
Di dalam mobil Arka.
"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Arka.
"Antarkan aku ke rumah sakit," ucap dingin Yuki, lalu menyenderkan badannya ke arah pintu mobil membelakangi Arka.
"Hmm.. Baiklah, tetapi kau harus ganti baju dulu, kau sangat basah nanti bisa masuk angin."
"Terserah."
"Baiklah nanti akan ku belikan baju untukmu." Arka pun segara melajukan mobilnya.
Di dalam restoran.
"Apa kau tidak apa-apa Dar?" tanya temannya sembari membatu membersihkan tubuh Dara.
"Ahh.. Aku baru ingat dia cucu pertama dari keluarga Cosa dan restoran ini di belikan neneknya karena dia sering makan di sini. Namanya.. Ee.. Yuki iya Yuki.." ucap teman Mark.
"Bukannya mereka seorang mafia," sahut temannya yang lain.
"Aku dengar sih begitu, tetapi kekuasaan mereka tidak sekuat di italia, hampir seluruh tanah di italia itu kekuasaan keluarga Cosa."
"Bukannya perusahaan mereka selalu bersaingan dengan perusahaanmu Mark?"
"Tidak kami tidak pernah bersaing kami berkerja sama, karena kami sering bergantian di peringkat satu di setiap tahun makanya orang kira perusahaan kami bersaing," sahut Mark.
"Maaf sudah membuat malam ini kacau, lain kali aku akan mentraktir kalian untuk meminta maaf atas hal malam ini. Kami akan pulang deluan," sambung Mark menarik Dara ke mobil.
Di apartemen Mark.
"Apa yang sudah kau lakukan Dara? Kau dengar dia cucu dari keluarga Cosa. Kau taukan perjuanganku tidak akan sesukses ini tanpa perusahan Cosa."
"Tapi dia yang deluan mencari masalah denganku dan kau!! Kau terus saja menatapnya. Kau telah berubah Mark."
"Apa yang kau katakan? Aku adalah aku. Apa yang membuatmu menggila seperti ini."
"Aku hanya takut kehilangan dirimu Mark hiks.. Dia mengatakan kalau kau tidak mencintaiku lagi hiks.. Aku hanya tidak mau kau meninggalkanku Mark hikss.. Hiks.."
"Maafkan aku," ucap Mark memeluk Dara yang mengeluarkan air mata tak henti-henti.
"Maafkan aku. Aku membuatmu menangis. Tenanglah." Mark membelai kepala Dara.
______________
Beberapa saat kemudian Arka kembali dari butik untuk membelikan Yuki pakai ganti dan segera melajukan mobilnya lagi menuju ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit Yuki menatap Arka.
"Oke. Aku tidak akan memberi tahukan Tante Linetta tentang hal tadi dan kau akan menginap lagi di sini. Apakah itu yang ingin kau ucapkan?"
Yuki menganggukkan kepalanya. "Berikan aku pelukanmu," pinta Yuki.
Arka tersenyum lalu memeluk Yuki dengan erat sembari mengelus rambut Yuki.
"Baiklah. Aku akan turun, hati-hati di jalan. Bye bye." Yuki berlari memasuki rumah sakit. Arka menghela napasnya lalu melajukan mobilnya kembali ke rumah.
__ADS_1
___________
π : Yuki bemalam lagi di rumah sakit, bisakah sebelum pulang kau melihatnya dahulu.
π : Tentunya.
Linetta menelpon Dokter Park karena mendengar Yuki tinggal di rumah sakit lagi. Dokter Park membawakan Yuki selimut, lalu mengangkat Yuki yang tidur di kursi lalu memindahkannya ke sofa agar tidurnya lebih nyaman.
Dokter Park menatap Reno. Lalu berkata, "Bangunlah, jika kau terlalu lama tertidur Yuki akan di ambil orang lain." Dokter Park membenarkan selimut Reno. Jari Reno bergerak tapi tidak disadari oleh Dokter Park.
Seminggu kemudian Yuki mendatangi perusahaan sendirian untuk pertama kalinya. Saat hendak masuk dia di cegat oleh penjaga.
"Maaf Anda tidak diijinkan masuk tanpa membuat janji terlebih dahulu," ucap penjaga tersebut.
"Berapa tahun Anda berkerja disini?" tanya Yuki.
Penjaga tersebut hanya dia dan kembali menjaga pintu.
"Hah!! Kalian akan dipecat hari ini juga." Yuki mengambil ponselnya dan menghubungi Geano.
Ketika Yuki mengotak-atik ponselnya, beberapa mobil berwarna hitam datang. Ternyata itu adalah Mark, Mark memiliki rapat penting dengan Geano. Penjaga pintu mendorong Yuki hingga Yuki hendak jatuh, tetapi Mark menarik tangan Yuki sehingga tidak terjatuh.
