
Hari-hari telah di lewati tidak terasa sebulan telah berlalu. Setiap harinya Yuki dan Irin berlatih di gym milik keluarga Cosa.
"Minumlah.." Irin memberikan air mineral kepada Yuki.
"Terima kasih," sahut Lily dengan napas yang tidak beraturan.
Gluk.. Glukk.. Glukk...
"Kapan kau akan mengajarkanku menggunakan pistol?" tanya Yuki.
"Hahaha.. Kau baru saja mempelajari bela diri selama sebulan, tetapi sudah menanyakan tentang pistol. Aku beritahukan dulu aku memegang pistol saat berusia 20."
"Usiaku sudah 20."
"Iya kau memang sudah 20, tapi baru sebulan belajar bela diri sedangkan aku umur 10 tahun sudah belajar bela diri butuh waktu bertahun-tahun untukku menggunakan pistol," ucap Irin.
"Di jaman sekarang mafia seperti kita sudah tidak banyak lagi Yuki, jika tidak dari italia kita tidak akan mendapatkan pistol di sini. Lagi pula di sini pistol sangat di jaga ketat oleh pemerintahan, tidak sembarang orang boleh menggunakan di sini Yuki," jelas Irin.
"Maka dari itu kau harus melatih bela dirimu terlebih dahulu. Apa Yuki mengerti?" Irin memegang kepala Yuki.
"Hmm.. Baiklah." Yuki menjawab pasrah.
"Yuki mari pulang. Sudah jam 8 malam, kau belum makan malam," ucap Arka dari kejauhan yang baru saja datang.
Yuki menolehkan kepalanya ke arah suara tersebut. "Baiklah. Aku akan mengganti bajuku dulu," ucap Yuki.
Irin menatap sinis Arka, Arka mengangkat bahunya dan mencibirkan bibirnya.
"Ayo Ar. Irin kau tidak ikut dengan kami?" ajak Yuki.
"Tidak. Kalian saja aku masih ada jadwal dengan si kembar," sahut Irin dengan tersenyum.
"Baiklah. Sampai jumpa di rumah. Bye bye." Yuki melambaikan tangannya.
Sesampainya di mobil, Arka membuka pintu mobil untuk Yuki terlebih dahulu lalu dia yang masuk ke mobil.
"Kau ingin makan apa?" tanya Arka.
"Apa saja," sahut Lily.
"Baiklah kita akan ke restoran kesukaanmu. Bagiamana?"
"Boleh juga."
"Oke."
Mereka pun tiba di restoran bintang 5 di dekat perusahaan Cosa. Di depan pintu tiba-tiba Yuki menghentikan langkahnya dan memeriksa kantongnya.
"Ada apa?" tanya Arka.
"Ponselku ketinggalan," sahut Yuki.
"Masuklah akan ku ambilkan."
"Tidak perlu. Berikan kunci mobilnya aku akan mengambilnya sendiri sekalian menaruh tasku ini. Kau deluan saja mesan tempat."
"Baiklah. Hati-hati."
Yuki menuju parkiran mobil, lalu segera menaruh tasnya di kursi belakang dan mengambil ponselnya. Saat dia mengunci mobil dengan menghadapkan dirinya ke belakang sembari berjalan mundur, tidak sengaja dia menabrak seseorang.
Bruk.. "Akh.." suara rintihan seorang pria.
"Maaf.. Maaf.. Saya tidak sengaja maaf..," tutur Yuki sembari menundukkan kepalanya. Saat mengangkat kepalanya dan mendongakkan kepala karena pria di depannya cukup tinggi.
__ADS_1
"Kau!!" ucap ketus Yuki. Pria tersebut tak lain adalah Mark.
"Mark.. Apa yang sedang terjadi?" tanya Dara dari kejauhan.
Mark memutarkan kepalanya. "Deluan saja, aku akan menyusul," ucapnya.
Dara memperhatikan Mark, seperti Mark sedang berbicara dengan seseorang tapi tidak terlihat ada orang di sekitar Mark. Tubuh Mark menutupi Yuki yang mungil tersebut.
"Mungkin hanya pengelihatanku saja." Dara berbicara sendiri.
"Menjauhlah dariku!!" Yuki mendorong Mark.
"Akkhh.." Mark memegang dadanya.
Yuki terkejut melihat Mark kesakitan. "Apa tidak apa-apa?" tanya khawatir Yuki sembari memegangi dada Mark. Yuki memang tidak menyukai Mark tetapi dia memiliki jantung Reno orang yang dia cintai.
"Hehe.." Mark tersenyum melihat wajah Yuki yang sangat lucu saat khawatir.
"Kau!!" Yuki menunjuk Mark.
"Kau memiliki jantung kekasihku, kau harus menjaganya!! Menjauhlah dariku!!" Yuki meninggalkan Mark.
"Gadis itu.." ucap Mark memegang jantungnya sembari memperhatikan Yuki berjalan menuju restoran.
Di dalam restoran.
Dara dan Mark mengadakan makan malam bersama-sama teman mereka dan merayakan ke luarnya Mark dari rumah sakit.
