My Lady Is The Mafia 1&2

My Lady Is The Mafia 1&2
Quita terluka


__ADS_3

Geano terdiam saat mendengarkan hal tersebut. Ia hanya tak percaya kalau wanita yang berkerjasama dengan dia adalah anak yang papinya.


"sudahlah takpapa,itu sudah lama sekali dan jangan sangkutpautkan itu dengan perkerjaan geano." ucap papinya sembari menepuk pundak linetta.


"Tapi pi.. dia itu wanita licik, bagaimana kalau dia menyakiti geano?" ucap khawatir linetta.


"Apa yang dikatakan papi itu betul kak, aku akan menambahkan keamananku saat bertemu dia." ucap geano yang menenangkan linetta.


"Tidak... Tapi setiap kakimu melangkah keluar rumah." ucap tegas linetta.


"Baiklah kakak ku sayang baiklah kau tak perlu khawatirkan aku lagi okey." ucap geano sembari memeluk linetta.


"Baiklah aku akan pulang sekarang."


"Ehh cepat banget kak baru saja pulang masa mau pergi lagi."


"Aku ada urusan lain, lain kali aku akan lebih lama disini okey." linetta mengelus kepala geano lalu pergi.


"Sekertaris jang bawakan beberapa senjata buat ku serta peluru yang banyak, hidupku tidak tenang kalau dia ada disini." pinta linetta.


"Baiklah nona." jawab sekretaris jang.


Beberapa saat kemudian sekretaris jang memasukan 1 koper dan 1 tas besar kedalam mobil linetta. Lalu linetta pergi pulang ke apartemennya.


Cklekk.. Linetta mengatur pistol dikamarnya. Lalu ia membawa beberapa pistol dengan pelutu penuh ke apartemen miko.


"Kau sudah pulang. Darimana saja kau?" tanya miko yang baru pulang juga dari kerja.


"Ahhh.. tadi pagikan aku sudah bilang aku pulang kerumah." ucap linetta sembari menutupi beberapa pistolnya tadi.


"Kalian mau makan apa hari ini?" tanya quita sembari memeluk cenzo.


"Hari ini kita makan diluar, anggap saja traktiranku." ucap miko yang sedang menatap linetta.


"Wahhh... kalian sudah resmi pacaran nih, pantas saja aku melihat linetta menggunakan kalung, sebelumnya ia tak pernah menggunakan kalung." ucap quita mengejek linetta.


"Apa kau mau kubelikan kalung juga?" tanya cenzo sembari masuk kekamar dengan quita untuk bersiap-siap.


Mereka pun berangkat menuju restauran bintang 5.


DORR...

__ADS_1


Tiba-tiba ada suara tembakan saat mereka sedang asik makan.


"Angkat tangan kalian, lalu taruh barang berharga kalian sekaran." ucap seorang lelaki menggunakan topeng yang ternyata perampok.


Merekapun mengangkat tangan, tiba-tiba cenzo menelpon polisi dan diketahui oleh perampok tersebut. Lalu salah sat perampok menembak cenzo quita yang mengetahui itu langsung mendorong cenzo alhasil tangan quita tertembak.


Linetta yang melihat hal tersebut menjadi sangat marah. Tatapan linetta berubah menjadi tajam.


DORR....


DORR..


DORR..


Linetta menembak perampok itu dan cctv agar ia tidak terlihat. Cenzo pun menggendong quita lalu keluar dengan linetta yang menjadi pengaman mereka.


DORR...


DORR..


Tembakan linetta tak berhenti sampai mereka keluar.


"cepat jalan." ucap linetta. Merekapun segera pergi kerumah dokter park. Sesampainya disana mereka bergegas membawa quita.


"Bisakah kau obati saja dulu dia baru kau bertanya." ucap ketus linetta. Dokter park pun langsung mengobati quita.


Linettapun melepaskan dress merah yang selutunya itu di depan miko dan cenzo. Ia hanya memakai bra sprot berwarna biru malam dan celana pendek berwarna hitam.


"Dimana barang-barangmu?" tanya linetta kepada dokter park.


"Kau lihat di rak buku itu ada patung lalu putar saja kekanan." jawab dokter park.


Linetta pun memutar patung tersebut lalu rak buku tersebut tergeser. Cenzo terkejut melihat pistol berserta pelury yang sangat banyak.


"Kalian tunggulah disini sampai quita bangun." ucap dingin linetta.


"Kau mau kemana?" tanya miko menahan tangan linetta.


"Aku akan memperingatkan seseorang agar tidak mengganggu keluargaku lagi." ucap linetta dengan tatapan tajam.


"Aku akan ikut bersamamu."

__ADS_1


"Tidak, kau akan terluka juga tinggal lah."


"Aku tetap akan ikut."


"Baiklah jika kau memaksa, tetapi sesampainya disana kau harus dalam mobil saja."


"Baiklah."


Linetta dan miko pun bergegas menuju ke suatu tempat yaitu rumah laura.


๐Ÿ“ž:Sekretaris jang *kirimkan aku beberapa orang ke alamat yang kukirimkan secepatnya.


๐Ÿ“ž: Baik nona*.


Mereka pun tiba dirumah laura yang dijaga sangat ketat.


"Tunggulah disini anggotaku akan tiba sebentar lagi, aku akan segera kembali." ucap linetta lalu mengunci miko dalam mobilnya.


*DORR..


DORR..


DORR*...


Suara tembakan terus berbunyi dan berhenti bebarapa saat kemudian.


"Ho.. ho.. oo.. liatlah siapa yang datang membuat keributan, siapa lagi kalau bukan LINETTA COSAA..." ucap laura sembari duduk di sofa lalu menyilangkan kakinya.


"Jika kau mengganggu keluargaku lagi akan ku bunuh kau." ucap ketus linetta dengan menodongkan pistol di kepala laura.


"Uhhh takutnya aku.. kapan aku mengganggu keluargamu?" ucap linetta tersenyum lalu menepis pistol linetta dengan lembut.


"Kau kira aku tak tay semua ini perbuatan mu dari orang-orang datang kerumah sakit,apartememenku lalu saat di restauran tadi. Kau kira aku bodoh perampokan yang asli menggunakan pistol lalu beranggota banyak siapa lagi kalau bukan KAU!!!." ucqp marah linetta.


"Upssss... aku ketahuann hehehe..." laulara tertawa. Linetta pun pergi sehabis mendengarkan itu.


"Kudengar kau ada anggota keluarga baru, wahhh tambah seru saja." ucap lalu membuat langkah linetta terhenti.


DORR.. Linetta menembak pas disamping kepala laura.


"Jika kau menyentuh keluargaku lagi walau hanya sedikit saja itu akan menjadi hari kematian seluruh anggota Zetas." peringatan dari linetta.

__ADS_1


jangan lupa like,comen,dan votenya๐Ÿ˜‰


__ADS_2