
Saat linetta mabuk tadi malam...
cups.. menyentuh bibir miko lalu linetta tidur,tetapi ia kembali bangun lalu memuntahi kasur miko.
"aishh wanita ini membuatku gila...." ucap miko yg mulai gerah lalu melepaskan bajunya. ia gerah karena melihat muntah di kasurnya.
Lalu miko menjelaskan kejadian tadi malam, tiba-tiba linetta pingsan tetapi sebelum ia terjatuh miko langsung menangkapnya,lalu ia menggendong dan membawa linetta ke apartemennya.
"tolong bawakan baju gantinya,aku membawanya ke apartemen ku" ucap miko bergegas menuju apartemennya.
π: "kau dimana?" tanya miko
π: "aku sedang membeli makan,tadi quita menyuruh ku." jawab cenzo.
π: "belikan aku bubur 1dan perban 1".
π: "ba..." tut..tut..tut... belum cenzo selesai berbicara miko langsung menutup telponnya.
Di apartemen miko
"ini bajunya." memberikan pada miko.
"kau sudah gila? apa harus aku yg menggantikannya?" ucap miko yg hendak membuka baju linetta.
"hah? tidak tidak,maaf.. tunggu lah diluar sebentar."
"tanpa kau suruh aku memang akan keluar."
ucap ketus miko. "kamar siapa? yg mengusir siapa.?" gumam miko depan pintu.
Cenzo pun datang. miko langsung mengambil perban dari cenzo.
"apa sudah selesai?" tanya miko.
"sebentarr... dikit lagii.... arghhh.. hufff.. sudah masuklah..." teriak quita.
__ADS_1
"dia memakaikan baju seperti sedang anu saja." gumam dalam hati miko. "aku akan obati lukanya dulu,tidurlah disini malam ini, zenco akan mengurus apartemen kalian."
"tidak perlu kami bisa mengurusnya sendiri."
"itu kesalahanku dan akan ku tanggung." ucap ketus miko.
"tidak perlu." jawab quita lalu menggerutu dalam hati.
"baiklah" ucap dingin miko.
"apa dia tidak bisa minta maaf apa." gumam quita dalam hati sembari menatap miko lalu disusul dengan hembusan nafasnya.
jam 21.45
"apa dia putri tidur sudah berapa jam ia pingsan tak bangun-bangun." ceretu miko. tiba-tiba linetta bangun dan mengejutkan miko.
"jika aku putri tidur kau mau jadi pangerannya?" membuka mata perlahan lalu menatap miko.
"maafkan aku." tiba-tiba linetta meminta maaf. Miko hanya menatapnya dengan wajah datarnya.
"katamu yg mana?kau banyak berkata." ucap ketus miko sembari membantu linetta.
"semuaaaa perkataan ku." memutarkan matanya lalu menyipit.
quita membawakan makanan untuk linetta.
"kau sudah bangun? pas sekali aku baru saja memanaskan bubur yg dibelikan cenzo tadi. sini kusuapin oke"
"yaakk...apa aku anak anak kecil? kau beri aku bubur? dan aku memiliki tan..." mengangkat tangannya lalu terkejut melihat tangannya diperban tebal sekali. "siapa yg membungkus tangan ku seperti INI.. hah.. jariku pun tak bisa bergerak arghh.. cepat telpon dokter yg melakukan ini, akan ku pecat ia dari perkerjaannya... mmmm.." quita langsung menyuapinya.
"tidak ada dokter." menoleh ke miko. "dia yg mengobati mu."
linetta menatap tajam miko. "kau kira tanganku paketan hah yg dibungkus setebal ini?" miko langsung keluar tanpa berkata apa-apa,tetapi saat sampai pintu ia terhenti lalu sedikit mengancam linetta. "itu adalah seni apa kau tak tau? jika kau membukanya,akan ku pasang lebih tebal dikedua tangan mu itu." lalu ia keluar.
pagi pun tiba.
__ADS_1
quita sedang menyiapkan sarapan yg dibantu zenco, sedangkan miko bersiap-siap berangkat kerja,sedangkan linetta menuju kamar miko lalu memperhatikan miko yg sedang bersiap-siap.
"bagaiman ini caranya?" ucap miko membolak balikkan dasinya.
"*kau tak bisa memakainya? hah lelaki macam apa kau itu, quita tolong aku sebentar."
"hmm iyaa sebentar*." quita menuju kamar miko yg diikuti cenzo.
"pakaikan dia dasi..kau liat dia itu mukanya saja yg tampan tapi otaknya seperti semut, KECILL.." ejek linetta dan saat quita mulai mendekati miko,zenco langsung menarik quita.
"aku saja.. aku saja." ucap cenzo. quita tersenyum tipis karna cenzo tak mau quita memperhatikan pria lain sekalipun itu miko.
"yaa.. cenzo apa kau cemburu.. miko dipasangi dasi oleh orang lain, quita tak akan menyukai saudara gila mu ini HMM.." ucap linetta yg menjadikan suasana awalnya sosweet menjadi garing. mereka pun langsung bubar lalu menuju ke dapur untuk sarapan.
"ada apa dengan mereka? apa aku salah berbicara? hmm ntah lah, aakkh.... perut ku lapar" ucap linetta berkata sendiri sembari menuju dapur.
Di dapur...
"netta nanti aku ada perkerjaan mungkin sore baru pulang, kau tak apa-apa kan sendiri?" tanya quita sembari menyuapi linetta.
"apakah semua orang akan pergi?" tanya linetta lalu menatap cenzo.
"aku banyak perkerjaan kantor yang belum ku selesaikan kemaren, karena kemaren kauu.." tiba-tiba linetta memutuskan pembicaraannya.
"ssttt dan...." menatap miko ragu. "pembantu?"
"rumah kami tak ada pembantunya*" jawab cenzo. lalu linetta menatap miko tetapi miko asik dengan makanannya lalu quita dan zenco pun mentapnya juga.
Terhening.. krik.. krik.. krikk. lalu ia menyadari bahwa mereka semua meliriknya
"apa? apa? aku seorang CEO perkerjaan ku lebih banyak daripada cenzo." ucapnya. "cari saja orang untuk merawat mu hari ini." ucap dinginnya tanpa menatap linetta.
"aku tidak percaya dengan orang lain.. aku akan ikut dengan mu keperusahaan mu." ucap linetta percaya diri. miko pun tersedak saat mendengar linetta mengatakan itu lalu menatap linetta.
"okeyy.. dengan tatapan itu berarti kau mengijinkan." ucap linetta dengan tersenyum.
__ADS_1