My Lady Is The Mafia 1&2

My Lady Is The Mafia 1&2
38


__ADS_3

Grizella mendekati wajah daniel. Semakin lama semakin dekat. Daniel kehilangan pikirannya dia hanya terdiam. Saat hampir bibir mereka tersentuh grizella malah muntah di dada daniel lalu ia tertidur di pelukan daniel.


"Tuann..." Ucap penjaganya.


"Tidak apa-apa. Suruh pembantu ke kamar untuk membersihkannya." Ucap daniel menggendong grizella menuju kamar.


"Baik tuan." Sahut penjaganya.


Daniel pun mandi lagi. Saat mandi daniel malamun dan memikirkan saat grizella mendekatinya


..!! Bangunlah apa kau sudah gila memikirkan hal itu. Ingat linetta ingat..!!" Daniel berbicara sendiri.


Tok.. Tokk.. Tok... Suara ketukan pintu. Daniel pun membuka pintu. Ia masih menggunakan baju handuk karena baru selelsai mandi.


"Ada apa?" Tanya daniel.


"Tuan.. Nona grizella Ee.. E..." Jawab pembantu yang takut-takut.


"Kenapa lagi dengan dia?" Tanya daniel lagi.


"Dia tidak mau menggunakan bajunya. Katanya itu bukan bajunya.". Ucap pembantu.


"Huuff.. Aku sangat lelah dengan dia." Ucap daniel dangat pasrah.


"Kau bisa istirahat aku akan mengurusnya." Sambung daniel.


"Baiklah tuan." Ucap pembantu itu lalu segera pergi.


Daniel kembali masuk ke kamarnya lalu mengenakan ****** ***** dan mengambil baju yang ia belikan tadi saat keluar. Ia ke kamar grizella masih menggunakan baju handuk dan ****** ***** saja tidak memakai baju sama sekali.


Sesampainya di dalam grizella masih setengah mabuk walaupun ia sudah mandi dan meminum air madu untuk meredakan mabuknya.


Ia melihat daniel dengan wajah murung tetapi imut.


"Apa yang kau lakukan? Jangan mendekatiku nanti miko marah." Ucap grizella.


"Pakai baju mu. Kau akan masuk angin jika tak menggunakan baju." Ucap daniel yang melemparkan baju ke grizella.


"Apa mau mu sampai membelikan ku baju. Apa kau ada niat jahat kepadaku hah?" Grizella memeluk dirinya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Kau sudah gila atau bagaimana? Huuuh...!! Percuma aku berbicara dengan mu. Tidak ada yang menginginkan mu PAHAM..!!" Daniel mulai kesal.


"Wuaahhh.... Hiikkss... Hiks... Mengapa tidak ada yang menginginkan ku? Apa yang kurang dari ku? Semua orang tak menginginkan ku hikss..." Grizella tiba-tiba menangis.


"Bukan itu yang ku maksud. Aduhh mengapa menjadi seperti ini?" Daniel mulai panik.


"Miko tidak menginginkan ku bahkan dirimu juga tidak. Tidak ada yang menginginkan ku wuahhhh.... Hikkss.." Tangisan grizella tambah menjadi.


"Bukan itu yang ku maksud. Aku menginginkan mu. Diam lah aku tak suka melihat wanita menangis.. Diam lahh.." Ucap daniel langsung memeluk grizella dan mengelus-elus rambutnya.


"Betulkan itu kau menginginkan ku?" Tanya grizella lalu menatap daniel.


"Iyaa.. Jadi diam lah jangan menangis lagi." Daniel masih memeluk grizella.


Grizella merasa tenang dan tidak menangis lagi. Grizella memeluk daniel juga. Daniel masih belum sadar kalau mereka berpelukan.


"Daniel.. Badan mu sangat hangat dan otot mu sangat menonjol." Ucap grizella.


"Ahh.. Karna aku sering olahraga dan tadi aku mandi air hangat." Daniel masih belum sadar.


