
Geano pun membawa laura ke kamarnya dann mengambil kotak obat.
Aaakkkhhhh... Teriak laura yang kesakitan.
"Maafkan aku kak laura. Kak laura tidak apa-apa?." Ucap geano panik.
"Iya tidak apa-apa kok. Cuman akkhh.. sakit sedikit." Jawab laura memegang kepalanya yang terasa sakit sakit dan pusing.
"Maafkan aku ya kak." Ucap geano dengan wajah imut.
"Iya tidak apa-apa kok." Jawab laura sembari mengelus kepala geano.
Muka geano langsung memerah dan terdiam menatap laura. Ia melihat laura sangat manis dengan senyumannya. Jantung geano berdetak cepat.
"A.. Aku.. Mau berangkat kerja dulu." Ucap geano. Ia langsung berdiri lalu pergi keluar dengan jalan yang sangat cepat.
Linetta melihat geano keluar dari kamar laura lalu ia menghentikan geano untuk bertanya.
"Hei.. Tuan muda geano." Teriak linetta menghentikan geano.
"Hah.. Apa kak?." Geano berbalik. Linetta pun menghampirinya
"Mengapa kau keluar dari kamar laura?." Tanya linetta penasaran.
"Dan mengapa wajahmu memerah? Apa kau demam?." Sambung linetta sembari menyentuh pipi dan kening geano.
"Tidak.. Kau baik-baik saja. Lalu mengapa wajahmu memerah?." Lanjut linetta keheranan.
"Kakak... Aku tidak apa-apa. Ini.. Ini.. karena cuacanya sedang panas." Jawab geano gugup.
"Tapi ini sedang mendung dan diluar sedang gerimis." Kata miko yang menghampiri mereka.
"Ohh iya kah? Ahh karena aku kepanasan maksudku itu tadi kak. Wahh jas ini sangat panas wahh.." Geano membuka kancing kemejanya dan 1 kancing kemejanya.
__ADS_1
"Yakk geano kau sudah gila atau bagaiman? Itu setelan jas kesukaanmu karena kau bilang dingin saat dipakai. Ada apa dengan dirimu? Apa kau kerasukan?." Linetta makin heran.
Miko dan linetta menatap geano dengan wajah yang sangat heran karena tingkah aneh geano. Dan geano hanya diam ia bingung mau berkata apa.
"Tadi dia menggendongku ke kamar aku dan dia bertabrakan tadi dan aku pingsan karena terhantup. Jadi dia menggendongku makanya dia kepanasan." Ucap laura keluar dari kamar.
"Ohhh begitu. Lalu mengapa kau tidak bilang." Sahut linetta melirik geano.
"Ahh.. Aku baru saja mau bilang kak." Jawab geano lalu menunduk.
"Baiklah. Aku balik ke kamar dulu mau siap-siap." Ucap linetta. Linetta pun naik ke atas dengan miko.
"Terimakasih kak laura." Ucap geano.
"Untuk apa?." Tanya laura.
"Sudah membantuku menjawab kak linetta tadi." Jawab geano.
"Untuk apa kau berterimakasih memang kenyataannya seperti itu." Ucap laura tersenyum, lalu mengelus rambut geano lagi kemudian kembali ke kamarnya.
"Huuufff.. Panasnya." Ucap geano lalu cepat-cepat pergi keluar.
Di perusahaan semua pemegang saham sudah terkumpul. Mereka berbincang satu sama lain karena ketua mereka meninggal tiba-tiba. Beberapa saat kemudian geano memasuki ruangan rapat.Ia menuju kursi CEO, Semua pemegang saham makin ribut melihat hal tersebut.
Geano langsung berdiri untuk menenangkan pemegang saham. Tiba-tiba pintu terbuka semua pemegang saham melihat ke arah pintu. Linetta pun memasuki ruangan rapat dan di ikuti laura di belakangnya. Linetta menuju kursi ketua lalu duduk di kursi itu.
"APA-APA SEMUA INI..!!" Ucap salah satu pemegang saham.
"Harap semuanya tenang. Saya akan memperkenalkan soudari saya yaitu LINETTA COSA. Ia akan mengambil ahli menjadi ketua perusahaan sudah tertera di wasiat ketua sebelumnya." Jelas geano.
"Ternyata betul rumor yang beredar ketua cosa memiliki anak perempuan yang tersembunyi." ucap pemegang saham A.
"Kami tidak peduli rumor tersebut. Apakah kau anak angkat atau anak simpanan. Kami hanya ingin memastikan kamu berhak dikursi itu." ucap pemegang saham B.
__ADS_1
"JAGA UCAPAN ANDA DIA KAKAK KANDUNG SAYA..!!" Geano tidak terima dengan perkataan tadi.
"Tenanglah aku bisa mengatasinya. Duduklah. Jangan merendahkan dirimu hanya masalah sepele seperti ini. Ucap linetta menenangkan geano.
"Baikalah saya akan akan memperkenalkan diri saya sendiri. Saya linetta cosa anak sah ketua cosa." Jelas linetta.
"Berikan semua itu." Lanjut linetta.
Laura pun membagikan semua dokumen kepada pemegang saham tersebut.
"Silahkan dibuka dan dibaca. Semua adalah sertifikat kelulusan saya dan hasil tes DNA. Saya tidak ingin tau dan tidak peduli dengan rumor yang tuan-tuan semua dengar tapi yang jelas memang saya tidak pernah menggunakan nama keluarga COSA untuk kepentingan saya dan saya tidak tertarik dengan perusahan untuk berkerja. Maka dari itu tidak ada yang tau kalo saya adalah anak ketua cosa." Jelas linetta yang membuat semua pemegang saham tak bisa berkata-kata.
"Jika sudah selesai melihat dokumen tersebut mari kita mulai rapatnya." Ucap linetta. "Berikan dokumennya." Sambung linetta menyuruh laura memberikan dokumen kepada pemegang saham.
Rapat pun berlangsung selama 3 jam. Semua masalah perusahaan sudah teratasi dan semuanya kembali normal.
"Apa kau sudah dengar beritanya wanita cantik tadi anak perempuan ketua cosa uhh.. cantiknya bukan main." Ucap karyawan A.
"CEO geano saja gagah apalagi kakaknya uhh.. Apa kah aku terlihat gagah hmmm... calon pengantin ku sudah muncul." Ucap karyawan B.
"Hahahhah... Apa kau sedang bermimpi? Dirimu seperti itu hendak mendapatkan bidadari seperri ketua linetta. Bangunlah kau tak sebanding dengannya." Ucap karyawan C.
"Tapi aku dengar-dengar ketua linetta sudah memliki pasangan yang memliki perusahaan besar juga berkerja dengan perusahaan kita." ucap karyawan A.
"Aahhh.. Luntur lah harapan ku." Ucap karyawan B.
Di ruangan linetta.
"Ayo kita pulang sekalian kau menyapa dan berkenalan dengan karyawan." Ucap laura.
"Ahhh harus kah itu. Ahhh... Aku cape sekali." Linetta merengek.
"Heii.. Kau sekarang ketua tidak boleh seperti itu. Ayo cepat lakukan dan kita pulang lalu istirahat lah dengan puas saat di rumah." Ucap laura.
__ADS_1
"Baikalah.. Kau ini cerewet sekali hmm.." Ucap linetta sembari memanyunkan mulutnya.