"Lepaskan!!" ucap ketus Yuki menepis tangan Mark.
"Nona dia adalah mitra kerja perusahaan ini. Anda tidak boleh berkata kasar," ucap ketus penjaga.
"Apa kau ingin masuk? Mari bersamaku," tawar Mark.
"Tidak perlu. Pamanku akan menjemputku."
π : Baiklah Tuan Putri, paman segera turun.
"Kita lihat siapa pamannya?" bisik penjaga tersebut.
"Tetapi namanya sangat tidak asing," ucap penjaga satunya.
"Kau sangat keras kepala, tinggal masuk denganku apa bedanya," ucap Mark.
"Sangat berbeda!!" sahut dingin Yuki.
Geano bergegas turun, semua karyawan menyapa dan mempersiapkan beberapa makanan untuk Yuki.
"Ketua datang," ucap para penjaga pintu.
"Selamat siang Ketua. Ada yang bisa saya bantu Ketua?" sambung penjaga.
"Selamat siang. Tidak perlu saya hanya menjemput keponakan saya, katanya dia tidak diijinkan," sahut Geano.
"Paman.." Yuki berlari dan memeluk Geano.
Para penjaga sangat terkejut dan segera meminta maaf, Mark tersenyum melihat tingkah Yuki tersebut.
"Ohh.. Tuan Mark. Anda sudah tiba, silahkan masuk kami sudah menunggu anda," ucap Geano.
__ADS_1
Mereka pun masuk dan menggunakan lip pribadi untuk naik ke lantai atas.
"Apa kau mau paman pecat penjaga tadi?" tanya Geano.
"Paman!! Mereka sudah berkerja kepanasan dan kehujanan tapi paman hendak memecat mereka hanya hal sepele. Paman sangat tidak berperasaan, bagaimana tante bisa menyukai paman seperti ini hmm?" Yuki menggelengkan kepalanya.
"Ho'oh.. Sekarang Yuki sering berkata kasar yaa.."
"Hehe.. Siapa dulu mama Yuki?"
"Linetta.." ucap Yuki dan Geano bersamaan.
"Haaaciimmm..." Linetta bersin. "Sepertinya ada yang membicarakanku."
"Hahaha..." Mereka tertawa.
Mark terlihat sangat bahagia melihat Yuki tertawa lepas, seperti melihat dunianya yang selama ini dia impikan.
Ting!!.. Lip terbuka.
"Yuki tunggu di ruangan paman yaa, di sana ada sekertaris paman jika menginginkan sesuatu minta saja padanya."
"Oke paman. Sini Yuki berikan paman energi tambahan." Yuki memeluk Geano dengan sangat erat.
"Apa dia anaknya Ketua Linetta?" tanya Mark.
"Iya. Dia baru saja ada di sini, sekitar 2 tahuan mungkin aku sudah tidak mengingatnya. Dia sangat baik dan ceria tetapi saat kejadian itu menimpa.. Hmm.. Kau lihat dia ya g sekarang bukanlah dirinya yang sebenarnya.
Mark melihat wajah Yuki berubah seketika saat meninggalkan Geano, keceriaannya tiba-tiba menghilang. Di situlah Mark mengerti apa yang di maksud Geano.
"Hmm.. Aku hanya berharap Reno sadarkan diri secepatnya, agar Tuan Putri kami kembali seperri semula," ucap Geano sembari berjalan menuju ruang rapat.
Jgeeerr!!.. Suara petir terdengar keras. Hujan turun sangat deras seperti badai.
"Mengapa tiba-tiba hujan?" ucap Yuki melihat ke arah luar.
Jgeerr!!.. "Aaakhhh!!" Yuki teriak. Yuki terduduk, meneteskan air mata dengan pandangan kosong.
"Yuki!! Yuki!! Yuki apa kau mendengarkan paman?" ucap Geano. Mendengar suara petir Geano langsung berlari menuju Yuki, dia tau bahwa Yuki sangat trauma dengan suara petir.
Panggilan Geano tidak terdengar sama sekali oleh Yuki, pendengarnya mendengung dan pengelihatannya semuanya berdarah tangan serta semua orang berlumuran darah.
"Reno!!"
Hanya kata-kata tersebut terlontar dari bibir Yuki. Saat kilat mendatang Mark membuka jasnya lalu menutupi Yuki dengan sergap lalu memeluknya.
Deg.. Suara jantung Mark membuat Yuki tersadar. Yuki memegang dada Mark lalu memeluk Mark tanpa dia sadari kalau orang yang peluknya adalah Mark.
*
*
Jangan lupa tinggalkan jejaknya kakππ
__ADS_1
*
*