My Lady Is The Mafia 1&2

My Lady Is The Mafia 1&2
Pemakaman Cosa


__ADS_3

Semua orang terkejut melihat linetta menembak ke arah maminya, ternyata dia menembak pistol yang dipegang maminya.


Arghhh... Linetta menghela napasnya lalu jatuh pingsan. Miko langsung menghampirinya dan mengangkatnya lalu quita menunjukkan kamar linetta. Kemudian quita menelpon geano dan dokter park.


"Ayo mami kita kekamar dulu." Ucap quita menghampiri maminya.


"Papimu quita hikss.. Bagaimana kita hidup sekarang." Tangisan mami tiada henti. Quita membawa maminya kekamar dibantu dengan cenzo. Sedangkan laura masih tidak percaya dengan perbuatan orangtuanya dan dirinya menembak orang.


Beberapa menit kemudian geano dan dokter park datang bersamaan mereka terkejut melihat para penjaga rumahnya dan orang tidak mereka kenal semuanya terluka parah bahkan ada yang meninggal.


Saat memasuki rumah geano heran melihat laura duduk termenung, lalu ia melihat quita memangku kepala seseorang yang seperti papinya.


"Kak quita ada apa ini?" Ucap geano yang belum sadar yang di pangku quita adalah papinya.


"Geano hiks.. Pa..pi.." Ucap quita yang di peluk cenzo dari belakang.


"Pa.. Pi.." Geano seketika terduduk melihat papinya penuh darah dengan tidak bernyawa lagi.


Dokter park langsung mengecek papi mereka ternyata memang sudah tidak bernyawa lagi.


"Siapa yang melakukan semua ini?" Ucap geano kesal. Quita melirik ke arah laura. Seketika geano langsung menerjang laura hingga laura terbaring.


"Apa yang kau lakukan kepada papiku?" Geano hendak memukul tiba-tiba teriakan dari kamar linetta.


"Ada yang bisa menolongku?" Teriakan miko. Mereka semua langsung naik ke kamar linetta.


Ternyata linetta tidak sadarkan diri ia melukai dirinya dan juga miko lalu ia menodongkan pistol ke arahnya sendiri dan juga miko.


Mereka terkejut melihat linetta seperti itu. Geano dan quita perlahan mendekati linetta.


"Kak.. Ini geano turunkan pistol kakak." Ucap geano.


"Geano? Papi.. Papi.. Hikss.. Hikss..." Linetta menagis saat melihat geano. Quita langsung memeluk linetta lalu geano mengambil pistol dari tangan linetta.

__ADS_1


"Keluarkan semua beda tajam dari kamar kakak." suruh geano. Miko dan dokter park langsung mengeledah kamarnya.


Sebelum dokter park mengeledah kamar linetta ia menyuntik bius linetta terlebih dahulu.


"Kak quita pergilah ke kamar mami aku akan mengurus laura." Ucap geano.


"Geano tunggu.. Kau tidak boleh menyakiti laura atau tidak kita akan kehilang mami juga. Kurung saja dia di kamar tamu." Ucap quita.


Geano pun segera turun ia membawa laura kekamar, kemudian ia membersihkan semua kekacauan dirumahya bersama dengan anggotanya yang tersisa.


Lalu geano sendiri membawa papinya ketempat yang lebih nyaman sebelum pemakamannya di adakan esok pagi.


๐Ÿ“ž: "Kirimkan 500 orang ke rumah sini."(Menggunakan bahasa italia.) Geano menelpon onggotanya yang bearada di italia.


๐Ÿ“ž"Baik tuan muda. Tengah malam mereka akan sampai."


Setrlah semuanya sudah selesai merekapun berkumpul di kamar linetta.


"Bagaimana mami kak?" Tanya geano.


"Ia sudah ku taruh di kamar dan di jaga." jawab geano.


"Kalian bisa tidur di kamar samping linetta. Quita akan menemani linetta. Dokter park istirahtlah besok kau akan lebih lelah. Aku tidur di kamar mami malam ini." Sambung geano.


Keesokan paginya. Pemakaman pun segera dimulai semua pejabat tinggi dan mafia lainnya,geng-geng besar maupun kecil yang pernah berkerja sama ataupun pernah dibantu oleh Cosa semuanya hadir.


Tangisan mami dan para pembantu rumah keluarga Cosa tiada henti menangis. Mereka sangat merasa kehilangan.


45 hari kemudian. Linetta baru bangun semua orang mengkhwatirkannya.


"Huuuhhh...." Linetta menghela napas. Ia bangun lalu mandi. Kemudian ia turun kebawah.


"Linetta." Ucap quita terkejut melihat ia turun dari tangga. Semua orangpun berdiri dan melihat linetta.

__ADS_1


"Apa kalian sedang melihat hantu?" Ucap linetta.


"Park cepat periksa dia. Apakah ada sesuatu atau apalah itu." Ucap khawatir mami.


Linetta langsung didudukan oleh mami dan di periksa oleh dokter park.


"Tidak ada apa-apa semuanya normal dan ia sangat baik-baik saja." Ucap dokter park.


"Linetta kau tidak lupa ingatankan." Tanya quita menatap linetta dengan serius.


"Aku tidak mengenalmu. Itu geano,mami,dan park. Dimana miko dan cenzo?" Ucap linetta.


"Yakk kau ini.." Quita memukul lengan linetta.


"Tadi mami menyuruh mereka membeli makanan dan membawa barang mereka kesini."


"Linetta." Ucap laura membawakan semangkuk bubur.


"Menjauhlah dariku." Ucap ketus linetta.


"Berikan dia waktu dulu." Ucap mami menahan laura yang hendak mendekati linetta.


"Kirimkan lokasi pemakaman papi." Ucap dingin linetta.


"Kau mau kutemani?" Tanya dokter park.


"Tidak perlu. Aku hanya ingin sendiri. Saat aku pulang kalian semua harus menjelaskan mengapa ia bisa berkeliaran di rumah ini." Linetta menunjuk laura lalu pergi.


Di pemakaman


"Papi maafkan aku tidak bisa melindungi papi. Semua yang papi lajarkan padaku berguna bagiku tapi tidak dengan papi. Maafkan aku papi. Aku berjanji akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya agar tidak ada yang melukai keluarga kita lagi." Ucap linetta tanpa ekspresi sedikitpun.


Linetta hanya duduk di samping pemakaman papinya sampai sore hari.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan votenya๐Ÿ˜Š


__ADS_2