
Laura terkejut saat melihat ia memeluk miko. Ia langsung melepaskan pelukannya dan langsung berdiri.
"Ma.. Maafkan aku.." Ucap laura langsung lari tergesa-gesa.
Miko langsung menghampiri linetta.
"Tadi.." Ucap miko terhenti karena jari linetta menutupi mulutnya.
"Tidak apa-apa. Aku juga melihatkan tadi." Ucap tenang linetta.
"Kukira kau hendak marah hehehe." Miko tertawa kecil.
"Heii.. Dia soudariku lagi pula aku juga tadi melihat langsung kejadiannya kan." Sahut linetta.
Linetta langsung kembali ke meja kerjanya dan melanjutkan beberapa dokumen yang belum selesai ia baca. Tetapi miko mengangkatnya ke atas meja lalu memeluk linetta.
"Hei.. Apa yang sedang kau lakukan?." Tanya linetta tersenyum.
"Aku sudah mengantuk ayo kita tidur yaa..." Ucap miko berwajah imut.
"Tapi aku harus menyelesaikan ini terlebih dahulu. Tidur lah deluan oke." Linetta mengelus rambut miko.
"Besok masih ada waktu sayang. Ayo tidur." Miko merengek seperti anak kecil.
"Baiklah. Ayo kita tidur." Linetta pasrah tidak tahan melihat wajah imut miko.
Miko langsung menggendong linetta. Linetta pun langsung menyilang kan kakinya ke tubuh miko. Merekapun menuju kamar lalu segera tidur.
Keesokan paginya miko bangun dan melihat linetta sudah tidak ada di tempat tidur. Miko segera bangun lalu mandi kemudian turun menemui linetta.
"Kau pagi sekali bangun sayang." ucap miko memeluk dan mencium kening linetta.
"Hmm.. Iya aku harus menyelesaikan dokumen yang belum terselesaikan tadi malam." Ucap linetta terlihat lesu.
"Bukannya besok baru rapatnya mengapa buru-buru sekali. Lihat wajahmu tidak bersinar lagi,tidak imut lagi." Miko bercanda.
__ADS_1
"Yaaakkk.. Berhenti lah bermain-main denganku. Rapatnya diganti hari ini. Aku sudah selesai mengurus dokumen ini dan sekarang aku akan tidur sebentar aku lelah sekali." Ucap linetta sembari menguap dan memijat pundaknya.
"Baiklah nona linetta tidur lah dengan nyenyak." Miko menggendong linetta ke kamar. Sesampainya dikamar miko memijat pundak dan kepala linetta. Linetta pun tertidur di sandaran miko.
Miko pelan-pelan menaruh kepala linetta ke bantal. Lalu menyelimutinya dan meninggalkannya. Sesampainya dibawah miko langsung melihat isi kulkas dan segera masak.
Laura oun sudah bangun dan menuju dapur untuk minum. Ia melihat miko berada di dapur memotong-motong sayur. Ia memperhatikan miko sangat bersinar tampan dan juga perhatian. Sampai miko menengok kebelakang dan melihat laura lalu tersenyum manis.
Laura hanya terdiam tidak ada kata-kata melihat miko yang sangat tampan.
"Laura.. Lauraa.." Panggil miko. Miko pun menghampiri laura yang berdiri melamun di depan kulkas.
"Laura.." Miko menyentuh pundak laura.
"Ahh.. Iyaa.." Sahut laura terkejut.
"Kau tidak apa-apa?." Tanya miko.
"Hah.. Ahh iya aku tidak apa-apa." Jawab laura canggung.
"Kau sedang memasak apa?." Tanya laura menghampiri miko.
"Ohh.. Aku hanya membuat sup saja. Linetta kurang tidur mungkin bisa membantu merilekskan badannya yang kelelahan." Ucap miko tersenyum manis.
Karena senyuman miko laura menatap miko lagi senyumnya terlalu manis bagi laura ia sampai tidak berkedip.
"Bisakah kau tersenyum lagi?." Pinta laura dengan suara kecil.
"Hah? Kau bilang apa?." Tanya miko. Laura langsung terbangun dari lamunannya
"Tidak.. Tidak.. Kubilang bisakah ku mencicipi supnya jika sudah masak." Jawab laura malu.
"Tentu saja. Aku membuatkan untuk kita semua sarapan." Ucap miko.
Linetta pun sudah bangun. Ia menuruni tangga dengan perlahan lalu melihat miko dan laura sedang berbincang seperti sudah sangat dekat. Ia melihat laura terus menatap miko sembari tersenyum.
__ADS_1
"Sadar lah linetta dia saudara perempuanmu tidak mungkin seperti itu. Lagi pula miko tidak akan seperti yang kau banyangkan." ucap linetta dalam hati karena curiga dan cemburu.
Ia pun menghampiri miko dan laura.
"Pagi.. Apa yang kalian bicarakan sepertinya sangat menyenangkan?." Ucap linetta sembari membuka kulkas mengambil sebotol air dingin.
"Ahh.. Kau sudah bangun sayang? Aku membuatkan mu. Cobalah." Ucap miko mengambil sesendok supnya lalu meniupnya dan memberikan kepada linetta.
"Bagaimana? Enak?" Tanya miko penasaran.
"Hmm.. Rasanya cukup enak cuman ada yang kurang sedikit." ucap linetta tersenyum.
"Ehh.. Apa yang kurang." Miko memeriksa supnya.
"Tidak ada yang kurang,kurasa sangat pas." Ucap miko dengan wajah bingung.
"Hahahaha.. Pelukan pagi ku tidak ada." Linetta bercanda. Miko lalu memeluknya dan mencium keningnya.
"Pagi sayangku." Ucap miko memeluk linetta. Lalu miko melihat laura. Mereka seperti melupakan laura yang sedang berada di samping mereka. Laura memalingkan wajahnya kesamping dengan wajah tidak enak.
"Ahh laura maafkan kami." Ucap miko sembari mengelus rambut linetta. Linetta oun membalikan badannya.
"Ohh iyaa kau bilang tadi ingin mencicipi supnya." Ucap miko.
"Tidak usah tadi linetta sudah mencicipinya katanya enak pasti sudah enak. Hmm.. aku balik ke kamarku dulu." Ucap laura meniggalkan mereka.
Miko dan linetta melanjutkan perbincangan mereka sembari tertawa. Miko sama sekali tidak melepaskan pelukannya dari linetta. Laura melihat hal itu terasa sangat kesal.
Laura bergegas ke kamarnya dengan berjalan agak cepat dan menunduk. Saat hendak sampai kamarnya ia bertabrakan dengan geano hingga iya jatuh dan terhantup tiang pagar.
AAKKKHHHH... Ucap laura yang kesakitan.
Geano langsung memeluk laura karena melihat laura sempoyongan. Laura hanya memegang kepalanya yang sakit itu.
Maaf ya baru up soalnya kemaren hp rusak🙏
__ADS_1