
Mereka pun makan malam bersama. Selesai makan malam Linetta menyiapkan kamar untuk Reno tempati.
"Reno ini kamar mu sekarang," ucap Linetta.
"Mengapa Mama Linetta tidak menyuruh pelayan?"
"Ohh.. Semenjak Yuki masuk SMP pelayan hanya berkerja sampai jam 6 sore saja, karena malam mamah mau membuatkan makanan untuk Yuki dan Dokter Park."
"Apakah Mama Linetta masih memanggil kakak dengan nama itu? Apakah belum bisa menerimanya?"
Linetta menatap Reno. "Istirahatlah." Linetta pergi keluar ke taman.
"Hiks.. Hiks.." Linetta menangis.
Dokter Park duduk di samping Linetta. "Sudah ku duga kau akan menangis," ucap Dokter Park.
Linetta menatap Dokter Park dengan air mata yang penuh di wajahnya, Kemudian Dokter park merebahkan kepala Linetta di dadanya.
"Bagaimana aku bisa kembali kesana? Itu terlalu menyakitkan bagi ku hiks.."
"Kita kesana untuk Geano bukan untuknya."
"Bagaimana dengan Yuki? Apa kau tidak memikirkan Yuki?"
"Line kita sudah membahas ini, dia anakku dan aku akan melindunginya. Sekarang tenanglah, Yuki menyalahkan ku jika dia tau kau menangis."
Plak!! Plak!! Linetta memukul dada Dokter Park. "Kau memang yang membuatku menangis, aku akan mengadu kepada Yuki." Linetta kembali tersenyum.
Dokter park memeluk Linetta sembari tersenyum. Mereka berdua terlihat pasangan yang sangat serasi dan bahagia. Dari dalam rumah Yuki melihat orangtuanya yang sedang berduaan dan berpelukan itu membuat bibir Yuki tersenyum.
"Mengapa Yuki belum tidur? Apa yang sedang Yuki lihat?" tanya Reno.
Yuki menunjuk Linetta dan Dokter Park. "Melihat mereka bahagia seperti itu, membuatku merasa kalau aku memiliki keluarga yang lengkap."
"Maksud mu apa? Mengapa kau serius sekali?"
Yuki menatap Reno. "Aku sudah lama tau kalau papa bukan papa kandung ku, aku tidak peduli siapa papa kandungku. Aku hanya ingan Dokter Park yang menjadi papa ku karena dia tak pernah membuat mama meneteskan air matanya."
Mendengar ucapan Yuki, Reno sangat terkejut. "Kau bilang apa?"
"Mama dan Dokter Park tidak memiliki hubungan apa-apa dan Dokter Park bukan papa kandungku. Jangan memberitahukan mereka, jika mereka tau kau akan mati ditangan ku."
Reno meneguk salivanya lalu menganggukkan kepalanya.
"Sayang. Kau belum tidur," tanya Linetta melihat Yuki dan Reno berbincang.
"Ohh.. Ini mau tidur, Yuki ngambil air minum mah. Mama sama papa habis pacaran yaa hehe.."
"Yuki!!" Linetta malu.
"Baiklah. Aku deluan naik mah." Yuki mengambil kecupan keningnya kepada Linetta dan Dokter Park lalu pergi ke atas.
"Mah.. Pah.. Jangan lupa adik ku, umur ku sudah 17 aku ingin memiliki adik hehe.."
__ADS_1
"Yuki!!!" ucap Linetta dan Dokter Park bersamaan.
"Anak itu.. Ohh.. Reno apa yang kalian bicarakan tadi?" tanya Linetta.
"Tidak ada, kami hanya berpapasan. Kalau begitu aku kembali ke kamar dahulu. Selamat malam." Reno dengan cepat menuju kamarnya.
"Mengapa mereka berdua sangat aneh?" Linetta bingung.
"Tidak tau. Ayo kita juga tidur dan buat adik untuk Yuki." Dokter Park menggoda Linetta.
Linetta tertawa dan memukul-mukul Dokter park. "Ishh.. Jika kau terus menggoda ku, kau tidur di kamar tamu saja " Linetta kemudian berlari menuju kamarnya.
Seiring berjalannya waktu Yuki dan Reno mulai menjadi dekat, mereka menghabiskan waktu bersama-sama setiap harinya. Linetta dan Dokter Park pun senang melihat Yuki akrab dengan seseorang.
Tak terasa setahun kemudian Yuki dan Reno menjalin hubungan yang lebih mendalam yaitu berpacaran. sekarang Yuki sudah hendak lulus SMA.
