
Sesampainya linetta diperusahaan tetapi miko sedang rapat, ia tak peduli akan hal itu ia tetap menerobos masuk.
"kau tunggu saja dikantornya dia masih rapat dengan karyawannya." ucap cenzo menahan linetta.
"itu urasannya bukan urusanku,jika kau terus menghalagiku kubunuh kau pas dijantugmu ini lalu dikepalamu." ucap tajam linetta lalu menunjuk dada dan kepala cenzo. cenzo yang takut mendengarkan hal itupun langsung membiarkannya.
BRAAKKKKK.... Linetta mendorong pintu. Semua karyawan langsung melihat ke arahnya.
"aku ingin bicara sekarang juga." ucap serius linetta.
"tunggu diruanganku." ucap dingin miko.
"Aku maunya sekarang,jika tidak.." linetta menatap tajam karyawan lalu memerengkan kepalanya dan tangannya kebelakang badannya hendak mengambil pistolnya.
"cenzo akan mengurus sisanya,kalian lanjutlah." miko pun membawa linetta ke ruangannya.
"kau ingin membunuh karyawan ku." ucap marah miko
"jika tadi kau tak menurutiku mungkin saja."
"kau sudah gila,bagaimana bisa kau membawa pistol kesini?"
"mungkin saja ada yang ingin membunuhku, aku selalu membawa pistol kemana-mana bahkan saat buang air besar pun juga.
"kau tidak akan terluka jika bersamaku." ucap miko tiba-tiba lembut. linetta yang mulai jatuh cinta dengannya mendengarkan suara lembut miko menjadikan dirinya tak tahan seperti ingin selalu disamping miko.
"ahh.. siapa tau saja kan tak ada yang tau." ucap linetta yang langsung memalingkan mukanya dari hadapan miko.
"kau sudah makan." miko menarik linetta dan memeluknya.
"sudah." ucap malu-malu linetta.
Dengan sikap lembut miko itu linetta lupa akan hal yang ingin ia tanyakan sebaliknya miko,ia tau bahwa linetta datang seperti itu tadi pasti akan menanyakan hal yang terjadi tadi malam.
__ADS_1
"jadi kau mau apa sekarang hmm?" miko mulai mendekati bibir linetta.
"aaa i.. itu ajak aku keliling iyaa keliling aku tak pernah melihat perusahaanmu aku juga ingin memaikan game disini." ucap gugup linetta yang langsung menjauh dari miko.
"kau ingin keliling dulu atau bermain dulu?." tanya miko.
"keliling saja dulu."
"hmm okey..ayo." miko menggenggam tangan linetta lalu keluar.
"cenzo nanti seluruh tim suruh datang keruanganku dan membawa game mereka."
"baiklah." ucap cenzo.
Miko dan linetta pun berkeliling sekitar 30 menit tetapi linetta mulai merasakan pegal dikakinya padahal ia tidak memakai hak tinggi.
"tunggu.. tunggu.. aku lelah." ucap linetta tiba-tiba jongkok.
"kau sudah lelah padahl belum semuanya ku perlihatkan."
"kau bilang apa?"
"hah.. tidak ada, aku cape ayo kembali keruanganmu."
Merekapun kembali keruangan miko, linetta terkejut melihat ruangan miko dipenuhi dengan tim pembuat game.
"ASTAGA.. apa mereka ingin minta tanda tanganku."
"tidak ada yang ingin tanda tangan mu, mereka semua adalah yang menciptakan game diperusahaanku, tadi kau bilang ingin bermain game pilih lah sendiri dari mereka." ucap miko sembari duduk di kursinya.
Lalu linetta ingin mencoba semua permainan tersebut. Hampir seharian linetta bermain tanpa begerak dari tempatnya, miko pun melanjutkan perkerjaannya tanpa gangguan dari linetta.
"aku keluar rapat sebentar." ucap miko. Tetapi linetta hanya menganggukkan kepala tanpa melihat miko.
__ADS_1
Saat miko kembali dari rapat melihat linetta sudah tetidur pulas karna hari ini salah satu game dari perusahaannya uji coba jadi miko lembur ia memberikan selimut dan bantal kepada linetta lalu lanjut kerja lagi.
Jam 22.40
Miko dan karyawannya selesai kerja kemudian karyawannya pulang deluan dan miko kembali ke ruanganya. Ia melihat linetta belum bangun.
"cenzo turunlah duluan dan siapkan mobil." suruh miko.
"baiklah." ucap pelen cenzo.
Saat miko hendak menggendong linetta,linetta pun terbangun.
"kah sudah bangun?" ucap miko. linetta menganggukan kepalanya dengan wajah imutnya yang baru bangun.
"ayo kita pulang."
Linetta bangun lalu memeluk miko dari depan lalu menyilangkan kakinya di badan miko.
"gendong aku seperti ini hmm." pinta imut linetta dengan memeluk miko dari depan,miko seperti menggendong bayi yang sangat besar.
"baiklah." mikopun menurutinya lalu membawa linetta ke mobil.
Saat masuk kemobil cenzo kaget melihat hal tersebut ia tak berhenti melihat mereka dari spion fender. Miko yang mengetahui sedang dilihat cenzo langsung menatap cenzo dengan tatapan tajam. Cenzo lansung memutar spion tersebut lalu fokus menyetir.
Di apartemen
"kalian sudah pula...." ucap quita terhenti saat melihat linetta digendong miko seperti itu. Miko langsung menuju kamarnya.
"tutuplah mulutmu itu nanti lalat masuk." ucap cenzo yang menutup mulut quita yang sedang tecenga tak percaya.
"apa yang sedang terjadi? mengapa mereka seperti itu?" kebingungan quita.
"jangan tanyakan aku, akupun tak tau miko meyuruhku turun deluan lalu menyiapkan mobil,datang-datang mereka sudah seperti itu sampai dalam mobil. Tanyakan saja besok dengan linetta. Ayo kita tidur aku sangat lelah." ucap cenzo yang langsung menggedong quita kekamarnya.
__ADS_1
"kau ini nakal sekali." ucap quita sembari memeluk cenzo.
jangan lupa like,comen dan votenya ya😉