My Lady Is The Mafia 1&2

My Lady Is The Mafia 1&2
Lamaran quita


__ADS_3

"Sepertinya kau harus segera di rawat linetta." ucap quita yang keberatan membawa tas belanjaan linetta.


"Arrghh... Akhirnyaa semuanya sudah dapat." Linetta membuka bagasi mobil.


"Mau kau apakan semua barang mu itu?" tanya quita.


"Ntahlah.. Mungkin nanti dibutuhkan." linetta menghidupkan mobil. Merekapun pulang.


Di apartemin miko


"Dari mana saja kalian jam segini baru pulang?" miko bernada tinggi. Linetta hanya mengangkat bahunya lalu naik ke atas. Miko langsung menyusul linetta.


"Dari mana saja kau." ucap kasar cenzo.


"Aku menemani linetta berbelanja. Mengapa kau kasar sekali?" quita bertambah kesal. Ia pun menghampas tas yang ada ditangannya lalu pergi ke kamar.


Di kamar miko.


"Apa kau marah?" tanya miko dengan nada lembut.


"Ntahlah." jawab dingin linetta.


"Kenapa kau seperti ini jika kau tak marah hah?" miko bersuara tinggi lagi.


"Mengapa kau membentak ku." linetta langsung memalingkan badannya.


"Aku tidak membentak mu. Bukan begitu maksudku." miko bersuara lembut lagi lalu duduk di samping miko.


"Terus apa?"


"Sebenarnya...." miko menceritakan sesuatu kepada linetta.


"Apakah itu benar?" linetta tak percaya.


"Iya aku berkata jujur sumpah." miko menunjukan 2 jarinya.


"Baiklah aku percaya. Tetapi mengapa kau mengikut-ikutkan ku hah? Apa kau sedang bersenang-senang?"


"Bukan begitu. Aku tak ada pilihan agar tak ketahuan. Maafkan aku hmm.. yaa.. yaa..." miko langsung berbah di paha linetta memasangkan muka imutnya.


"Baiklah aku akan percaya."


"sudah tak marah lagi?"

__ADS_1


"Hmm iyaa.." linetta tersenyum. Miko bangkit dari paha linetta lalu memegang wajah linetta dan mulai mendekati bibir linetta.


Tetapi linetta memberhentikan miko dengan menahan muka miko.


"Ambilkan barangku di bawah. Sepertinya quita sedang marah ia tak membawakan belanjaan ku." ucap linetta.


"Huuff..." miko menghelah napas lalu keluar untuk mengambil barang linetta. Saat miko kembali ia melihat linetta sudah tertidur pulas.


Ia pun membaiki posisi linetta dan menyelimutinya.


Ke esokan paginya. Miko deluan bangun lalu memeluk linetta dari belakang.


"Kau sudah bangun." ucap linetta yang terbangun.


"Apa aku membangunkan mu?" tanya miko.


"Hmm tidak kok." Linetta membalikan badannya lalu mengecup kening miko.


Merekapun turun untuk sarapan. Quita terlihat sangat kesal.


"Argghh.. badan ku sakit semua." ucap cenzo sembari memijat tangan dan pundaknya.


"Apa kau dihajar quita?" tanya linetta panik.


Mereka makan dengan suasana yang sepi sunyi karna quita sedang marah.


"Quita temani aku ke toko depan." ajak linetta. Quita hanya diam tidak menjawab lalu keluar mengikuti linetta. Quita menunggu linetta di depan aparteman.


"Nah." Linetta menyodorkan minuman.


Beberapa saat kemudian merekapun pulang.


Di depan apartemen miko


"Quita tunggu dulu." menahan quita.


"Apalagi!!" quita mulai kesal.


"Tidak. Rambutmu berantakan. Pakailah ini." linetta merapikan rambut quita lalu mengoleskan lipstik sedikit dibibir quita.


"Apa-Apaan kau ini." quita menepis tangan linetta.


"Masuklah." ucap linetta tersenyum. Quita membuka pintu.

__ADS_1


Dorr.... Suara letusan balon. Ternyata cenzo menyiapkan lamaran untuk quita dengan rangkaian bunga mawar dilantai, di iringi dengan musik yang romantis dan di depan tatapan quita cenzo menunggu.


Quita terkejut dan juga terharu melihat tulisan WILL YOU MARRY ME di tumpukan bunga mawar tersebut. Lalu ia menghampiri cenzo dengan perlahan.


Saat ia mulai dekat dengan cenzo,venzo langsung menekuk satu lulutnya dan membuka kotak cincin.


"Maukah kau menikah denganku quita." ucap cenzo dengan tampan.


"Apa-apaan semua ini hiks.." quita mulai menangis.


"Maaf sudah membuatmu marah. Bisakah kau memberika tanganmu lutut ku mulai sakit." ucap cenzo.


"Isshh.. Kau ini." quita menjambak rambut cenzo lalu menyodorkan tangannya. Cenzo pun memasangkan cicin ke tangan quita lalu mereka berpelukan dengan quita yang menangis bahagia.


"Jika aku jadi kau, biarkan saja dia belutut sampai seminggu,sebulan atau setahun karna telah mengerjaiku." ucup ketus linetta yang menuju masuk kedalam rumah dan melewati cenzo dan quita yang sedang berpelukan.


"Hehehehe.. lanjutkan saja kalian,kami akan meninggalkan kalian." ucap miko menarik linetta naik keatas.


Dikamar miko


"Aishh... Apa-apakan kau ini." linetta menepis tangan miko.


"Mereka sedang bahagia malah kau bicara seperti itu."


"Memangnya salah tidakkan jika ia ingin melamar yaa bicara langsunah tak usah membuat quita seperti itu."


"Aishh.. kau ini tak pekaan sekali maksu.."


Tokk.. tok.. tok.. ucapan miko terhenti karna ada yang mengetok pintu.


"Turunlah. Kami akan minum,tidak seru kalo hanya kami berdua." ucap cenzo dari luar.


"Baiklah kami akan menyusul." jawab miko.


"Kau saja yang turun aku tidak." linetta langsung duduk di kasur.


"Yaakk.. Kau ini saudarimu sedang bahagia kau malah sepertiin. Jika kau tidak turun pasti ia akan merasa sedih." bujuk miko.


"Baiklah." ucap terpaksa linetta. Merekapun turun.


Sebenarnya linetta bukan tak ingin ikut meranyakan tetapi ia takut tergoda dengan minuma tersebut ia takut akan mabuk parah dan melakukan hal yang tidak-tidak.


Sesampainya linetta dan miko,mereka langsung merayakan hal tersebut dan minum. Linetta yang tak tahan dengan hal tersebut langsung ikut minum-minum juga.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan votenya😊


__ADS_2