My Lady Is The Mafia 1&2

My Lady Is The Mafia 1&2
47


__ADS_3

Linetta terdiam sejenak melihat keadaan yang ada di depannya. Lalu ia mendekati laura dan miko, ia menarik laura dengan sangat kuat sampai laura melepaskan pelukannya dari miko dan sedikit terlempar.


Dengan tatapan tajam linetta mengambil kain yang ada di sebelahnya lalu kain itu di gulungnya di tangannya kemudian ia memegang kran yang terlepas itu.


"Quita panggil pelayan kamar mandi." Suruh linetta.


Lalu miko keluar dari kamar laura tidak tau pergi kemana. Laura membuat muka lesu dengan melipatkan kedua tangannya di dada.


"Pakai ini." Linetta melemparkan sebuah kain kepada laura.


Laura hanya diam lalu menutupi tubuhnya dengan kain itu. Lalu miko datang membawa sebuah handuk untuk linetta dan disusul pelayan kamar mandi di belakangnya.


Miko memakaikan handuk kepada linetta lalu memeluknya.


"Kau tidak apa-apa. Ayo ke kamar keringkan badanmu, nanti kau masuk angin jika tidak cepat di keringkan." Ucap miko yang khawatir.


"Perbaiki dengan betul agar tidak terulang lagi seperti ini." Ucap linetta kepada pelayan kamar mandi.


"Maaf nona saya tidak akan mengulanginya lagi." Sahut pelayan itu.


Linetta menatap laura sebelum meninggalkan kamar laura.


"Sini ku keringkan rambutmu." Ucap miko mengambil handuk yang di pegang linetta.


Miko mengelap rambut linetta dengan perlahan dengan beberapa pijitan di kepala linetta.


"Apakah enak?" Tanya miko. Linetta menganggukkan kepalanya.


"Apa kau marah denganku?" Tanya miko.


"Kurasa kau marah denganku."


"Aku juga kaget, tiba-tiba laura memeluk ku."


"Kau lihatkan aku tidak membalas pelukannya."


"Aku.." Linetta membalikan badannya dan itu membuat miko berhenti berbicara.


"Aku tidak ada mengatakan apa-apa." Ucap linetta.


"Tapi kau terlihat marah dengan ku." Ucap miko lalu memegang tangan linetta.

__ADS_1


"Aku tidak marah denganmu." Linetta berbicara dengan nada lembut.


"Lalu.. dengan siapa?" Tanya miko.


"Aku marah dengan krannya saja. Mengapa harus terlepas di kamar mandi laura." Sahut linetta.


"Ohh.. Apa kau cemburu. Apa kau mau merusak kran mu juga agar bisa memeluk ku." Gombal miko.


"Buat apa aku merusak kran hanya untuk memeluk mu." Ucap linetta.


"Buktinya tanpa merusak kran aku bisa lebih daripada memelukmu." Sambung linetta lalu memegang wajah miko dan mengecup bibirnya.


Linetta melepaskan kecupannya lalu berlaga sombong dengan senyum tipis disertai kedua alisnya yang naik dan mengangkat bahu dan tangannya sedikit.


"Hoo'ohh.. Tapi aku ingin lebih daripada itu." Ucap miko.


Lalu miko menarik pinggul linetta dan membuat diri linetta mendekat ke dirinya.


"Harusnya kau melakukannya seperti ini.."


Miko mencium bibir linetta yang mungil dan lembut itu. Linetta sedikit terkejut lalu menikmatinya juga. Mereka mulai masuk dalam suasana yang panas.


Miko sudah melepaskan bajunya dan ikat pinggangnya, saat linetta ingin melepaskan bajunya juga tiba-tiba terdengar suara mengetok pintu.


Linetta melepaskan ciumnya. "Iya.. deluan saja aku akan menyusul." Lalu kembali mencium miko.


"Hei... Heii.. kau pikir aku tak tau kau sedang apa. Cepat turun, jika kau di kamar terus kau akan hamil." Grizella mengendor pintu linetta trus.


"Baiklah... Aku akan turun." Linetta langsung keluar.


"Dimana miko? Dia tidak ikut makan?" Grizella melihat-lihat kamar linetta.


Linetta langsung menutup pintu kamarnya. "Dia di kamar mandi, iya di kamar mandi katanya deluan saja." Ucap linetta mendorong grizella untuk jalan.


"Ohh.. jadi kalian melakukannya di kamar mandi." Grizella menggoda linetta.


"Apa yang kau bicarakan." Linetta menutup mulut grizella lalu pergi turun dengan cepat.


"Hmm.. dia malu, bearti dia melakukannya hahaha.." Grizella berbicara sendiri.


"Yaakkk.. GRIZELLA!! tutup mulut mu aku masih mendengarkan yang kau katakan." Ucap linetta.

__ADS_1


"Hooo... Kau malu yaa..." Grizella menggoda linetta.


"Ehh.. Sudah. Apa yang kau bawakan untukku?" Tanya linetta.


"Kau mengalihkan pembicaraan." Linetta memasang wajah datar.


"Baiklah.. Nihh kue kesukaan mu tadi aku jalan-jalan sebentar dengan daniel. Aku tidak tau apa yang kau suka tapi daniel mengetahuinya semua dan aku sangat cemburu." Ucap grizella.


"Heii.. Apa yang kau katakan." Linetta memasang wajah tak enak.


"Hehe.. hanya bercanda saja. Ayo kita makan dulu baru." Ucap grizella.


Merekapun menuju meja makan, tak lama kemudian miko turun lalu menuju meja makan.


"Dimana kenzo?" Tanya miko.


"Ohh dia sedang mengganti pakaiannya. Nah itu dia." Quita menunjuk kenzo yang sedang berjalan menuju meja makan.


Saat mereka hendak makan, mereka semua terkejut melihat laura menggunakan baju tidur yang sangat pendek menuju ke arah mereka. Spontan semua mata tertuju padanya.


"Jika kau masih mau melihat berhenti menatapnya." Bisik grizella kepada daniel dengan mengancam menggunakan garpu.


"Kenzo matamu akan jatuh ke piring lalu ku makan." Ucap quita.


Seketika daniel dan kenzo menundukkan kepalanya, sedangkan miko hanya menatap sebentar lalu kembali melanjutkan makannya. Linetta yang melihat hal tersebut hanya tersenyum tipis.


"Kau lihat miko, dia sama sekali tidak menatap laura." Ucap grizella.


"Aku tak perlu menatapnya karena setiap hari aku melihat seseorang menggunakan baju seperti itu." Ucap miko.


Quita terkejut dan tesedak mendengarkan hal itu, kenzo langsung memberinya air minum.


"Apa yang kau katakan linetta menggunakan baju seperti itu. Kapan kau membelinya?" Ucap quita.


"Sudah lama ee.. ee.. aku hanya penasaran lalu membelinya." Ucap linetta malu-malu.


"Kauu... Kau!!! mengapa tak mengatakannya aku juga mau membelinya." Sahut quita.


"Ku kira kau mau memarahinya. Aku punya banyak yang belum ku pakai nanti ku berikan padamu daripada kau keluar untuk membelinya. Jangan kau pikir aku memberikan mu barang bekas, masih bersegel belum sama sekali pernah ku buka." Ucap grizella.


"Terimakasih grizella kau menyelamatkan ku malam ini." Sahut quita.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA..😊 MAMPIR JUGA YA KE KARYA KEDUA AKU SWEET GRILS..😊


__ADS_2