
"Awalnya aku memang tak suka dengan linetta karena kalian seorang mafia aku takut miko kenapa-kenapa. Tapi aku sekarang takut linetta kenapa-kenapa karena wanita itu." Ucap Grizella.
"Lauraa..."
"Iyaa... Aku kenapa dokter park." Ucap laura yg datang tiba-tiba.
Grizella dan dokter park terkejut lalu melihat ke belakang.
"Aku kenapa? Aku mendengar kau mengucapkan nama ku." Sambung laura.
Tiba-tiba grizella berdiri lalu mendekati laura.
"Kau berbau busuk." Bisik grizella.
Kata-kata grizella membuat laura marah, ia menatap grizella dengan tajam, laura menggenggam tangannya sangat kuat.
"Hei.. Hei.. Masuk lah grizella tidak baik untuk kandungan mu jika kau seperti ini." Ucap dokter park melerai mereka.
Grizella menatap laura dengan tersenyum sembari mengangkat alisnya, lalu grizella pergi dengan menyenggol laura sedikit.
Kesal laura tambah menjadi-jadi, ia menggenggam tangannya sangat keras.
"Tunggu saja kau grizella, kau tidak akan lama dirumah ini." Ucap laura dalam hati.
* * *
"Ouhh... Darimana kau pagi-pagi begini?" Tanya daniel.
"Ohh.. Tadi aku menanyakan tetang kehamilanku dengan dokter park. Yaa.. kan.." Ucap grizella tersenyum.
"Hmm.. Ohh.. Iya-iya." Sahut dokter park.
"Aku naik ke atas dulu, aku akan mengecek linetta dulu." Sambung dokter park.
Sarapan pun tiba semua orang sudah di meja makan. Mereka tertawa bahagia berbincang-bincang.
"Ahhh.. Tak sabar aku ingin menjadi tante." Ucap linetta.
"Uuhh.. Aku pun ingin di panggil paman sudah ini." Lanjut geano.
__ADS_1
"Oohhoo.. Dia masih muda kalian harus banyak bersabar lagi." Sahut daniel memegang perut grizella.
"Kau harus berhati-hati dengan kandungan mu. Umur kandungan mu saat ini sangat rapuh, kau harus memperhatikan kesehatan dan makanan mu." Ucap dokter park.
"Hmm.. Baiklah. Terimakasih." Ucap grizella.
Laura memandang grizella dengan senyuman yang sangat aneh.
"Pelayan.. Nanti malam siapkan saja makanan, jika kami telat datang sebelum jam makan malam makan saja kalian ya.." Ucap mami.
"Mami hendak kemana?" Tanya geano.
"Ohh.. Ee..Ee.. Mami mau ke mall dengan grizella iya kan?" Ucap mami aneh.
"Ohh.. Iya.." Sahut grizella cepat.
"Ohh baiklah.." Ucap geano.
Semua orang sudah pergi berkerja tinggal mami dan grizella dirumah. Tak lama kemudian miko,cenzo dan quita pun datang membawa barang sangat banyak.
Tak terasa sudah jam 7 malam. Linetta,laura dan geano pun pulang dari kerja. Linetta melepaskan hak tingginya, ia sangat lelah memakai sepatu seperti itu. Kakinya sampai lecet parah.
"Geano telepon mami atau grizella kapan mereka pulang? Dan berapa mereka membawa pengawal? Lalu miko membelikan aku obat untuk lecet ku atau kau hubungi langsung dokter pak." Ucap linetta tiada titik komanya.
"Uhh.. Kakak ini berbicara sangat cepat. Aku bingung hendak memulai dari mana." Ucap geano.
"Aku akan menelpon miko." Sahut laura.
Kata-kata laura membuat linetta berhenti berjalan.
"Kak.. Kenapa?" Tanya geano.
"Tidak apa-apa." Sahut linetta lalu lanjut berjalan lagi.
Saat membuka pintu rumah linetta sangat gelap tapi linetta hanya jalan tak memperhatikan apa yang sedang terjadi. Sampai ia menabrak sesuatu di depannya.
"Aakkhh.. Apa ini? Mengapa rumah ini sangat gelap? Apa kita salah masuk rumah?" Ocehan linetta.
Lalu seseorang menghidupi lampu. Linetta menuntup matanya karena terlalu terang. Saat ia membuka matanya pengeliatannya sedikit kabur ia melihat seseorang di depannya dengan berpakaian sangat rapi. Ia menggosok-gosok lalu melihat lagi
__ADS_1
Ternyata miko yang berada di depannya. Miko yang lainnya sudah merencanakan semuanya selain geano dan laura sama sekali tidak mengetahui hal itu.
Linetta sangat terkejut samapi menjatuhkan tas,sepatu dan jas yang ia pegang. Matanya mulai berkaca-kaca melihat miko memegang sebuah cincin. Miko pun mendekati linetta.
"Mau kah kau menjadi pendamping hidupku." Ucap miko.
Linetta meneteskan air matanya. Hiikkss... Hikss... hiks... Linetta menangis lalu ia tak kuat dengan semua ini,lalu ia jongkok sembari menangis.
Semua orang tertawa melihat kelakuan linetta.
"Apa kau ditolak?" Ucap dokter park.
"Jika kau ditolak aku juga membawa cincin untuknya." Lanjut dokter park.
"Sepertinya aku benar-benar di tolak." Sahut miko.
Linetta berdiri lalu merampas kotak cincin yang di pegang miko.
"Apa kau bodoh hiks.. Kau membuat ku malu.." Ucap Linetta.
"Simpan kembali cincin mu. Karena kau tidak ada harapan lagi." Ucap miko menurunkan kotak cincin dokter park.
Semua orang tertawa melihat kelakuan miko dan dokter park. Quita dan grizella memeluk linetta turut bahagia. Laura hanya menatap dengan wajah datar, ia meninggalkan semua orang yang sedang berbahagia. Geano melihat laura pergi, ia mengerti perasaan laura.
"Ahh kalian tak asik.. Mengapa aku tidak di beritahukan? Aku sangat marah." Ucap geano meraju.
"Maafkan kami yaa.. Mami lupa memberitahukan mu maaf yaa.." Ucap mami memeluk geano.
Mereka semua tertawa bahagia linetta tidak berhenti menangis ia tidak bisa berkata-kata selain menangis. Sedangkan laura ia menghambur barang-barang di kamarnya ia tidak terima.
Ia menangis dan mengamuk, ia berpikir hanya dia di dunia ini yang tidak bisa memiliki apa yang ia inginkan.
Beberapa saat kemudian laura pun keluar kamarnya lalu ikut makan bersama.
"Ohh.. Laura kau dari mana saja. Sini cepat duduk." Ucap mami.
"Ohh.. Ee.. Ee.. Tadi laura habis mandi mam." Ucap laura gugup dengan senyum terpaksa.
Laura sangat merasa berat duduk makan bersama linetta dan miko karena hal tersebut. Ia menahan semua dengan senyuman palsunya. Tetapi semua orang sangat bahagia dan berbincang dengan ceria.
__ADS_1