
Linetta menembak ke arah miko dan mengenai telinganya sedikit. Linetta tidak bisa berkata-kata lagi, ia terduduk dan menangis.
"Aaakkkhhhh...."
DOR.. DOR.. DOR.. Linetta menembak secara acak sampai pelurunya habis.
"Berikan pistol mu cepat.."
"Cepat berikan!!"
"Cepat....."
Linetta berteriak kepada semua pengawal yang ada di dekatnya, dia juga menggoyang-goyangkan dan juga memukul para pengawalnya karena tidak memberikannya pistol.
Kemudian dokter park telah tiba, dia bergegas menuju kamar linetta. Sesampainya dikamar linetta dokter park menyuruh pelayan membersihkan kaca-kaca disekitar linetta terlebih dahulu.
"Beri aku jalan." Dokter park menghampiri linetta.
"Line.. Liat aku.."
"Line.." Linetta menoleh.
"Kemari." Dokter park mengulurkan tangannya.
"Apa kau akan memberikan ku pistol?" Linetta mulai mendekatinya.
"Apa pun yang kau mau akan ku berikan. Kemarilah.." Linetta mendekati dokter park.
Saat di perjalanan dokter park sudah menyiapkan suntikan penenang untuk linetta, saat linetta sudah di dekat dokter park, dia langsung memeluk linetta lalu menyuntikkannya.
"Pegang dia, bawa dia ke kamar lain aku akan mengobati mereka dulu." Dokter park memberikan linetta kepada daniel daniel pun membawa linetta yang sedang pingsan.
"Apa-apaan kalian ini? Kau sudah tidak mencintai linetta segera tinggalkan dia. Lalu kau laura, apa kau bosan hidup? aku tak tau apa yang ada dipikiran kalian." Dokter park sangat marah.
"Tapi.. Aku tidak tau apa yang sedang terjadi, aku tidak sadar saat mendengar pistol linetta aku sudah melihat diri ku tidak menggunakan pakaian dan lauraa... aaakhhh.." Miko tidak bisa berpikir apa-apa.
"Aku tidak banyak waktu untuk kalian. Aku hanya memberikan dosis kecil kepada linetta dia akan segara bangun." Dokter park mengobati luka laura dan miko.
Dokter park sudah selesai mengobati laura dan miko, dia langsung bergegas melihat linetta.
"Aku tinggalkan mereka dan urus mereka dulu. Aku harus berada di samping linetta." Ucap dokter park berpapasan dengan quita.
"Baiklah, tolong jaga linetta sementara." Quita langsung menuju kamar linetta.
"Gunakan bajumu." Quita melemparkan pakaian kepada laura.
__ADS_1
"Lalu kau miko jangan mendekati linetta untuk sementara waktu."
"Aku bisa menjelaskannya quita, aku tidak tau apa-apa."
"Aku tau tapi linetta sekarang bukan linetta yang kita tau, emosinya tidak bisa di kontrol sama sekali. Kumohon biarkan dia tenang dahulu." Quita memohon kepada miko.
"Quita.. Aku tidak melakukannya. Aku berani bersumpah quita." Miko mulai menangis.
"Aku tau mik, daniel sedang memeriksa cctv kita bisa liat di mana letak masalahnya dan apa yang harus kita lakukan."
"Cctv?" Laura terkejut.
"Ada apa laura, apa kau lupa dirumah ini banyak cctv. Ohh.. kami lupa memberitahukan mu kalo kamar linetta juga ada cctvnya dan aku kesini tidak hanya memberikan baju tapi juga mengambil rekaman tadi." Jelas quita.
Quita pun mengambil cctv kecil yang tersimpan di sudut ruangan tdi sela-sela lemari linetta. Laura sangat terkejut melihat hal itu.
"Berikan pada ku quita." Laura hendak merampas rekaman tersebut.
"Apa kau melakukan kesalahan? sampai terkejut seperti itu."
"Berikan quita."
"Quita aku akan mengusir mu jika kau tidak membelikannya kepada ku sekarang."
PLAKK... Quita menampar laura hingga terduduk dan mengeluarkan sedikit darah di ujung bibir laura.
"Aku memang tidak memiliki hubungan darah dengan keluarga ini, tapi aku tidak pernah mengkhianati mereka seperti keluarga mu."
"Dan satu lagi saham ku lebih banyak dari pada dirimu, kamu disini karena mami yang terlalu baik membolehkan mu."
"Kau hanya rumput liar yang berada di sebuah tanaman bunga yang indah."
Quita sangat-sangat kesal hingga dia berkata kasar seperti itu.
"Tidakk.... Aakkhhh..." Laura sangat tidak terima dengan perkataan quita.
"Akan ku bunuh kau quita." Laura berdiri dan mendorong quita. Seketika quita reflek menghindar dan memukulnya hingga pingsan.
*
Linetta pun sadar dia langsung berdiri dan segera keluar, saat sampai pintu daniel menghalanginya. Linetta sangat ngamuk, untung saja efek obatnya masih ada jadi pukulan yang di buatnya tidak ada rasanya.
"Lepaskan dia, biar aku yang mengurusnya." Ucap dokter park yang baru masuk.
"Baiklah. Aku serahkan dengan kau, jaga dia baik-baik.
__ADS_1
"Tentu." Dokter park memeluk linetta, lalu membawanya ke kasur.
"Line.. Lihat aku."
"Line..." Linetta menatap dokter park.
"Hiks..Hiks.. Apa yang harus ku lakukan? Ini sangat sakit.. Hiks.." Linetta tidak tahan lagi.
"Menangislah. Aku berada di sisimu line.."
"Akkh.. Hikss.. Ini sangat sakit.." Linetta memukul-mukul dada dokter park, dokter park tetap memeluknya dengan erat.
Beberapa saat kemudian dokter park pun keluar. Semua menunggu di luar dan sangat khawatir.
"Apa dia baik-baik saja?" Tanya quita yang menangis dari tadi di pelukan kenzo.
"Biarkan aku masuk." Miko hendak masuk, tetapi di tahan dokter park.
"Maaf miko untuk saat ini linetta tanggung jawab ku dan aku tidak akan membiarkan kau menemuinya."
"Tapi aku harus menjelaskan semuanya..."
"Miko ku mohon.." Dokter park menahan miko yang bersikeras ingin masuk.
"MIKO!!!" Geano menghampiri miko.
BUUG... Geano meninju miko.
"Kau apakan kakak ku?" Miko mencengkram kerah baju miko.
"Aku sangat mempercayai menjaga kakak ku tapi apa semua ini."
"Menjauhlah dari dirinya mulai sekarang dan kau bukan kakak ku lagi." Geano mendorong miko lalu masuk melihat linetta.
"AAKKKHHH...." Miko terduduk dan menangis, dia sangat menyesal dan tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang.
*
*
*
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA..😊 MAMPIR JUGA YA KE KARYA KE DUA AKU SWEET GRILS😊...
*
__ADS_1
*
*