Apa kita akan tidur sekamar?" tanya Reno.


"Tidak. Kau tidur dengan si kembar dan aku tidur sendiri," sahut Yuki.


"Lalu?.. Apa kau mendengar percakapan aku dan Anna tadi?"


Yuki mendekati dan menarik kerah baju Reno. Lalu berkata, "Iya tapi lupakan saja. Sekarang kau milik ku, dari bawah kaki sampe ujung rambut mu semuanya milik ku."


"Hmm.. Baiklah. Aku akan pergi mandi dulu." Yuki masuk kemar.


Reno bersandar di dinding dengan tangan satu, kemudian membuka kancing bajunya satu dan mengibas-ngibas bajunya.


"Wah.. Udaranya sangat panas hari ini." Wajah Reno memerah.


Keesokan paginya Yuki bangun pagi lalu melakukan joging bersama si kembar, Reno membawakan minum untuk Yuki dan menjemputnya untuk pulang.


Malam hari mereka makan bersama seperti biasanya. Linetta dan Yuki selalu di gombal Dokter Park dan Reno membuat suasana meja makan sangat ramai. Tetapi tidak dengan Miko dan Anna, semenjak kepulangan Linetta Miko seperti tidak ada semangat hidup.


Sedangkan Anna selalu memasang wajah kesal dan selalu marah-marah dengan penjaga mau pun pelayan.


"Apa kau sudah gila, karena hal sepele sampai menampar dan ingin memecatnya. Dia lebih tua dari dirimu hargailah dia," ucap Yuki sangat marah, karena Anna menampar pelayan gara-gara hanya salah memberikannya minum.


"Lalu mengapa? Pelayan yaa pelayan, jika kerjanya tidak becus tinggal di pecat lalu cari pengganti," sahut Anna.


"Anna!! Minta maaf sekarang!!"


"Tidak!!"


"Apa!!"


Mereka mulai pagi yang cerah dengan pertengkaran yang tidak ada hentinya.


"Apa hak mu untuk mengaturku dirumah ku sendiri?" ucap Anna dengan tegas.


"Kau harusnya sadar siapa pemilik rumah sebenarnya!!" sahut ketus Yuki.


"Anna ada apa ini?" tanya Laura mendengar keributan dari tadi.


"Mami!! Mmm.. Yuki memarahi ku, pelayan itu tidak memberikan minuman yang aku suka, tapi Yuki malah memarahiku dan mengatakan aku tidak layak tinggal disini hiks." Anna merengek memeluk Laura, lalu dia tersenyum melihat Yuki.


"Kau baru saja datang tapi sudah bertingkah, siapa yang mengajari mu berkata kasar seperti itu?" Laura memarahi Yuki.


"Nyonya tapi Nona Yuki hanya membantu saya karena Nona Anna hendak men.."


"Diam!! Aku tidak perlu penjelas mu!!" Laura memtuskan omongan pelayan tersebut.


"Apa mama dan papa mu tidak pernah melajari mu sopan santun," Bentak Laura.

__ADS_1


"Laura!! Pelankan suara kepada anak ku!!" ucap Linetta turun dari tangga.


"Apa hak mu meneriaki anak ku? Aku saja orang tuanya tidak pernah berkata bernada tinggi seperti itu, lalu mengapa kau berani meneriaki anak ku?"


Suara Linetta membuat semua orang ke luar, lalu melihat ada keributan apa lagi di pagi hari ini.


Tiba-tiba Laura sedikit ciut, tetapi saat melihat Miko juga ada disitu Laura sok angkuh di depan Linetta.


"Ka.. Karena anakmu deluan yang membentak anak ku!!" sahut Laura sedikit terbata-bata.


Linetta berdiri di depan Yuki untuk melindunginya. "Apa itu betul Yuki?" tanya Linetta.


"Iya mah. Tapi dia menampar dan ingin memecat pelayan gara-gara hal sepele saja mah," jawab Yuki.


"Waktu aku tinggal disini bertahun-tahun tidak pernah memecat atau membentak pelayan mau pun penjaga. Lalu kau menanyakan kepada anak ku, apakah dia tidak di lajarkan sopan santun?" Linetta mulai marah, karena sudah berapa minggu di rumah ini dia selalu sabar dan menahan amarahnya.


Linetta menundukkan badannya untuk menatap wajah Anna. Lalu Linetta bertanya, "Jadi akan ku tanyakan juga kepada anak mu. Anna apa kau di lajarkan berbicara sopan kepada yang lebih tua dan apa hak mu untuk memecat pelayan dirumah ini?"


