
"Hari itu membuat diriku sangat-sangat hancur, semua yang telah ku jaga dan ku percaya menjadi pudar. Aku ingin hari itu tiada, aku ingin saat hari itu waktu berhenti dan melewati hari itu tanpa kejadian itu." yang ada di pikiran linetta saat itu.
"Keluar semua. KELUARR!!!!" Bentak linetta.
"Aku bisa menjelaskannya. Bahkan mami juga melihat bukan seperti itu kejadiannya." Miko menahan linetta.
"Jika kau tidak keluar. Aku akan keluar..!!" Ucap ketus linetta.
"Sayang.. Kau salah paham dengan dirinya." Mami hendak menjelaskan.
"Cukup mami. Jika mami sayang sama linetta, pasti mami mengerti linetta tetapi bukan dirinya." Ucap linetta.
Linetta keluar dari kamar dengan membawa koper besar berserta paspornya.
"Linetta kau mau kemana?" Tanya miko.
"Jangan pernah menyebutkan nama ku lagi dari mulutmu itu." Sahut linetta.
Saat menuju keluar laura berada di tiang depan kamar grizella, linetta menghampiri laura lalu PLAKK!.. Linetta menampar laura hingga jatuh.
Kring... Kring... Kring... Alarm berbunyi.
"Kau sudah bangun?" Tanya miko.
"Berikan aku 5 menit lagi, peluk aku." Ucap linetta.
"Baiklah. Tidurlah lagi." Miko memeluk linetta dengan erat.
Linetta masih tertidur pulas sedangkan miko sudah selesai mandi dan mengenakan pakaian. Miko sudah siap berangkat kerja.
"Sayang.. Bangun hari ini terakhir kau menjadi ketua. Kau harus membuat momen indah dengan karyawan mu." Ucap miko sembari mengelus rambut linetta.
"Jam berapa ini?" Ucap linetta tanpa membuka matanya.
"Jam 8 hendak jam 9." Miko tersenyum.
"Kyyaaa... Aku sangat terlambat. Mengapa kau tidak membangunkan ku?" Linetta langsung bangun dan mengambil handuk.
"Ini baru jam setengah 7." Ucap miko dengan senyuman lebar.
"Yaaakkk... Kau mau cari mati atau apa?" Ucap linetta menghampirinya lalu memukulnya dengan handuk.
"Wkwk.. Kemaren kau juga bilang 5 menit lagi 5 menit lagi akhirnya terlambat jadi.. yaa.. ini agar kau bangun lebih cepat." Jelas miko.
__ADS_1
"Kau ini sangat jahat." Ucap linetta yang di peluk miko.
"Nahh lepaskan aku akan mandi lalu kita sarapan." Lanjut linetta.
"Bentarr.. Kau tak ingin ku mandikan?" Ucap miko dengan senyuman yang nakal.
"Apa yang kau bicarakan? Membuatku malu saja, lagian kau sudah mandi wlee..." Sahut linetta dengan menjulurkan lidahnya lalu berlari ke kamar mandi.
Di perusahaan COSA.
"Baiklah. Rapat selesai dan terimakasih untuk semuanya telah membimbing saya dalam beberapa hari ini. Setelah ini CEO Geano yang akan mengambil ahli perusahaan." Ucap linetta.
"Selamat telah menjadi ketua." Bisik linetta dengan geano.
"Terimakasih kak sudah mempercayaiku." Sahut geano.
* * *
"Jangan pulang dulu kita mampir ke mall dulu." Ucap linetta tiba-tiba.
"Baik nona." Sahut supir.
Sesampainya di mall linetta turun sendiri saat sudah kembali linetta mengganti pakaiannya dan seperti linetta awal yang bertemu miko.
"Ohh.. Aku mau ke perusahaan miko kalo kau ingin pulang terlebih dahulu tidak apa-apa." Sahut linetta.
"Ke perusahaan dulu ya baru pulang." Linetta menepuk pundak supirnya.
"Baik nona." Sahut supir tersebut.
Laura terdiam seketika ia hanya menatap ke luar jendela sampai tiba di perusahaan miko.
"Laura.. Lauraa.. LAURAA!!" Panggil linetta.
"Hmm.. Ohh iya kenapa line?" Sahut laura yang terkejut.
"Aku dari tadi memanggil mu. Apa yang kau pikirkan? Hmm.. Kau tidak ikut ke atas. Ayoo turun.." Ucap linetta sambil menarik laura.
"Tap.."
"Udahh ayoo..." Linetta membuat laura tak bisa berbicara.
Laura hanya mengikuti langkah linetta, ia semakin cemburu melihat semua karyawan perusahaan miko mengenalinya dan sangat akrab.
__ADS_1
"Apa miko ada di kantor?" Tanya linetta kepada resepsionis.
"Ohh tentu ada nona linetta. Dia sedang berada di ruang rapat." Sahut resepsionis tersebut.
"Ohh.. Terimakasih yaa.. Ini aku bawakan makanan buat kalian bagikan yaa buat yang disini, nanti biar di atas aku sendiri yang memberikan." Ucap linetta.
"Siap nona linetta." resepsionis tersenyum.
Linetta dan laura langsung naik ke atas menggunakan life pribadi miko.
"Siapa yang bersama nona linetta tadi?" Ucap resepsionis A.
"Tidak tau. Tapi dari tampilannya aku tidak suka." Sahut resepsionis B.
"Hmm.. Aku setuju.. Ahhh.. Lupakan ayo kita makann.." Ujar resepsionis A.
Sesampainya di atas semua karyawan senang karena saat linetta datang, perkerjaan mereka berkurang terkadang juga pulang lebih awal. Linetta menyapa beberapa karyawan dan membagikan makanan. Linetta sangat tepat waktu karena memang saat dia datang waktunya untuk makan siang.
"Nona mau saya panggilan CEO miko?" Ucap asisten kedua miko.
"Ohh.. Tidakk perlu dia sedang rapat. Aku tunggu di ruangnya saja. Ayo laura." Ucap linetta.
Linetta dan laura masuk ke ruangan miko. Linetta membereskan ruangan miko karena sedikit berhamburan.
"Duduk lah laura. Dimana saja boleh." Ucap linetta.
"Aku mau duduk di kursi miko. Apa kau membolehkannya?" Ujar laura dalam hati.
"Lauraa...." Panggil linetta.
"Hmm iyaa.. Apa? Kau bilang apa tadi?" Tanya laura.
"Huuff... Ku bilang duduklah dimana saja yang kau inginkan. Kau aneh beberapa hari ini, sering melamun. Apa yang sedang kau pikirkan?" Ucap linetta.
"Ohh.. Tidak ada. Mungkin aku hanya kecapean. Aku mau ke wc dahulu dan ingin membeli minuman." Ucap laura.
"Ohh.. Jika kau terlalu cape suruh saja asisten miko didepan aku mem..bersih..kan ini dulu. Huufff... Apa isi kotak ini baja atau batu berat juga." Ucap linetta.
"Tidak perlu. Aku bisa sendiri. Kalau begitu aku keluar dulu." Ucap laura.
"Ohh baiklah hati-hati." Sahut linetta yang sibuk membersihkan ruangan miko.
Sebentar lagi tamat ya.. Jika ingin season 2 komen yaa😊,, Jangan lupa Like dan votenya 😊
__ADS_1