My Lady Is The Mafia 1&2

My Lady Is The Mafia 1&2
60


__ADS_3

Saat Yuki dan pria itu hendak bertatap wajah tiba-tiba Yuki di panggil Dokter Park.


"Yuki..," panggil Dokter Park.


Yuki spontan menoleh ke arah Dokter Park. "Papah," sahut Yuki dengan senyuman, lalu berlari kecil menuju papahnya dan memeluknya.


"Apa yang kau lihat?" tanya wanita itu.


"Tidak ada. Ayo kembali aku sangat lelah," jawab pria tadi.


"Tapi kita baru mau keluar."


"Aku lelah?," ucap lelaki itu sedikit menekan.


"Baiklah."


Pria dan wanita tadi kembali ke kamar mereka. Yuki menoleh ke arah belakang setelah memeluk papahnya.


"Apa yang Yuki cari?" tanya Dokter Park.


"Tidak ada kok pah. Ohh iya ini Yuki membawakan buah-buahan untuk papa dan Reno."


"Untuk papa atau Reno?" menggoda Yuki.


"Pah.. Hehe.. Untuk papa dan Reno pokoknya. Aku sudah telat ke kampus nih pah, kalau begitu Yuki pergi dulu. Sampai jumpa di rumah papa muaah." Yuki memberikan kiss bye kepada papanya.


Dokter Park menangkap kiss bye Yuki lalu di taruhnya di dadanya. "Dasar anak itu. Ada-ada saja hmm.."


______________


Sesampainya di kampus Arka dan si kembar masih mengikuti Yuki.


"Kalian tak perlu sampai mengantar ku ke kelas," ucap Yuki.


"Dan kalian perlu satu mobil dengan diriku, kalian bisa bersama Anna atau membawa mobil sendiri. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Apa kalian mengerti?" ucap Yuki yang merasa risih.


"Tapi mama menyuruh kami menjagamu," sahut Vano.


"Vian bawa adikmu saja pergi. Cepatt!! Kalian mengganggu diriku tau."


"Ayo Vano kita ke kelas. Yuki sudah tidak membutuhkan kita."


"Tapi.." ucap Vano berhenti karena Vian menarik tas Vano menuju kelas.


"Apa lagi yang kau tunggu." Yuki menatap Arka. "Kau tunggu ku usir?" sambung Yuki.


"Pergilah!! Pergi.. Cepatt!!..." Yuki mendorong-dorong Arka.


"Apa kau tidak masih marah denganku?" tanya Arka.


Yuki langsung stop mendorong Arka. "Arka kau tidak salah, kita sudah membahasnya ini semua salah paham. Sekarang pergilah ke kalas mu, aku akan segera masuk."


"Baiklah kalau begitu. Aku akan menjemputmu nanti untuk makan siang."

__ADS_1


"Baiklah. Dadah.." Yuki melambaikan tangannya.


Huff.. Yuki menghela napas lalu masuk kelas.


______________


Di kantin.


"Yuki.." panggil Vian sembari melambaikan tangan.


Plak!!.. Vano memukul kepala Vian.


"Aww.. Sakit." Vian memegang kepalanya


"Kau sangat bodoh!!"


"Apa kita harus mencari meja lain?" tanya Arka.


"Tidak perlu. Masih banyak orang yang ingin makan, kita hanya memenuhi meja lebih baik dengan mereka saja," sahut Yuki.


"Tapi.. Ada.."


Ucap Arka terhenti karena Yuki sudah jalan menuju meja si kembar. Ternyata di meja si kembar ada Anna juga. Saat hendak duduk Yuki sedikit menghempas piringnya.


Suasana makan sedikit tegang dan canggung karena Yuki dan Anna sebentar-bentar bertatapan dengan tatapan yang tajam seperti silet goal.


Di rumah sakit.


Pria yang berpapasan dengan Yuki tadi mengambil setelan jas bewarna biru malam. Saat melepaskan bajunya roti sobek diperutnya membentuk dengan 3 tingkat di sertakan luka bekas operasinya.


"Bos. Saya takut di marahi Nona Dara akan marah dan memecat saya," ucap Sekertaris Mark.


"Aku atau Dara yang menggaji dirimu?"


"Tetapi Bos!"


"Ayo berangkat. Tidak ada tapi-tapian." Mark memutuskan omongan sekertarisnya.


"Baiklah Bos. Mobil anda sudah siap di depan."


