My Lady Is The Mafia 1&2

My Lady Is The Mafia 1&2
45


__ADS_3

Laura langsung turun dengan kekesalan yang ada di hatinya.


"Apa kau tadi melihat ada wanita yang menggunakan lif pribadi CEO miko?" Ucap karyawan A.


"Mungkin nona linetta."Sahut karyawan c.


"Bukan. Bukan nona linetta." Ucap karyawan A.


"Itu.. Itu.. Orangnya." Ucap karyawan A sambil menepuk-nepuk pundak teman sebelahnya.


"Wahhh... Cantiknya..." Ucap karyawan D.


"Tapi dia tak secantik nona linetta. Nona linetta tetap nomor 1." Sahut karyawan B dengan santai. (Penggemar linetta.)


"Aku setuju denganmu kawan." Ucap karyawan C.


"Pesan latte 1 sama.. Hmm.. Dua aja sudah lattenya." Ucap laura yang kebingungan.


"Oke tunggu sebentar." Ucap pelayan cafe.


Saat laura membalikkan badannya ia cukup terkejut melihat beberapa orang memandangnya. Ia menolah kekanan dan kekiri tetapi tidak ada orang sama sekali di sebelahnya. Jadi laura mengeluarkan senyumnya yang lebar dan menundukkan kepalanya sedikit lalu membalikan badannya lagi ke arah pelayan cafe.


"Latte 2."


"Terimakasih ambil saja kembaliannya."


"Tap.."


Belum selesai pelayan itu berbicara laura sudah pergi dengan tergesa-gesa.


"Jika kalian tidak percaya ayo kita lihat." Ucap karyawan A.


Mereka pun semua kembali ke kantor dan mengikuti laura saat di depan lif mereka menatap laura hingga laura maduk kedalam lif.


"Apa yang kalian lihat?" Ucap karyawan terdingin di perusahaan miko. (Panggil saja dia prince ice udah dingin ganteng lagi wkwk.)


"Ohh.. Kami melihat wanita barusan apa dia selingkuhan CEO miko?" Ucap asal karyawan A.


"Dia sepupu nona linetta. Jika kalian ingin kerja lebih lama tidak usah repot dengan urusan orang lain. Satu lagi kalian tidak masuk aku akan pergi." Ucap prince ice.


Karyawan dingin itu menutup pintu lif dan membuat karyawan lainnya tertinggal.


Sedangkan di ruangan miko, linetta terkejut seseorang memeluknya dari belakang dan itu adalah miko yang baru selesai rapat.


"Yaakk.. Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya linetta.

__ADS_1


"Tidak ada. Aku hanya memeluk mu dan mencium hmm.. hmm... hmm.." Miko menciumi pipi dan leher linetta.


"Hal apa yang membuatmu kemari? Apa kau merindukan ku?" Sambung miko.


"Siapa yang merindukan? Cihh.." Ucap linetta sambil tersenyum.


"Kemari lah.." Ucap miko yang duduk di kursinya lalu menarik linetta ke pangkuannya.


"Apa kau yang membersihkan semuanya?" Lanjut miko.


Linetta hanya menaikan alisnya dan tersenyum.


"Heyy... Lihatlah kemari." Miko memegang wajah linetta dan menghadapkan ke wajahnya.


Mereka bertatap-tatapan dan tersenyum, mata hanya miko tertuju dengan bibir linetta yang mungil.


"Apa kau akan melakukannya disini?" Ucap linetta.


"Mungkin." Sahut miko lalu menutup semua kaca di ruangannya.


Mereka mulai berciuman, miko terus menghisap bibir linetta begitu pun linetta.


"Aahhhmm.." Linetta mengeluarkan suara desahan.


Linetta menjelajahi leher miko lalu kembali lagi ke bibir miko. Laura yang tidak tau dan tidak memperhatikan ruangan miko yang tertutup ia langsung masuk tanpa mengetok pintu.


Linetta dan miko ikut terkejut saat mendengar sesuatu yang jatuh. Linetta langsung melihat ke belakang.


"Ohh.. Maaf ku kira miko belum kembali." Ucap laura.


"Sekali lagi maaf. Lanjutkan saja aku akan menunggu di luar." Lanjut laura lalu pergi keluar.


"Sudah ku katakan.." Ucap linetta sembari memukul-mukul dada miko.


"Aakkhhh... Hehehe.. Maafkan aku. Itu hanya laura, apa kau malu?" Ucap miko.


"Laura itu juga manusia, bukan beda. Jelaslah aku malu." Sahut linetta berdiri dari pangkuan miko.


"Ayo kita pulang dan lanjutkan dirumah." Miko menahan linetta.


"Oke.. yaa.. yaa.. Kumohon.. yaa.." Pinta miko dengan wajah imut.


"Baiklah.. Lepaskan aku.. Dan pakai bajumu dengan benar." Linetta melemparkan dasi miko.


Di dalam lif.

__ADS_1


"Aaarrrggghhhh...." Laura berteriak.


"Apa ini permainan mu linetta? Jika kau ingin seperti itu aku akan ikuti permainan mu Aarrrkkhh..." Laura memukuli lif.


Laura langsung menuju ke mobil. Beberapa saat kemudian linetta pun masuk ke mobil juga.


"Kita akan kemana nona.? Ucap supir.


"Pulang. Kita pulang sekarang." Sahut linetta dengan bersemangat.


Laura hanya diam tidak mengeluarkan suara sama sekali.


"Laura.." panggil linetta.


"Kenapa?" sahut dingin laura.


"Ee.. Tadi.. Ee..."


"Iya tidak apa-apa. Lebih cepat sedikit pak aku lelah." Ucap laura ketus.


Supir pun melaju dengan kecepatan yang sedang karena perusahaan miko dan rumah linetta tidak terlalu jauh jadi sampai dengan cepat.


Saat sampai laura langsung turun dari mobil dan bergegas ke kamarnya tanpa menyapa siapa pun.


"Mami aku pulang." Ucap linetta berlari menuju kamarnya.


Semua orang bingung linetta menyapa mami tapi mami tidak ada di ruangan itu hanya ada grizella,daniel,cenzo dan quita


Beberapa saat linetta naik, miko pun pulang. miko pun bergegas menuju ke atas ia membuka jas dan kancing lengan bajunya saat menaiki tangga.


Grizella dan quita bertatapan lalu tersenyum dan tertawa. Daniel dan cenzo pun begitu.


Saat miko masuk linetta hanya menggunakan handuk ia baru selesai mandi.


"Miko jangan mendekat. Mandi dulu." Ucap linetta.


"Tapi.. Ayo lah nanti kita mandi lagi oke." Ucap miko.


Karena miko tidak sabaran miko langsung memeluk dan menciumi linetta dari lehernya hingga ke bibirnya. Linetta pun terbawa suasana ia mulai melepaskan kancing baju miko dan ikat pinggang miko.


Miko membawa linetta ke kasur tanpa melepaskan ciuman mereka. Miko pun berada di atas linetta, miko melepaskan ciumannya lalu menggenggam tangan linetta.


"Aku mencintaimu linetta." Ucap miko.


"Aku juga mencintaimu miko." Sahut linetta.

__ADS_1


Lalu miko mencium linetta lagi dan mereka pun melakukannya.


Sebentar lagi tamat ya.. Jika ingin season 2 komen yaa😊,, Jangan lupa Like dan votenya 😊


__ADS_2