My Lady Is The Mafia 1&2

My Lady Is The Mafia 1&2
48


__ADS_3

"Hoo'ohh.. Malam ini." Ucap linetta menggoda quita.


"Heii.. Aku juga mau seperti kalian, emang kalian saja yang mau."


"Hoo.. kau iri stau bagaimana?" Tanya grizella.


"Kalian membicarakan apa?" Sahut laura.


"Sepertinya sangat seru." Sambung laura.


"Tidak ada kami hanya ingin memanjakan suami kami!" Ucap quita menekan sedikit di ujung pembicaraannya.


"Ohh.." Sahut laura mengibaskan rambutnya ke belakang membuat lehernya yang indah itu terlihat.


"Cuacanya sangat panas." Sambung laura.


"Tapi di luar sedang hujan dan AC tidak mati." Sahut grizella dengan ketus.


"Lagi pula kami tidak menanyakan dirimu panas atau tidak." Sambung grizella.


Laura langsung terdiam seketika lalu melanjutkan makannya. Beberapa saat kemudian mereka selesai makan dan berkumpul di ruang tamu. Linetta haus dan hendak mengambil minum tetapi miko menahannya.


"Biar aku saja." Miko mengambil gelas dari tangan linetta.


*


Linetta menunggu beberapa saat tetapi miko belum juga datang dari dapur, linetta pun menyusul miko ke dapur.


Saat sampai dapur linetta melihat miko berada di depan wajah laura, mereka berdua seperti berciuman.


Linetta mengambil gelas berisi air di atas meja makan lalu menyiram mereka berdua dan melemparkan gelas tersebut di samping mereka.

__ADS_1


PRANNGG... Suara kaca pecah semua orang langsung menuju ke dapur.


"Apa yang sedang terjadi?" Tanya quita.


Linetta langsung pergi meninggalkan semua orang.


"line.. tunggu.. linee.." Miko memanggil linetta.


"line aku bisa menjelaskannya." sambung miko.


"kau hendak menjelaskan apa?"


"Apa yang kau lihat semuanya salah paham. Aku tidak menci.."


"Aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri. Aku cape." Linetta pergi menuju kamarnya.


"Masalah apa lagi yang kau buat!!" ucap ketus grizella.


Saat miko hendak pergi menyusul linetta, dia ditahan oleh quita.


"Tunggu... Apa yang sedang terjadi?" Tanya quita.


"Aku hanya meniup mata laura yang kelilipan, linetta salah paham." Jelas miko.


"Kau sama sekali tidak mengerti dia miko, apa kau tidak melihat beberapa hari ini laura sedang mendekati mu. Kau taruh dimana mata mu." Grizella berbicara kasar.


"Laura mendekati ku?"


"Iyaa.. dia mendekati mu, apa kau tidak tau sama sekali?" Ucap grizella.


"Aku tidak tau, aku hanya menganggapnya sebagai adik ku saja, Aarrghhh.. Sialann.." Miko baru menyadarinya.

__ADS_1


Miko bergegas menuju kamar linetta, saat sampai kamar ia melihat linetta berbaring dengan menutupi semua tubuhnya dengan selimut.


Miko mengganti bajunya yang basah, lalu berbaring di samping linetta. Miko hendak berbicara tetapi ragu-ragu, dia merasa sangat bersalah kepada linetta.


Miko pun memegang lengan linetta dan memusut-musutnya. Linetta tidak merespon apa pun dia hanya diam.


"Line.. aku tau aku salah, aku minta maaf.. tapi apa yang kau lihat itu semua cuman.."


"Aku mengantuk, tidurlah. Selamat malam." Linetta mematikan lampu. Miko pun menarik tangannya menjauh dari badan linetta.


*


Keesokan paginya, miko bangun dan melihat linetta masih tidur. Miko membenarkan selimut linetta dan mencium kening linetta.


Selesai mandi pun miko melihat linetta masih tertidur, miko tau linetta sudah bangun tetapi dia pura-pura tidak tau saja.


"Aku berangkat kerja. Jangan lupa makan." Miko mengecup kening linetta. Saat miko keluar kamar, linetta membuka matanya.


"Apa cuma itu usaha mu berbaikan dengan ku." Linetta tambah kesal.


Tiba-tiba miko kembali. "Ahh.. ini dia ponsel ku."


Linetta cepat-cepat menutup matanya.


"Jika sudah bangun, bangunlah dan mandi. Apa tidak gerah dalam selimut terus." ucap miko.


"Aku belum bangun, siapa yang bangun." Sahut linetta.


"Lalu siapa yang sedang menjawab. Bangunlah aku akan berangkat kerja." Miko tersenyum.


"Sialan..." Gumam linetta.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA😊 MAMPIR JUGA KE KARYA KE DUA AKU SWEET GRILS😊


__ADS_2