
"Eee... Eee.... Ahh itu sangat memalukan." Ucap daniel. Wajahnya dan telinganya memerah karena malu.
"Apa sebenarnya itu? Membuatku tambah penasaran dengan wajah malu mu ini. Wkwkwk.." Linetta makin menggoda daniel.
"Hei.. Hentikanlah. Kau ingin tau apa tidak? Jika kau menggodaku terus tak akan ku beritahu kau." Ucap daniel mulai kesal.
"Uhhh... Apa kau marah?" Ucap laura. Ia pun duduk di sebelah daniel.
Daniel pun mulai menceritakan mengapa ia dan grizella bisa bersama-sama.
Saat Daniel mengurus urusan di italia. Ia bertemu dengan grizella, saat itu grizella sedang ada pemotretan di italia. Tak disangka saat grizella sedang keluar untuk berjalan-jalan ia dirampok oleh preman kecil.
Saat ia mengejar preman tersebut, ia berlari terlalu cepat dan tak sadar hendak menyebrang jalan padahal lampu merah belum menyala. Alhasil ia tertabrak oleh daniel untung saja saat itu daniel tidak sedang terburu-buru membawa mobil.
Daniel pun segera membawa grizella kerumah sakit. Lukanya memang tidak parah hanya lecet di lengan dan di lutut. Tetapi grizella menangis seperti anak kecil ia tidak berhenti menangis.
"Heii... Sudah 1 jam kau menangis air matamu sudah mau habis." Daniel menenangkan grizella.
"Wuahhh... Hiikss... Hikss.." Menangisnya tambah menjadi.
"Oke.. Baiklah.. Apa mau mu..? Katakan aku akan bertanggung jawab?" Ucap daniel mulai kesal.
"Betul kah itu?" Grizella langsung berhenti menangis.
"Hah.. Aku tidak percaya ini.." Daniel memasang wajah datar karena tak habis pikir.
"Hiks.. Hiks.. Hiks.." Grizella hendak menangis lagi.
"Baiklah.. Baiklah.. Apa mau mu?" Tanya daniel dengan pasrah.
"Aku tidur di rumahmu dan biayai aku dan kasih makan aku dan jika kau pulang bawa aku." Pinta grizella.
"Apa-apaan kau ini. Bukan kh kau punya uang,manajer dan asisten. Mengapa harus aku?" Ucap daniel.
"Aku habis dirampok hikss.. Semua uang dan handphone dan paspor ku ada di dalam tas itu hikss.." Grizella memasang muka melas.
"Lalu dimana manajer dan asisten mu?" Tanya daniel.
"Mereka kembali deluan dari kemaren. Aku mau berlibur sendiri, jadi mereka pergi." Jawab grizella dengan suara merendah dan sedikit menunduk.
"Baiklah. Telpon manajer mu sekarang.." Daniel melemparkan hpnya ke samping grizella.
"Ahhh.. Ayolah aku masih ingin berlibur dan kau harus mencarikan tas ku ini negara mu tidak mungkin hanya preman kecil tak bisa kau dapat." Ucap grizella.
__ADS_1
"Huufff... Pantas saja miko tidak mau dengan dirimu.." Ucap daniel blak-blakan.
"Yaakk.. Heiii.. Apa yang kau katakan Heii....." Grizella tak terima.
"Kau tinggal disini atau ikut." Ucap daniel menuju keluar.
"Sini nona saya bantu." Ucap anak buah daniel.
"Ohh iyaa.. Terimakasih." Ucap grizella.
Mereka pun pergi dari rumah sakit menuju vila linetta. Saat di perjalanan daniel menelpon anak buah linetta memberitahukan akan ada tamu datang.
Daniel juga menyuruh anak buahnya mencari pencuri tas grizella tadi. Grizella tak bisa berkata-kata dia hanya terdiam memandang daniel yang dari tadi menelpon.
"Apa yang kau lihat?" Tanya daniel.
"Apa.. Yang ku lihat tidak ada." Ucap grizella memalingkan wajahnya.
Beberapa saat kemudian merekapun sampai di vila linetta.
"Aku tak menyangka kau suka vila dengan pemandangan laut." Ucap grizella.
"Ini vila linetta aku tidak tinggal disini." Ucap daniel.
"Rumahku.. Eee.. Eee... Tidur lah disini sama saja seperti rumahku." Jawab daniel mengalihkan pembicaraan.
"Pfftt... Tunggu-tunggu mengapa kau tidak berani membawanya ke rumahmu?" Tanya linetta memutuskan pembicaraan daniel.
"Tidak mungkin aku membawanya ke sanakan. Kau masih mau lanjut atau tidak?" Ucap daniel.
"Baiklah lanjutkan." Ucap linetta.
Daniel pun melanjutkan pembicaraannya.
"Kau juga tidur di sinikan? Aku tidak bisa tidur jika tidak ada yang ku kenal." Ucap grizella.
"Iya aku akan tidur disini." Ucap daniel dengan terpaksa.
"Mandilah dahulu. Aku akan keluar sebentar, ada hal yang harus ku urus." Lanjut daniel.
"Baiklah." Sahut grizella.
Daniel pun pergi. Daniel pergi selama 1 jam. Ia membawakan beberapa barangnya dan juga membelikan peralatan yang dibutuhkan grizella. Saat daniel sampai di vila, ia tidak melihat adanya grizella.
__ADS_1
"Dimana grizella?" Tanya daniel kepada pembantu.
"Ohh tadi nona keluar. Ini tadi nona meninggalkan ini untuk anda tuan." Jawab pembantu tersebut dan memberikan kertas.
"Aku berjalan-jalan dengan beberapa penjaga dan aku akan pergi ke bar oke.. Bye.." Isi kertas tersebut.
"Apakah dia sudah makan saat keluar?" Tanya daniel lagi.
"Tadi nona bilang ia akan makan diluar." Jawan pembantu itu.
"Ohh baiklah. Siapkan saja makanan untuk ku. Aku hendak mandi terlebih dahulu." Ucap daniel.
"Baik tuan." Sahut pembantu tersebut.
Daniel pun segera mandi lalu ia makan. Ia juga melihat beberapa perkerjaan dan bersantai sejenak. Waktu berlalu sudah 3 jam tapi grizella belum juga pulang.
Saat daniel hendak menelpon para penjaga yang sedang bersama grizella tiba-tiba asa keributan depan vila. Daniel langsung keluar dan ternyata itu grizella yang sedang mabuk berat.
Penjaga kewalahan dengan agresifnya grizella. Grizella memecahkan kaca mobil dan beberapa pot bungan.
"Ohh siapa itu?" Ucap grizella melihat daniel di depan pintu.
"Maaf tuan membuat keributan." Ucap penjaga.
"Huuff..." Daniel menghela napas.
"Lepaskan dia. Tangannya akan memar jika kalian memegangnya sekuat itu." Ucap daniel. para penjaga pun melepaskannya.
"Heii.. Siapa kau yang menyuruh-menyuruh mereka. Cepat pegang aku lagi. Aku suka kekerasan hehehe.." Ucap grizella.
Para penjaga hanya diam dan tidak melakukan apa pun.
"HEIIIII... PEGANG AKU CEPAT..!!" Grizella mengamuk.
Grizella pun mendatangi daniel.
"Heii..!! Kau Cepat suruh me.." Ucapan grizella terhenti.
Grizella menatap daniel dan memegang wajah daniel.
"Miko.. Mengapa kau melakukan ini kepada kuu.." Ucap grizella.
Grizella memegang wajah daniel sangat keras dan mulai mendekati bibir daniel.
__ADS_1