
Mereka pun makan bersama-sama dengan suasana yang sangat bahagia. Beberapa saat mereka pun selesai makan dan berkumpul di ruang tamu.
"Grizella tinggal lah disini beberapa hari." Ucap mami.
"Hhmm iya.. Tinggal lah." Sambung linetta.
"Hmm.. Ee.. Ee.." Ucap grizella terhenti oleh daniel.
"Iya. Kami akan tinggal beberapa hari disini mam. Saat di italia dia sangat kesepian tidak ada teman." Ucap daniel.
"Baiklah. Makanya tinggal lah beberapa hari disini. Mami akan menyuruh pelayan membersihkan kamar untuk kalian. Mami juga istirahat deluan, mami sudah tida muda lagi jadi bersenang-senang lah kalian." Ucap mami.
"Ayo mami geano antar sekalian geano hendak ke kamar mai mandi." Ucap geano.
Geano dan mami pun pergi. Laura hanya terdiam tak ada berbicara dari tadi.
"Apa kau sudah pernah kerumah daniel di italia?" tanya linetta.
"Hhmm.. Tak pernah ia tidak mau membawa ku kesana. Sangat menjengkelkan, aku sampai berpikir ia memiliki simpanan wanita lain disana." Ucap grizella kesal.
"Hahahaha... Dia memiliki banyak simpanan di rumahnya sana." Ucap quita dengan tertawa keras.
"Heii..!!Quita..." Tegur daniel.
"Hehehe.. Baiklah-baiklah. Dia tidak memiliki rumah di italia. Orangtuanya di amerika semua urusan di italian di pegang daniel karena papi dan ayah daniel berteman jadi dia yang memiliki tanggung jawab di italia." Jelas quita.
"Lalu mengapa ia bilang memliki rumah selain vila linetta?" Grizella masih bingung.
"Rumah yang ia maksud itu adalah BAR yang ia miliki, ia tak pernah mau tidur di vila ku dan tidur di BAR dan mendengar semua desahan wanita." Ucap linetta tersenyum sedikit.
"Heii.. Kau mesum sekali daniel ck.. ck..ck.." Ucap quita.
"Yaakk.. Itu tidak terdengar sama kali kamar di BAR ku kedap suara. Kalian ini sudah cukup bercandanya aku akan mati nanti." Ucap daniel yang takut dari tadi di tatap tajam oleh grizella.
"Hahahahha..." Quita dan linetta tertawa.
__ADS_1
Miko dan cenzo ikut tersenyum melihat daniel takut dengan grizella. Lalu miko melihat laura hanya duduk terdiam.
"Apa kau sakit laura?" Tanya miko.
"Ohh.. Ee.. Aku baik-baik saja. Aku hanya kekenyangan makanya melamun." Ucap laura.
Mereka pun berbincang dan tertawa hingga tak terasa 3 jam berlalu, jam menunjukan pukul 23.10. Mereka pun pergi ke kamar masing-masing.
"Sayang..." Ucap manja linetta mengelus kepalanya di dada miko.
"Hmm.. Kenapa?" Tanya miko lalu memeluk linetta.
"Jika ada seseorang menyukaimu dan akan melakukan apa pun untuk memisahkan kita bagaiman?" Tanya linetta.
"Hhmm.. Aku akan melakukan apa pun agar kita tak terpisah juga." Jawab miko.
"Betul kah? Apa kau berjanji dengan perkataan mu?" Tanya linetta lagi.
"Iya.. Aku berjanji. Mengapa kau menanyakannya? Apakah ada yang mengganggu mu?" Tanya miko kembali.
Miko pun mematikan lampu dan memeluk kemudian mencium kening linetta lalu mereka pun tidur.
Pagi pun tiba linetta bersiap-siap sedangkan miko sudah turun terlebih dahulu untuk sarapan. Beberapa saat linetta pun turun, mereka sarapan bersamaan.
Glug..Glug.. Glug.. Linetta meminum susu kedelai ia tidak mengetahui itu susu kedelai. Saat selesai meminum baru ia sadar.
"Siap yang membuat minu..." Gedebug.. Belum selesai linetta berbicara ia sudah pingsan semua panik. Miko mengangkat linetta. Geano langsung menelpon dokter park.
Dokter park pun datang beberapa saat kemudian. Semua orang panik, dokter park mulai memeriksa linetta. Beberapa saat kemudian dokter park keluar.
"Apa kalian lupa dia alegri dengan kedelai? Apa kalian hendak membunuhnya? Jika telat sedikit saja mungkin ia tidak bernyawa lagi." Dokter park sangat marah.
Mendengarkan hal tersebut membuat mami hendak pingsan, geano langsung mengantarkan mami ke kamar.
"SEMUA PELAYAN KEMARI.!!!" Ucap geano yang sangat marah.
__ADS_1
"APA KALIAN MAU MEMBUNUH MAJIKAN KALIAN..!! APA YANG KALIAN PIKIRKAN..? APA GAJI KALIAN KURANG? ATAU APA? SAMPAI KALIAN SEPERTI INI..?" Sambung geano.
Semua pelayan menunduk bahkan ada yang menangis.
"Geano.. Jangan memarahi mereka.. Mereka tidak salah apa-apa." Ucap Laura.
"KAU TIDAK USAH MEMBELA MEREKA..!! " Bentak geano.
"APA KALIAN TIDAK AD YANG MAU MENGAKUI.." Sambung geano.
"GEANO..!! Mereka tidak salah. Aku yang membuat semua minuman. Aku tidak tau jika linetta alegri kedelai." Ucap laura menundukkan kepalanya.
"Tapi.. Harusnya mereka memberi taukan diri mu." Ucap geano.
"Mereka tidak tau. Aku menyuruh mereka pergi dan semuanya aku yang masak.. Jika kau ingin marah, marah saja dengan ku jangan dengan mereka yang tidak tau apa-apa hikkss.." Ucap laura mulai menangis.
"Sudahh... Kalian bisa pergi.. Geano tenanglah.. Naiklah dan lihat linetta." Ucap quita. Geano pun menurut dan naik ke atas.
"Sudahlah laura tak usah menangis lagi, hanya kecelakaan yang tak terduga kau juga tak mengetahuinya." Quita menenangi laura.
"Dan kau bukannya kau dokter keluarga ini. Mengapa kau tidak memberikan catatan kepada mereka?" Tanya grizella.
"Setiap bulan aku selalu mengirimkan catatan apa yang tak boleh linetta makan. Tiap bulan aku mengecek dirinya dan aku tidak tau jika ada yang tidak tau. Setau ku semua catatan itu ada di dapur di tempelkan disitu." Jelas dokter park.
Grizella pun menatap laura. Laura terlihat sangat cemas.
"Sudah lahh.. Itu hanya kecelakaan. Kita harus tenang linetta sedang tidak sehat." Ucap quita.
Laura pun kembali ke kamarnya.
"Sialan.. Mengapa aku lupa dengan catatan itu. Aku tidak bisa bilang tak melihatnya karena tulisannya sangat besar. Aarrgghh... SIALAN.." Laura mengamuk.
"Dan kai grizella mengapa selalu ikut campur. Jika kau tidak bertanya maka tidak ad yang ingat.. Akkhh... SIALAN.." Sambung Laura.
Miko dan geano sangat sedih melihat keadaan linetta. Geano tidak berhenti menangis melihat linetta.
__ADS_1