Grizella memusut-musutkan kepalanya di dada daniel dan tambah memeluk erat daniel.


"Apa kau sudah sadar. Lepaskan aku. Apa yang kau lakukan?" Ucap daniel melepaskan pelukannya lalu mengangkat tangannya dari badan grizella.


Grizella mengangkat kepalanya dan menatap daniel. Daniel hanya menatap grizella sedikit saja. Grizella masih mabuk tetapi ia sadar kalau itu daniel.


"Heii.. Grizella lepaskan aku. Jangan menatap ku seperti itu." Ucap daniel mulai malu.


"Hmm.." Grizella menempelkan telinganya di dada daniel dengan rambutnya yang setengah basah.


"Apa kau sakit? Jantungmu berjedug sangat cepat." Sambung grizella lalu menatap daniel dengan wajahmya yang masih merah karena mabuk.


Kata-kata grizella dan wajah grizella tambah membuat daniel malu dan gugup.


"Lepaskan aku.." Daniel memaksa grizella hingga tangan grizella terlepas dari tubuh daniel.


"Akkhh... Tangankuu.." Ucap grizella.


"Apa kau tidak apa-apa? Maafkan aku." Ucap daniel panik lalu memegang tangan grizella.

__ADS_1


"Hehehe.. Dapat kau.." Grizella mengunci tangannya di leher daniel.


"Yakk.. Grizella apa-apaan kau ini?" Ucap daniel.


Tok.. tok.. tok..


"Tuan dan nona tidak apa-apa?" Ucap penjaga khawatir karena suara ribut mereka terdengar sampai luar.


"Ee... Iyaa.. Ka.. Kami tidak apa-apa. Kalian semua bisa istirahat sekarang." Ucap daniel terbata-bata.


"Wahhh.... Kalau aku jadi kau daniel akan ku tembak sudah penjaga itu sudah mengganggu ku wkwk.." Linetta menghentikan pembicaraan daniel lagi.


"Yaakk... Kau ini. Diam lah." Ucap daniel. Linetta tersenyum. daniel pun melanjutkan ceritanya.


Saat penjaga itu pergi grizella memegang pipi daniel lalu menciumnya. Sontak daniel terkejut dan mendorong grizella hingga terbaring di kasur.


"YAKK.. GRIZELLA KAU SUDAH GILAA..!!" Bentak daniel.


Daniel pun bergegas pergi meninggalkan grizella. Saat hendak sampai di pintu grizella memegang tangan daniel dan membuat langkah daniel terhenti. Daniel tersandar di pintu dengan grizella yang berada di depannya.


Lalu tangan grizella memegang dada daniel dan tangan grizella yang satu mengunci pintu lalu tangannya membuka handuk daniel.


Saat ia membuka handuk daniel ia juga mendekati bibir daniel dan mencium. Daniel tidak bisa menahan semua gerakan grizella. Daniel pun membalas ciuman grizella, daniel membawa grizella ke kasur. Ia membuka baju handuknya dan berada di atas grizella.


Ia menciumi grizella dari keningnya hidungnya hingga bibirnya. Daniel juga membuka baju handuk grizella dan kembali mencium grizella.


"Grizella apa kau yakin tentang ini?" Tanya daniel.


"Iya." Sahut grizella.


"Apa kau sadar aku ini siapa?" Tanya daniel lagi.


"Daniel aku sadar." Ucap grizella.


"Tapi aku tidak memiliki pengaman dan ini pertama kalinya bagi ku." Ucap daniel.


"Tidak apa-apa. Ini juga pertama kalinya bagiku. Bisa kah kau pelan-pelan?" Pinta grizella memalingkan wajahnya karena malu.


"Baiklah. Aku akan perlahan." Sahut daniel.

__ADS_1


Daniel pun memegang wajah grizella dan membalikkannya ke arah wajahnya lalu menciumi grizella lagi. Lalu mereka pun melakukan olahraga malam yang sangat mengeluarkan keringat panas.


__ADS_2