"Mengapa lama sekali?" tanya Dara.
"Tidak apa-apa Sayang," sahut Mark sembari mengelus rambut Dara.
"Hei.. Bro.. Lama tidak bertemu. Apa kau baik-baik saja?" tanya teman Mark.
"Haha.." Mereka semua tertawa.
"Mark. Aku ingin sekali menanyakan ini kepada dirimu?"
"Apa?"
"Bagaimana rasanya memiliki jantung orang lain?"
"Iya. Kami sangat penasaran. Apa kau merasakan sesuatu yang aneh?"
Mark menatap Yuki yang berada di seberang mejanya. Dara memperhatikan Mark yang menatap Yuki.
"Haha.. Tidak ada hal yang seperti itu, itu hanya sebuah jantung dan tidak ada hal lainnya. Iyakan Sayang," ucap Dara sembari memegang tangan Mark.
"Hah?.. Ohh.. Iya." Mark mengalihkan pandangannya langsung ke Dara.
"Tetapi aku sering mendengar dan menonton drama. Katanya jika kita melakukan operasi jantung dan memiliki jantung orang lain, kita akan merasakan memiliki dua tubuh dan akan memiliki perasaan terhadap orang yang disukai oleh pemilik jantung," ucap teman Mark.
"Iya aku juga sering mendengarkan hal tersebut," sahut temannya yang lain.
"Hahaha.. Tidak ada hal yang seperti itu, buktinya aku dan Mark masih bertahan," sahut Dara dengan senyuman terpaksa.
"Aku ke toilet dulu," ucap Yuki kepada Arka.
Yuki melewati meja Mark, lalu Mark melirik Yuki hal itu di lihat oleh Dara.
"Aku ke toilet dahulu," ucap Dara kepada Mark.
Di toilet.
__ADS_1
Yuki mencuci mukanya karena merasa kepanasan sehabis dari gym tadi.
"Aishh.. Aku lupa membawa tisu," ucap Yuki.
"Nah.. Pakailah." Dara menawarkan tisu.
Yuki menatap sinis Dara, Yuki kembali ke dalam wc dan mengambil tisu wc, Dara tak habis pikir lalu tertawa melihat Yuki tidak memilih tisunya malah mengambil tisu wc.
"Kau!! Aku peringati menjauhlah dari kekasihku," ucap ketus Dara.
"Siapa kekasihmu? Pria di sampingmu tadi? Dia bukan tipeku," sahut dingin Yuki.
"Hah? Anak kecil sepertimu sangat belagu sekali."
Yuki hanya menatap Dara.
"Aku katakan sekali lagi. Menjauhlah dari Mark!!" tegas Dara.
"Mark!! Namanya Mark," ucap Yuki. Yuki mendekati Dara. "Biarku perjelas kepada Anda. Kekasihmu mengambil jantung kekasihku, saat memandangnya ingin rasanya mengambil kembali jantung tersebut."
"Hah!!" Dara menghela napas karena tak habis pikir Yuki berbicara sekasar itu. Yuki menuju keluar tetapi langkahnya terhenti.
"Ohh iya. Jika kekasihmu menyukaiku, berarti dia sudah tidak mencintaimu lagi," ucap ketus Yuki lalu pergi ke luar.
Dara sangat marah mendengarkan perkataan Yuki tersebut, Dara segera menyusul Yuki dan menghentikan Yuki di depan meja Mark.
"Dasar wanita ******!!" umpat Dara sembari menyiram segelas air kepada Yuki.
Arka dan Mark seketika berdiri dan terkejut, teman-teman Mark sangat terkejut melihat hal tersebut dan orang-orang sekitar memperhatikan mereka.
Yuki mengusapkan wajahnya. "Apa kau ingin mati?" ucap Yuki.
Beberapa pelayan dan Arka menghampiri Yuki.
"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Arka.
"Maaf Nona Yuki atas, pelanggan kami," ucap pelayan tersebut sembari menundukkan kepalanyanya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Mark dengan nada marah.
Yuki mengangkat tangannya. "Tidak apa-apa. Kalian bisa kembali melanjutkan perkerjaan kalian dan jangan memberitahukan ini kepada Bos kalian lalu segara hapus rekaman cctv hari ini," ucap Lily.
"Lalu kau!!" Yuki menatap Dara.
"Aku lebih tua darimu, jaga sopan santunmu," ucap Dara.
Plak!!.. Byuurr!!.. Yuki menampar dan menyiram Dara.
"Aahh!!.." teriak Dara.
"Sebelum mengajariku sopan satun, lihat dahulu akhlak dirimu. Kau harusnya berterima kasih kepada diriku yang sudah memberikan kehidupan ke dua kepada kekasihmu, jika kekasihmu menyukaiku itu karena dia bosan dengan dirimu yang kasar seperti ini!!" ucap Yuki sangat marah.
Craang!!... Yuki menghempas gelas yang di pegangnya lalu pergi.
*
*
Jangan lupa tinggalkan jejaknya kak😊🙏
*
*
__ADS_1