Mereka bergegas menuju ke kantor tetapi saat di lobi, Yuki tak sengaja menabrak Mark sehingga mereka berdua terjatuh. Yuki berada di atas tubuh Mark, ke dua tangan Yuki memegang dada Mark dan tak sengaja bibir mereka bersentuhan.


"Akh!!.." ucap Mark karena dadanya terbentur.


"Ohh.. Maafkan aku. Perawat tolong periksa dirinya, aku tidak sengaja menabraknya dan dia kesakitan," ucap Yuki panik.


πŸ“ž : Hallo Dokter. Nona Yuki tidak sengaja menabrak pasien kita dan sekarang dia kesakitan di UGD Dok."


πŸ“ž : Baiklah saya akan segera kesana.


Sekertaris Mark pun menelpon Dara memberitahukan keadaan Mark.


Beberapa saat kemudian Dara datangan dengan keributan dia memarahi semua orang karena tidak becus menjaga Mark.

__ADS_1


"Bisakah Anda tenang sedikit!! Jika Anda masih membuat keributan saya akan memanggil Security untuk membawa Anda keluar," ucap Dokter Park.


"Bagaimana keadaan tunangan saya Dok?" tanya Dara.


"Dia baik-baik saja. Dia hanya terkejut jantungnya belum bisa menerima kejutan besar, tetapi seiring berjalannya waktu dia akan terbiasa," jawab Dokter Park.


Lalu Yuki muncul dari belakang badan Dokter Park. "Ee.. Hmm.. Saya minta maaf atas kelalaian diri saya." Yuki menundukkan kepalanya.


"Ohh.. Jadi kamu yang membuat tunangan saya seperti itu!!" ucap ketus Dara.


Dokter Park langsung merangkul Yuki. "Maafkan atas kelalaian anak saya." Dokter Park juga menundukkan kepalanya.


Dara sedikit terkejut. Kemudian beberapa suster melewati mereka. "Ohh.. Bukannya pasien tersebut yang menerima jantung Dokter Reno ya."


"Ohh.. Iya aku baru saja memeriksa catatannya. Dia sangat beruntung bisa sadarkan diri sedangkan Dokter Reno masih terbaring tak sadarkan diri."


Mata Yuki mulai berkaca-kaca, Dokter Park langsung menutup kedua telinga Yuki agar tidak mendengarkan perkataan itu lagi.


Yuki menatap wajah Dokter Park, Dokter Park tidak kuasa melihat wajah Yuki dia menatap ke arah lain dan tak berani menatap mata Yuki.


"Papa!!.." panggil Yuki.


"Yuki.. papa akan menjelaskannya di rumah sekarang kembali lah kerumah dahulu. Papa akan menelpon Sekertaris Jang untuk menjemput Yuki." Dokter Park pergi ke ruangannya untuk mengambil handphonenya.


"Dan kau!!" Yuki menatap dan mendekati Dara.


"Apa!! Sudah salah tidak mau mengakui." Dara masih membahas masalah Yuki menabrak Mark.


"Jika saja tunangan mu tidak mengambil jantung pacarku.. Pacarku sudah bangun tapi kalian mengambil JANTUNGNYA!!" teriak Yuki.


πŸ“ž : Hallo.. Halo Dok, Nona Yuki mengamuk di UGD Dok.


πŸ“ž : Tut.. Tut..


Dokter Park langsung berlari menuju ke UGD lagi.


"Seharunya tidak ku tolong dia tadi!! Biarkan saja dia terbaring selamanya di tempat tidur!! Aaakkhhh!!..."


"Kalian semua menyembunyikannya dari ku hikss.. Aku sangat kecewa kepada kalian hiks.."


Yuki semakin mengamuk, dia sama sekali tidak mengetahui jika jantung Reno di berikan kepada orang lain. Yuki terduduk sembari menangis menerima kenyataan semua orang berbohong kepada dirinya.


"Yuki!!.." panggil Dokter Park dengan ngos-ngosan tetapi saat dia tiba, Dokter Park melihat ada seseorang pria mendekati Yuki karena dia melepaskan kacamatanya saat berlari tadi jadi tidak melihat dengan jelas.


Lalu seorang pria tersebut memberikannya jas menutupi tubuh Yuki dan memeluknya dari belakang. Yuki menoleh dan melihat siapa yang memeluknya.


Saat Yuki menatap wajah pria tersebut, Yuki semakin menangis dan memeluk pria tersebut dengan erat.


*


*


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA KAKπŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


*


*


__ADS_2