
Pagi hari di kamar miko
Miko memeluk linetta dari belakang dan mencium-cium leher linetta, linetta pun terbangun lalu membalikan badanya ke arah miko.
"kau sudah bangun."
"hmm." ucap miko lalu mencium kening,pipi kanan kiri linetta kemudian keleher linetta.
"YAAKK!! kau sedang apa? ini baru saja pagi, siap-siap lah sana kerja.
"itu perusahaan ku,aku datang atau tidak,tidak masalahkan." ucap miko sembari menaiki tubuh linetta lalu mencium-cium leher linetta lagi.
"miko berhentilah!!" linetta mendorong miko baru membalikan badannya.
"kau marah?."
"tidak." ucap ketus linetta.
"lalu ada apa?"
"tidak ada."
"jika tidak ada berbalik lah kesini." miko menarik badan linetta agar berbalik. Linetta pun bangun dan duduk.
"bukan itu hanya saja ggrhhh.. ntahlah." linetta ingin mengatakan sesuatu tetapi tak bisa.
Lalu miko memeluknya dan memasangkan sebuah kalung.
"apa ini sudah cukup untuk menjawab pertanyaan yang ingin kau tanyakan kemaren dan kebingungan mu ini." ucap miko menatap linetta.
Linetta hanya menganggukan kepalanya karna terus melihat kalung yang cantik itu dengan taklik libra lalu ada berlian di sisi kanan kirinya.
"bagaimana kau tau kemaren aku datang ingin menanyakan sesuatu?"
"tau lah apa yang tak ku ketahui di dunia ini."
"Cihhh..."
"aku siap-siap dulu."
"mau kemana?"
"kerja." miko menuju kamar mandi.
__ADS_1
"kau kata tidak kerja, dasar pembohong."
"aku ada rapat hari ini, kau mau ikut?"
"iyaa." ucap linetta dengan senyum imut.
DRETT... DRETT.. hp linetta bergetar.
*π: haloo nona linetta.
π: iya ada apa sekretaris jang?
π: saya sudah memeriksa yang nona suruh, benar sekali nona yang ada maksud sekarang ada di negara ini, ia datang 2 bulan yang lalu, sekarang ia sedang membuka galeri di daerah x.
π: oke..baiklah, terimakasih sudah memeriksanya sekretaris jang.
π: iya nona linetta sama-sama. Hubungi saja saya jika ada perlu lagi*.
"baiklah.. dirimu sudah kembali, jadi ini semua perbuatanmu tunggu saja kau akan lebih tersiksa dari tahun sebelumnnya." ucap kesal linetta.
"siapa yang menelponmu?" tanya miko keluar dari kamar mandi.
"itu sekretaris papi, aku tak jadi ikut kekantormu aku akan pulang kerumah sebentar dengan linetta tadi papi menyuruhku pulang."
"tak usah kami bawa mobil sendiri saja hmm.." ucap imut linetta sembari mengancingkan baju miko.
"hmm baiklah, jika terjadi sesuatu segela telpon aku oke, CUPSS.." ucap miko sembari mencium kening linetta.
"baiklah, tak akan terjadi apa-apa kau tau kan pacar mu ini seorang mafia tak akan ada yang bisa melukai ku hmmm." ucap linetta dengan senyuman manis.
"baiklah.. aku berangkat kerja dulu." ucap miko yang keluar dari kamar lalu berangkat kerja.
Lalu linetta mengganti bajunya dengan baju dan celana serba hitam tak lupa juga ia mengikat rambutnya.
"kau mau kemana?" tanya quita.
"kau tunggu saja disini, aku ada urusan sebentar." jawab linetta.
"tidak.. aku tidak akan membiarkanmu keluar sendirian." quita menahan linetta.
"sebentar saja hmm.. okeyy... aku tak akan membunuh orang hanya memastikan sesuatu, aku akan segera kembali."
"baiklah jika 1 jam kau belum pulang akan ku suruh sekretaris jang mencari mu." ancam quita.
__ADS_1
"oke 1 jam aku akan kembali dalam 1 jam." jawab linetta.
Linetta pun segera pergi ke galeri x untuk memastikan apakah orang itu yang dicarinya. Sesampainya disana linetta pun melihat orang itu.
"ahhh itu benar dirimu laura." ucap tajam linetta.
Laura adalah anak Zetas yang selama ini selalu mengganggu linetta dengan serang-serangan kecil.
"hari ini adalah hari kematian mu laura." ucap linetta dengan pistol siap menebak, tetapi saat linetta ingin menembak ia melihat laura dengan geano sedang berjabat tangan.
"apa yang dilakukan geano disini? aishhh aku tak bisa melakukannya ini akan membahayakan adik ku, kau selamat hari ini laura." gerutu linetta.
Linetta pun pergi meninggalkan tempat itu dan menuju kerumah orangtuanya.
*π: aku pulang kerumah sebentar,jika kau tak percaya kau bisa menelpon sekretaris jang atau papi dan mami nanti.
π: baikalah jika kau pulang aku akan percaya.
π: baiklah...
Tut.. Tut...Tut*...
Linettapun sampai kerumahnya, ia bergegas masuk menuju ruang kerja geano.
"kau sedang apa?" tanya papinya.
"apa yang sedang geano kerjakan akhir-akhir ini pi? apa hari ini dia ada janji dengan seseorang? atau dia bilang keluar kemana?" tanya linetta sembari melihat berkas-berkas di atas meja geano.
"kenapa tiba-tiba kau ingin tau tentang perusahaan kita?" tanya papinya lagi.
"apa yang sedang kau cari kak?" ucap geano yang baru sampai.
"kau bertemu dengan siapa tadi?" tanya linetta dengan tatapan tajam.
"banyak yang kutemui hari ini kak." jawab geano.
"wanita di galeri, ada urusan apa kau denganya?" ucap dingin linetta.
"ohh diaa, perusahaan perhiasan xx tidak mau berkerjasama dengan galeri lain selain dengannya jadi tadi aku kesana untuk mengajukan kontrak. Memangnya kenapa kak?" tanya heran geano.
"ASTAGA!! geano.. bisakah kau sebelum bertemu orang itu cari dulu informasi tentang dirinya. Kau tau dia siapa dia.. diaa LAURA ZETAS!!. Dia anak Zetas yang menembak papi geano....!!!" ucap geram linetta.
"A.. apa? dia anak Zetas." ucap terbata-bata geano yang tak percaya.
__ADS_1
jangan lupa like,komen dan votenya yaπ