My Lady Is The Mafia 1&2

My Lady Is The Mafia 1&2
Pembagian warisan


__ADS_3

Linetta melihat wasiat tersebut dengan sangat teliti. Sedangkan mami dan geano sudah menerima apapun yang diberikan.


"Ba... Bagaimana aku bisa mendapatkan warisan? Setelah apa yang di lakukan oleh orangtuaku kepada kalian." Ucap gugup laura dengan mata yang berkaca-kaca.


"Surat ini dibuat sebelum orangtua mu mengkhianati kami dan sesudah orangtua mu meninggal." Sahut linetta.


"Mengapa papi 2 kali buat kak?" Tanya geano.


"Karena kalian bersaudara." Sekretaris jang menjawab.


"Apa!!!" Ujar quita dri kejauhan yang sangat kager. "Sejak kapan papi selingkuh?" Sambung quita.


"Anak bodoh. Kita sudah seperti saudara bukan papi yang selingkuh." Sahut linetta.


"Ahh.. Ku kira papi selingkuh." Quita duduk disebelah mami lalu sekretaris juga memberikan berkas untunnya.


Quita pun menerima seberapa banyak yang di berikan yang pastinya linetta lebih banyak mendapatkan.


"Aku mau mengganti punyaku. Panggilakan pengacara sekarang." Pinta linetta. Beberapa saat kemudian pengacara keluaega mereka datang.


"Ada yang bisa saya bantu nona linetta?" Ucap pengacara.


"Aku mau ngerubah wasiat ini. Pertama 10% berikan ke geano dan masing-masing 5% berikan ke mami saya,quita dan nona laura." Jelas linetta.


"Tapi nona jika nona memberikan 10% kepada tuan muda geano dia akan menjadi pemegang saham terbanyak. Sedangkan bos ingin anda yang menjadi ketua perusahaan." Ucap sekretaris jang.


"Aku akan tetap jadi ketua pemegang saham sementara, kau taukan aku tidak tertarik dengab perusahaan atau apakah itu." Sahut linetta.


"Iya kakak bisa keluar masuk perusahaan seperti yang kakak mau geano tidak masalah." Ujar geano.


"Besok aku akan keperusahaan beritahu semua kryawan dan pemegang saham lainnya. Quita dan laura akan menjadi asistenku." Jelas linetta lagi. "Apakah semua sudah jelas? Jika tidak ada lagi kau bisa mengurusnya sekarang." Ucap linetta kepada pengacaranya.

__ADS_1


Semua orang yang ada disitu mengganggukan kepalanya lalu linetta meninggalkan mereka menuju kamaranya.


"Ohh iya geano semua berkas-berkas untuk besok dan berkas direktur lainnya taruh di ruang kerja papi aku akan memeriksanya lagi." Ucap linetta yang terhenti di tengah-tengah tangga.


"Iya kak." Sahut geano.


"Ahh iya.. Sekretaris jang setelah mengantar pengacara datang keruang kerja ayah bersama laura." Sambungnya lagi.


"Baik nona." Sahut sekretaris jang. Linetta melanjutkan naik keatas.


Di kamar linetta


Linetta duduk di ujung ranjangnya lalu menghampirinya dan memeluknya dari belakang.


"Ada apa?" Ucapa miko di telinga linetta dengan sangat lembut.


"Aku tidak jadi ke kantor mu besok. Aku harus kekantor geano. Mungkin beberapa hari ini aku akan sibuk." Ucap lemas linetta.


"Iya tidak apa-apa. Aku mengerti." Ucap miko lalu mulai mencium-cium leher linetta dengan lembut.


Tok.. Tokk.. Tok... Tiba-tiba ada yang mengetok pintu. Miko berhenti mencium dan mengeluarkan tangannya dari badan linetta.


"Kak... Semuanya sudah siap." Teriak geano.


"Yaa.. Sebentar aku turun." Sahut linetta.


"Maaff..." Sambung linetta menghadap miko lalu mengecup bibir miko kemudian linetta segera turun.


Di ruang kerja


"Ini semua ini segera cari kehidupan pribadi mereka. Laura kau sudah memisahkan data yang kukasih tadi?" Ucap linetta dengan mata yang tidak lepas dari dokumen-dokumen yang bearada di hadapannya.

__ADS_1


"Sudah.. Ini dia. Tapi untuk direktur pemasaran bagian pasar X sepertinya ada yang mengganjal." Ucap laura.


"Menjanggal seperti apa?" Tanya linetta.


"Coba lihat ini. Semuanya pengeluaran sebanyak ini tetapi pendapatan kita kurang walaupun hanya sedikit. Aku tidak mengerti bagian ini tapi kalo di lihat betul-betul aku yakin." Jelas laura.


"Baiklah.. Ini juga kau selidiki." ucap linetta.


"Baik nona saya tinggal dulu." Sahut sekretaris jang.


"Ahhh bagus sedikit lagi selesai. Laura kau bisa pergi aku bisa menyelesaikannya sendiri sudah." Ucap linetta.


"Tidak apa-apa. Jika berdua akan lebih cepat selesaikan." Laura tersenyum. Linetta membalas semyum laura. Mereka terlihat seperti tidak ada masalah antara mereka.


Di kamar mami


"Biarkan mereka berdua di dalam berkerja sama. Mungkin dengan begitu linetta akan membuka hatinya untuk laura walaupun sedikit." Ucap mami.


"Oke siap. Komandan." Sahut geano,laura dan cenzo bersamaan.


Berapa jam telah berlalu. Jam menunjukkan pukul 03.00 pagi. Linetta masih memeriksa dokumen,sl sedangkan laura sudah tertidur di sofa.


Lalu miko datang membawakan coklat panas untuk mereka agar terasa hangat dan segar.


"Kau belum tidur?" Tanya linetta dengan suara yang pelan agar laura tidak terbangun.


"Bagaimana aku tidur jika kau belum tidur juga." Gombal miko lalu mengelus kepala linetta.


Miko menaruh minuman tersebut di meja, lalu ia melihat laura kedinginan. Mikopun mengambil selimut.


"Berikan dia bantal juga." Ucap linetta melihat miko mengambil selimut untuk laura.

__ADS_1


Miko memberika selimut kepada laura. Saat miko mengangkat kepala laura dengan perlahan untuk menaruh bantal, tiba-tiba laura berteriak dan memeluk miko.


"TIDAKKK!!!" Teriak laura. Miko mengangkat kedua tangannya dan napasnya tertahan karna laura memeluk miko terlalu kuat. Linetta langsung berdiri dan menatap mereka.


__ADS_2