Beberapa bulan kemudian Yuki pun lulus SMA, di hari kelulusannya Yuki mendapatkan hadiah yang sangat membuatnya senang.
"Yuki. Duduklah mama dan papa ingin berbicara dengan mu dan Reno." Linetta memasang wajah sangat serius.
"Papa dan mama sudah mengetahui hubungan kalian berdua."
"Mah.. Yuki bisa menjelaskannya."
"YUKI!! mamah belum selesai berbicara."
"Tapi Yuki sangat mencintainya mah.. Hiks..Hiks.." Yuki menangis.
"Mama setuju aku dan Reno berpacaran?"
"Tentu saja Sayang."
"Kau dengar Reno mama dan papa menyetujuinya hehe.." Yuki berhenti menangis.
"Yuki!! Kau membohongi mama?"
"Tidak mah." Yuki kembali memeluk Linetta.
"Hehe.. Baiklah. Itu hadiah dari mama untuk Yuki dan hadian papa adalah besok kita akan kerumah nenek. Kita akan berlibur disana dan memberikan kejutan untuk Paman Geano."
"Hore.. Kerumah nenek. Aku akan siapkan barang-barang ku dulu mah pah." Yuki langsung menuju kamarnya dengan semangat.
"Apakah akan baik-baik saja?" tanya Reno.
"Kita ada disampingnya itu sudah cukup, jika saat disana dia mengetahui kebenaran semua ini. Kami sudah menyiapkan diri kami untuk itu."
Lalu Beberapa saat kemudian, suara 2 lelaki memanggil Yuki dari arah luar rumah.
"Yuki.. Kami pulang!!" ucap kedua lelaki itu.
Yuki yang mendengarkan kedua suara itu yang tidak asing langsung turun dan menghampiri mereka.
"Vian!! Vano!!" panggil Yuki lalu memeluk mereka.
__ADS_1
Reno langsung berdiri saat melihat Yuki memeluk lelaki lain.
"Tenang lah Reno," ucap Dokter Park.
Reno pun kembali duduk. Yuki dan 2 lelaki itu oun menghampiri Linetta dan Dokter Park.
"Apa kabar Tante dan Dokter Park?" ucap bersamaan 2 lelaki tersebut.
Kemudian dari arah luar wanita dan pria bergandengan masuk kedalam mereka adalah Grizella dan Daniel. Kemudian Kedua lelaki tadi adalah Vian dan Vano anak kembar mereka.
"Reno kau sudah kenal mereka bukan dan si kembar ini anak Grizella dan Daniel."
"Ohh.. Ku kira hehe.."
"Wuahh menantu mu sangat posesif Line. Haha..," sahut Daniel.
"Daniel!!" Menatap daniel. "Apa kalian akan ikut kerumah mami? tanya Linetta sembari tersenyum.
"Tentunya, kita akan pergi kerumah utama aku sangat rindu dengan mami dan Geano. Aku juga ingin melihat wanita seperti apa yang ingin dengan Geano. Hahaha.." ucap Grizella mengejek Geano.
"Tante tidak boleh bilang seperti itu kepada Paman Geano." Yuki mengerutkan alisnya.
"Yuki apa kau tau paman itu dulu sangat cengeng hahaha.. Saat mamah mu pindah kesini dia menangis sampai matanya bengkak selama 3 hari dan menelpon setiap malam."
"Betulkah hahaha.." Yuki ikut tertawa.
Uhuk!! Uhukk.. Geano batuk. "Sepertinya ada yang membicarakan ku?"
"Grizella!!" Linetta menatap Grizella.
"Baiklah," Grizella berhenti.
"Kalian naik pesawat sendiri atau ikut dengan kami naik pesawat pribadi ku, lebih baik ikut dengan kami bagaimana?" penawaran Linetta.
"Tentunya ikut kalian. Ada yang gratis mengapa harus mengeluarkan uang," sahut Daniel.
"Apa kau masih kurang kaya sekarang? Hartamu tidak akan bisa kau bawa ke ke neraka."
"Hei.. Siapa bilang aku masuk neraka? Orang seperti ku tentu masuk surga." Dengan bangga Daniel mengucapkan kata tersebut.
"Wuekk.. Kau masuk surga? Dari lahir saja kau sudah tertulis masuk neraka," sahut Linetta.
Semua orang pun tertawa melihat pertengkaran mereka tersebut.
*
*
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTENYA KAK😊🙏
*
*
__ADS_1