My Lady Is The Mafia 1&2

My Lady Is The Mafia 1&2
41


__ADS_3

malam pun tiba, jam menunjukan pukul 00.30. Linetta bangun dari pingsannya. Ia melihat geano,miko dan dokter park di kamarnya. Miko tidur memegang tangan linetta. Linetta perlahan melepaskan genggamannya. Miko terbangun saat linetta melepaskan tangannya.


"Kau sudah sadar?" Ucap miko. Geano dan dokter park pun ikut bangun mendengar suara miko.


"Kakak.. Hikss... Hiks.." Geano menangis lagi.


"Sudah-sudah aku tidak apa-apa. Kau menangis seperti kakak mu hendak mati saja." ucap linetta.


"Heei.. Bodoh.. Kau memang hampir mati jika aku telat sedikit saja kau akan mati BODOH.." Dokter park memarahi linetta.


"Kau tak akan pernah telat untuk ku dan aku baik-baik saja kan. Sudah lah aku sangat lapar ayo turun." Ucap linetta.


Miko pun memegangi linetta yang masih lemas lalu geano membukakan pintu dan ia terkejut melihat laura di depan kamar linetta duduk menangis.Geano pun menghampirinya.


"Sedang apa kau disini?" Ucap geano.


"Linetta maafkan aku.. Aku sangat bodoh tidak tau kau alegri kedelai hiks.." Ucap laura.


"Iya tidak apa-apa." Ucap linetta. Ia tetap berjalan ke bawah dengan miko dan dokter park di sampingnya.


"Sudahlah itu hanya kecelakaan. Kau juga tidak tau." Ucap geano.


Geano pun membawa laura. Mereka menyusul Linetta yang sudah berada di dapur.


Miko dan dokter park membuatkan bubur untuk linetta. Laura yang baru datang pun duduk di samping.


"Linetta apa kau tidak apa-apa?" Ucap laura dengan wajah sedih.


"Iya aku tidak apa-apa?" Ucap linetta.


"Maafkan.. Aku.. Aku tidak tau.. Kalo kau alegri kedelai..." Ucap laura agak sedikit nyaring.


Lalu linetta menatap linetta. "Bukankah kau tau aku alegri kedelai, dulu di rumah mu juga di taruh catatan itu kan." menunjuk catatan yang ditempel. Linetta berbicara dengan sangat ketus.


"Ee.. Ee..." Laura melirik geano dan miko yang memperhatikannya. "Kan itu sudah sangat lama aku lupa dan dirumah ku sudah tidak ada catatan itu sejak lama." Alasan laura.

__ADS_1


"Makanlah baru minum obat." Ucap miko sembari meniup bubur linetta.


"Aku akan tinggal beberapa hari untuk mengecek mu." Ucap dokter park.


"Hmm baiklah." Ucap linetta.


Selesai makan mereka kembali lagi ke kamar linetta. Laura dan geano kembali ke kamar mereka masing-masing.


"Kau tidur disini?" Ucap ketus miko.


Dokter daniel menganggukkan kepalanya. "Aku harus memantaunya malam ini karena ia masih lemah." Ucap dokter park.


Miko hanya menatap tajam dokter park.


"Apa yang sedang kalian bicarakan. Nahh.. Ini Selimut untukmu. Apa kau perlu kasur? Aku akan menyuruh pelayan membawakan mu kasur.


"Tidak perlu. Aku akan tidur di sofa saja. Istirahat lah f sekarang." Ucap dokter park.


"Tidurlah. Aku akan mematikan lampu mu." Ucap miko. Linetta pun tertidur.


Miko tidak bisa tertidur, ia merasa aneh ada dokter park di kamar mereka. Miko merasa seperti ada yang mengawasinya


"ASTAGA.. Kau membuat ku terkejut. Apa yang membuat kau bangun pagi-pagi begini?" Tanya linetta.


"Aku tidak bisa tidur." Ucap miko dengan wajah lesunya.


"Astaga kau ini. Hhmm.. Sini-sini tidur lah." Ucap linetta menarik badannya ke pelukannya.


Dokter park melihat kejadian itu. Ia menunggu mereka tertidur pulas lalu pergi. Saat turun dokter park bertemu dengan grizella.


"Dokter park.." Panggil grizella. Dokter pun menghampirinya.


"Bisakah kita berbicara di luar." Ucap grizella.


"Oke.." Sahut dokter park. Mereka pun keluar dan duduk di taman.

__ADS_1


"Apa yang ingin kau bicarakan?" Ucap dokter.


"Aku hendak menanyakan keadaan linetta. Apa dia baik-baik saja?" Tanya grizella.


"Tentunya. Dia lebih membaik sudah. Apa hanya itu yang ingin kau tanyakan?" Ucap dokter park.


Grizella menoleh ke dokter park lalu memandang ke depan lagi.


"Apa kita sepemikiran?" Ucap grizella.


"Sepemikiran tentang apa?" Sahut dokter park.


"Kalau dia di.." Ucap grizella terhenti karena pelayan membawakan mereka minuman.


"Terimakasih kau boleh pergi." Ucap grizella. Pelayan itu pun pergi.


"Mengapa kau berhenti berbicara? Itu hanya pelayan." Ucap dokter park.


"Aku tidak mempercayai pelayan dirumah ini. Bearti dengan ucapan itu kau kita sepemikiran." Ucap grizella.


"Awalnya ku kira salah pelayan karena baru atau lupa. Tapi setelah laura mengaku aku sempat terkejut." Dokter park menoleh ke grizella lalu grizella pun menatap dokter park.


"Dulu sebelum aku kerja untuk keluarga Cosa, dokter sebelumnya menceritakan semua tetang keluarga Cosa termasuk keluarga laura." Sambung dokter park.


"Lalu apa yang membuat mu yakin?" Tanya grizella.


"Dokter sebelumnya bilang catatan alegri linetta juga ada di rumah laura, dan aku pun melihat itu masih ada dirumahnya belum hilang sama sekali." Lanjut dokter park.


"Bagaimana kau mengetahuinya?" Grizella bertanya lagi.


"Saat kejadian di rumah laura aku datang ke sana lalu saat aku ke dapur aku melihat catatan itu, Tapi aku bingung mengapa tadi malam laura bilang catatan itu sudah lama tak ada dirumahnya." Ucap dokter park.


"Sebenarnya apa yang dia inginkan? Jika warisan,bukan kh hartanya sudah banyak." Sambung dokter park.


"Dia menginginkan miko, tapi caranya mengerikan. Aku dulu tak seperti itu, sampai menyakiti seseorang bahkan itu saudarinya sendiri." Ucap grizella.

__ADS_1


Laura melihat dokter park dan grizella sedang berbincang.


"Apa lagi yang kau hasut dengan dokter park grizella." Ucap Laura yang memperhatikan mereka dari balkon kamarnya.


__ADS_2