My Lady Is The Mafia 1&2

My Lady Is The Mafia 1&2
Dia tetap keluarga


__ADS_3

Bacanya kalo udah buka puasa aja ya😉😊 Bagi yang menjalankan puasa😊


Laura yang terlalu terbawa emosi itu pun terkejut karna tangannya menembak seseorang. Seumur hidupnya baru itu dia menembak seseorang.


"Ti.. ti.. dakk.." ucap laura dengan tangannya yang menggetar.


"Laura hari ini, hari KEMATIAN MU!!" linetta marah lalu berdiri dan menghampiri laura.


Linetta menodongkan pistol pas di kepala laura. Laura hanya terdiam dan tak melawan. Para anggota laura pun mengarahkan pistol ke linetta.


"Kau tau laura, aku bisa saja membunuhmu saat kau masih kecil. Kau lihat ini perbuatan orangtuamu." linetta membuka bajunya dan memperlihatkan luka di belakang tubuhnya.


"Apa ini?" tanya laura sembari memegang bekas luka linetta yang mengerikan itu.


"Mengapa kau tak tanyakan kepada tangan kanan papimu." ucap linetta menunjuk salah satu anggota laura.


"Apa ini? Mengapa aku tidak mengetahui apa-apa? Apakah betul yang mereka ucapkan?" tanya laura bertubi-tubi.


"Nona ak.. ak.. aku.. Aishh.." ucap anggotanya itu.


"Jadi semua yang mereka katakan benar? Mengapa kau tak memberitahuku? Aku sudah membunuh orang yang salah hiks..." laura mulai menangis.


"Nona Tuan dan Nyonya tidak ingin anda tau aku hanya menuruti permintaan terakhir mereka nona. Maafkan aku nona." ucap menyesal anggotanya itu.


"Apa kau senang melihatku membunuh orang seperti ini. Kau sudah ku anggap seperti orangtuaku hikks.. Jelas-jelas mereka tidak bersalah hikss.." penyesalan laura.


"Sudah drama yang kau mainkan laura. Aku tidak akan pernah memaafkan mu dan keluargaamu." ucap linetta yang semakin marah.


"Aku sungguh tidak tau linetta. Tapi aku akan menerima hukuman atas kesalahanku ini. Bunuhlah aku agar dendam kalian terselesaikan." ucap pasrah laura.


Linetta makin emosi mendengar perkataan laura. Ia menarik pelatuk pistolnya dan hendak menembak laura, saat hendak menembak papi linetta menghentikannya.

__ADS_1


"Sa..yang.. Ja.. ngan.." ucap papinya yang masih sadar. Linetta yang medengarkan hal itu langsung melirik papinya lalu menangis.


"Sayang... Bertahanlah." ucap mami linetta menghampiri suaminya lalu menahan lukanya agar darahnya tak keluar.


"I..ni.. Per..mintaan.. terakhir pa..pi.. Jangan membu..nuhnya.. linetta... dia tak tau a..pa a..pa."" ucap terbata-bata papinya yang sekarat.


"Diamlah papi.." ucap linetta menahan air matanya.


Dorr.. dor... dor... Linetta menembaki sisa anggota laura, hanya tersisa laura dan tangan kanan papinya laura.


"Sayang mami tau kau marah tapi dia tetap saudaramu sayang, ia tidak mengetahui apa yang dilakukan orangtuanya kepada kita sayang. Jadi mami mohon lepaskan dia." pinta mami linetta.


"Dia berbohong mami, itu hanya permainannya saja agar hidupnya terselamakan." ucap linetta yang masih menodongkan pistol dikepala laura. Laura hanya menangis saja.


"Saa..yang.. Pa..pi.. Mo..hon.." ucap terakhir papinya linetta.


"Tidakk.... Papi... Hiks... Aargghhhh...." Dor.. Dor... Linetta marah dan menembaki sekeliling laura hingga pelurunya habis. Linetta terduduk dan menangis melihat papinya meninggalkannya.


Miko hanya terdiam kaku melihat semua hal tersebut. Ia tak bisa berkata-kata ataupun berbuat sesuatu. Itu semua pertamakalinya ia melihat hal seperti itu.


"Akanku bunuh kau laura." ucap quita yang menghampiri laura.


Bukkkk.... Quita menghantam laura. Laura hanya pasra karna ia pikir semua kesalahnya.


"Quita hentikan." ucap linetta menarik quita hingga terduduk. Lalu linetta mengambil pistol yang berhambur di dekatnya. Ia pun menodongkan pistol lagi ke arah laura.


"Mati lah kau laura." ucap linetta dengan wajah datar menakutkannya. Saat hendak menembak anggota laura menutupi tubuh laura.


"Tidakk!!" ucap terkejut laura melihat anggotanya tertembak yang menutupi dirinya agar tak tertembak.


"Maafkan aku nona selama ini berbohong kepada anda." ucap anggotanya. Tangisan laura tambah jadi.

__ADS_1


Linetta langsung menarik dan menghampaskan tubuh anggota laura tersebut agar menjauh dari laura. Lagi-lagi saat linetta hendak menembak, laura terselamatkan lagi.


"Jika linetta menembak laura, mami akan menyusul papi kalian." ancaman mami linetta dengan menodongkan pistol kekepalanya sendiri.


"Mami..!!" ucap serentak linetta dan quita.


"Tembaklah dia. Mami tidak berbohong dengan omongan mami. Sudah cukup keluarga kita bersalahpaham bertahun-tahun hingga papi kalian seperti ini." ucap mami linetta.


"Mami.. Turunkan pistol mami okey.. Linetta tidak akan menebaknya." ucap linetta menyakinkan maminya.


"Jatuhkan senjata linetta dulu dan menjauh dari laura baru mami percaya dengan linetta." ucap mami yang tak percaya.


"Mami.. Jatuhkan pistol mami quita akan menahan linetta tapi jatuhkan dulu pistol mami." ucap quita yang mendekati maminya.


"Quitaa.. Jangan mendekati mami kalo tidak mami akan melakukannya hikss..." ucap lembut mami sembari menangis. Quita spontan berhenti mendengarkan hal tersebut.


"Mami.. Linetta mohon.." ucap linetta yang masih mengarahkan pistolnya ke laura.


"Dia tetap kelyarga kita sayang. Dengarkan perkataan papimu itu permintaan terakhirnya." ucap mami melirik suaminya.


"Dia hanya menipu kita mami." ucap quita.


"Berilah dia kesempatan terakhir jika ia benar-benar menipu kita kalian bisa membunuhnya saat itu juga." pinta mami.


"Tidak mami hari ini juga dia hari mati." ucap keras kepala linetta.


"Kalau begitu ini hari terakhir kalian melihat mami juga." Mami linetta menutup matanya lalu menarik pelatuk pistolnya tersebut.


Dor.... "Tidak!!" Suara tembakan dan teriakan quita.


Jangan lupa like,komen dan votenya😊

__ADS_1


__ADS_2