
3 hati kemudian. Grizella dan daniel mau kembali ke italia tetapi kecelakaan terjadi dengan grizella dan hampir membunuh bayi dalam kandungannya.
Saat pagi tiba semua pelayan membersihkan rumah. Grizella di tinggal daniel sebentar ke kamarnya grizella hendak ke dapur ingin minum.
Ia melihat tulisan menuju ke dapur sudah kering ia berjalan seperti biasa saja saat ia melangkah ia terpeleset dan semua pelayan sangat panik mereka langsung berteriak dan minta tolong.
Daniel mendengan teriakan grizella langsung berlari keluar secepat mungkin. Laura dan miko pun langsung turun semua orang panik.
"Aakkhh perut ku.. Hikss.. Perut ku sakitt.. Hiks.." Tangisan grizella tiada henti.
Geano langsung menelpon dokter park. Untung saja saat itu memang dokter park ingan memeriksa lagi linetta jadi ia datang sebelum geano menelpon.
Dokter park langsung berlari menuju grizella.
"Cepat angkat dia ke kamar." Ucap dokter park.
Mereka langsung mengangkat grizella ke kamar. Laura berdiri di tiang dekat kamar grizella lalu bibir laura tersenyum sedikit saat melihat grizella melewati dirinya. Grizella pun menatap laura dengan wajah kesakitannya.
"Semua cepat kemari." Ucap linetta sangat marah. Lalu semua pelayan berkumpul.
"Siapa yang bisa menjelaskan semua ini..!!" Lanjut linetta.
"Tidak ada yang berbicara. Baiklah..!! Siapa yang bertugas disini." Linetta menunjuk tempat grizella jatuh.
"Sa.. Sa.. Sayaa... Nona." Ucap pelayan B dengan menggetar.
"Mengapa bisa seperti ini. Apa kau hendak membunuh bayinya? Siapa yang membayar mu? Berapa tahun sudah kau berkerja di sini? Mengapa kau melakukan ini?" Ucap linetta tak tega.
"Hikss.. Ma.. Maa.. Maaff nona tapi saya betul-betul tidak mengetahuinya." Ucap pelayan itu sambil bersujud.
"Lalu apa semua ini? APA..!!!" Bentak linetta yang sudah tak tahan.
"Saya.. Betul-betul nona saya sudah menaruh peringatan disitu tetapi saya tidak tau mengapa bisa terganti." Pelayan membela diri.
"Ma.. Ma.. Maaf sebelumnya nona tapi yang ia katakan itu betul. Bukannya saya membelanya tapi saya melihat dengan mata kepala saya sendiri dia memberikan peringatan tersebut." Ucap pelayan A.
__ADS_1
"Saya juga melihatnya nona." Sahut pelayan C.
"Lalu apa semua ini. Tidak mungkin ia berpindah sendiri." Ucap linetta.
"Ayo kita lihat cctv itu akan membuktikan semuanya." Saran geano.
Mereka pun menuju ruangan cctv tapi saat mereka memeriksa rekaman cctv tersebut. File rekaman tersebut rusak tidak bisa dibuka.
"Apa-apa semua ini? Mengapa bisa seperti ini?" Ucap linetta semakin bingung.
"Apa.yang terjadi? Mengapa bisa seperti ini?" Tanya miko kepada penjaga.
"Tidak tau tuan. Tadi saya hanya keluar ke wc sebentar dan teman saya mengambil makanan untuk kami makan tuan." Ucap penjaga tersebut.
"Salin filenya aku akan memperbaikinya sebisa ku." Ucap miko.
* * *
"Saya tidak bisa membiarkan anda berkerja disini sementara waktu. Ini gaji anda bulan ini dan biaya hidup anda untuk 3 bulan sampai saat itu anda akan beristirahat dulu berkerja. Sampai nona dan tuan mendapatkan bukti." Ucap kepala pelayan kepada pelayan B tadi.
"Baiklah. Saya mengerti." Ucap pelayan tersebut.
Saat pelayan keluar dari rumah linetta. Linetta menghentikannya lalu memeluknya.
"Aku percaya dengan anda. Tapi tunggu lah sebentar." Ucap linetta.
"Tidak apa-apa nona. Saya mengerti dan terimakasih sudah mempercayai saya." Ucap pelayan tersebut.
Dikamar grizella..
"Untungnya aku tepat waktu dan ia sangat beruntung memiliki kandungan yang sangat kuat. Bayinya tidak apa-apa hanya grizella syok dan membuat dirinya pingsan seperti ini." Penjelasan dokter park.
"Aku tidak membawa obatku jadi kau belikan obat ini diluar." Lanjut dokter park memberikan catatan kepada daniel.
Linetta dan miko pun masuk. Grizella juga sadar saat linetta masuk.
__ADS_1
"Kau tidak apa-apa?" Tanya linetta.
"Bayi ku.." Grizella memegang perutnya. Ia sangat lega melihat perutnya masih memiliki bayinya.
"Apa kau sudah gila tidak berhati-hati." Ucap linetta yang khawatir.
"Aku pun tidak tau kalau lantainya masih basah. Tertulis besar disitu SUDAH KERING, dan aku betul-betul sangat haus." Ucap grizella.
"Minumlah ini.. Aku membuatkan jus untuk mu." Ucap linetta.
"Apa ini tidak ada racunnya?" Candaan grizella mencium-cium dan memutar-mutarkan gelas tersebut.
"Apa kau sudah gila?" Ucap linetta.
"Hahaha.. Aku hanya bercanda. Bantu aku bangun uhh.. pinggang ku rasanya sangat sakit." Ucap grizella. Linetta oun membantunya duduk.
"Hmm.. Aku sudah memecat pelayan yang membuatmu jatuh." Ucap linetta sembari menundukkan kepalanya karena sedih.
"HEEII.. KAU SUDAH GILA..!!" Ucap grizella dengan nada tinggi. Kata-katanya membuat miko dan dokter park menatapnya.
"Bisakah kau menjaga kata-katamu saat kau mengandung. Sudah ku bilang itu tak baik untuk bayi mu." ucap dokter park.
"Baiklah aku hanya terkejut." Sahut grizella.
"Kau sudah gila memecat pelayanmu yang sudah berkerja bertahun-tahun." lanjut grizella.
"Itu.. Semua bukan karena pelayan mu tetapi karena lau.." Linetta langsung menutup mulut grizella.
"Bisakah kalian keluar sebentar ada yang ingin ku bicarakan dengan grizella." Ucap linetta.
"Urusan wanita kalian mengerti kan." sambung linetta. Miko dan dokter park pun keluar.
"Aku dan miko memeriksa cctv tetapi filenya tiba-tiba rusak yang lebih anehnya file yang rusak itu hanya saat kau hendak terjatuh." Ucap linetta.
"Aku yakin itu pasti ulahnya. Bahkan saat aku si bawa ke kamar dia tersenyum melihat ku kesakitan. Sebenarnya apa yang ia inginkan?" Ucap grizella yang mulai kesal dengan perilaku laura.
__ADS_1
"Aku memiliki ide. Bagaiman kalau kita......" Ucap linetta.