Miko sedikit kesal melihat Linetta berkata kasar kepada anaknya, dia langsung melindungi Laura dan Anna.


"Linetta!! Ka.. Kau sudah keterlaluan!!" ucap Miko.


Dokter Park tidak terima dengan perilaku Miko tersebut. "Miko!! Jaga perkataan mu!!"


"Mundur lah, aku bisa mengatasinya." Linetta menarik Dokter Park untuk mundur.


Lalu Linetta mendekati Miko, tetapi wajahnya tertuju kepada Laura. Linetta menatap Laura dangan tatapan tajam, Linetta tidak ingin anaknya memiliki nasib yang sama dengan dirinya.


"Aku tidak akan membiarkan ini seperti dahulu lagi," ucap Linetta dengan nada pelan, hanya Miko dan Laura yang mendengar perkataan Linetta.


"Yuki. Bawa pelayannya ke kamarnya agar dia tenang," ucap Linetta. "Bagaimana? Siapa yang salah? Apa semua sudah jelas," sambung Linetta.


Miko dan Laura hanya terdiam tidak bisa berkata-kata lagi. Miko sangat marah lalu dia menarik Anna menuju kamarnya.


"Tunggu!!" Linetta menghentikan Miko. "Jangan pernah berkata kasar lagi kepada Yuki kalo tidak kalian akan menyesalinya." Linetta memberikan peringatan dengan tegas.


"Tunggu!!" Menghentikan Miko lagi.


Miko membalikan badannya. "Apa lagi?"


"Jangan terlalu kasar dengannya, dia hanya kecil pasti akan menirukan apa yang dia lihat selama ini." Linetta menatap Laura.


__________________


3 hari kemudian. Suasana masih terasa canggung tetapi tidak berlaku bagi Linetta dan Yuki.


"Ohh iya, malam ini Quita akan pulang kak," ucap Geano.

__ADS_1


"Ho'oh.. Anak itu ku tinggalkan untuk menjaga dirimu, malah dia juga ikutan pergi," sahut Linetta.


"Jika kau tidak meninggalkan ku, aku tidak akan meninggalkan rumah ini!!" ucap seseorang dari arah kejauhan.


Linetta mengenal suara tersebut. Linetta langsung berdiri dan membalikkan badannya.


"Quita!!" ucap Linetta dengan suasana hati campur aduk senang, sedih, rindu menjadi satu.


"Hmm.. Kau sangat jahat kepada ku," ucap Quita sembari berlari menuju Linetta lalu memeluknya.


"Ohh saudari ku." Linetta meneteskan air matanya.


"Drama lagi," ucap seorang pria seumuran dengan Yuki, dia cukup tinggi untuk usianya dan lumayan tampan.


"Quita. Dia anak mu?" tanya Linetta.


"Iyaa dia anak ku, hari itu aku ingin memberikan mu kejutan bahwa aku sedang hamil tapi.. Hikss... sudahlah aku merindukan mu hiks.."


"Apa kau tidak malu sudah tua masih saja menangis? Lalu dimana cenzo? Bukannya malam baru kau datang?"


"Aku tidak peduli dengan usia ku hikss.. Aku hanya merindukan mu hiks.." Quita tidak melepas pelukannya dari Linetta.


"Papa masih menunggu barang-barang ku yang belum datang. Kami deluan kesini karena dia memaksa ku padahal dia bisa membawa mobil sendiri." Menunjuk Quita.


Plak!!.. Quita memukul kepala anaknya. "Yakk!!.. Dia!! Dia!! aku ini mama mu bukan teman mu." Kemudian kembali memeluk Linetta. "Aku merindukanmu hikss.."


Kemudian anak Quita duduk di samping Yuki. Yuki memberikan senyuman kepadanya dan si kembar pun menyapanya.


"Ayoo kita makan dulu. Berhentilah menangis oke," ucap Linetta.


"Yakk!! Perkenalkan nama mu," ucap Quita kepada anaknya.


"Yakk!!" Bentak Linetta, membuat semua orang terkejut. "Dia anak mu!! Mengapa kau berbicara seperti itu?"


"Hehe.." Quita tertawa.


"Ternyata ada yang ditakutinya di dunia ini." Melihat Quita menjadi ciut di depan Linetta. "Baiklah. Nama ku Arka dan baru lulus SMA di korea."


"Berarti kau dan aku seumuran dong," ucap Yuki tersenyum. Senyuman Yuki membuat Arka tak lepas memandangnya.


*


*


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA KAK😊🙏


*

__ADS_1


*


__ADS_2