My Lady Is The Mafia 1&2

My Lady Is The Mafia 1&2
57


__ADS_3

Pesawat Linetta pun mendarat, beberapa mobil pribadi pun sudah menunggu mereka. Dalam perjalan kerumah utama Linetta sungguh tak tenang, Dokter Park terus menggenggam kedua tangan Linetta.


Sedangkan anak-anak ada di mobil satunya mereka sangat bersemangat dan gembira karena ini pertama kalinya mereka mengunjungi rumah utama.


Sesampainya di rumah utama, mami dan Geano sudah menunggu di depan pintu untuk menyambut kedatangan mereka. Saat Linetta turun air mata maminya tak lagi tertahankan, selama Linetta pergi jangankan mengirimkan foto tentang dirinya mengangkat telepon pun tidak pernah.


Linetta menghampiri mama dan Geano lalu langsung memeluknya dengan erat disertai air mata yang tak berhenti menetes.


"Aku sangat merindukan kalian hiks..," ucap Linetta.


"Jika kau merindukan kami mengapa tidak pernah menjawab telepon atau pulang kesini hikss.. Kakak sangat jahat dan tidak peduli dengan kami hikss.."


"Maafkan aku.."


"Apa tunggu aku mati baru kau menginjakkan kaki dirumah ini?" ucap mami.


Linetta langsung menatap mami. "Mami!!..." Linetta mengusap air mata ibunya itu.


"Di mana cucu ku? Jangankan wajah mu, wajah anak mu saja kau sembunyikan dari ku," ucap mami.


"Mami!! Kau tau mengapa aku tidak memberitahukan kalian tentangnya."


"Mah.. pah..," panggil Yuki.


Mami dan Geano langsung menatap asal suara tersebut. Yuki melepaskan topi dan masker yang dia gunakan, saat melepaskan itu. Miko, Laura dan anak mereka pun keluar.


Mereka terkejut melihat Yuki dengan anak Laura sangat mirip mereka berdua seperti anak kembar, yang membedakan mereka hanya mata, rambut dan gaya style pakaian mereka.


Linetta langsung menatap Dokter park dengan mengerutkan keningnya. Dokter Park oun mengerti dan langsung merangkul Linetta. Miko langsung menatap mereka berdua.


"Yuki ke marilah sayang. Sapa nenek dan paman mu," panggil Dokter Park.


"Baik pah.."


"Hallo nenek dan paman Geano."


"Ke marilah, peluk nenekmu ini," ucap mami. Yuki pun memeluk neneknya.


"Kami juga mau di peluk," ucap si kembar.


"Kak Grizella." Geano melambaikan tangan.


"Ho'oh.. Geano kita sudah dewasa." Grizella menggoda Geano.


"Tidak terasa sekarang mami memiliki banyak cucu dan tinggal Geano yang memberikan mami cucu," ucap daniel.


"Hehe... Tidak tau umurku akan samapi atau tidak," ucap mami sembari tersenyum.


"Mami!!!" ucap mereka semua bersamaan.


"Kata mama, nenek akan sehat samapi Yuki memiliki anak juga hehe.." Yuki tersenyum.


"Jika itu yang di bilang mama Yuki. Baiklah nenek akan sehat sampe Yuki memiliki anak, bagaimana?"

__ADS_1


Ucap mami, Yuki pun tersenyum mendengar perkataan neneknya tersebut. Anak Laura pun menghampiri neneknya juga.


"Bagaiman denganku nek?" ucap ketusnya.


"Tentu saja kau juga. Kalian semua cucu-cucu nenek," sahut mami.


"Ohh.. Kenalkan ini Anna anak Kak Laura dan juga Kak Miko," ucap Geano. Anna setahun lebih muda daripada Yuki.


"Hallo.." sapa Yuki, tetapi Anna diam saja.


"Yuki!! Kemari akan ku tunjukkan kamar mu dan kamar Vian Vano," ajak Geano.


"Dokter Reno!! Aku ingin bicara dengan mu," ucap Anna lalu menarik Reno ke arah taman belakang.


Yuki memperhatikan Anna yang membawa Reno pergi, terlihat jelas di wajahnya cemburu yang membara.


"Yuki masuklah paman mu sudah menunggu." Linetta memperhatikan Yuki dan langsung menyuruhnya masuk.


"Ayo Grizella kita masuk," ajak Linetta.


Saat masuk Miko hendak menyentuh Linetta tetapi Dokter Park langsung menggenggam tangan Miko.


"Anak-anak masih ada, tolong menjauhlah dari istri ku," ucap tegas Dokter Park.


"Mah.. Pah.." panggil Yuki.


"Iya Sayang," Linetta langsung merangkul tangan Dokter Park dan menghampiri Yuki.


"Ayo kita lihat kamar Yuki."


Linetta menarik Geano. "Kamar.."


Belum selesai Linetta berbicara Geano langsung menyelanya. "Kak.. Semuanya sudah ku atur, tempat itu bukan lagi menjadi kamar kakak."


"Baiklah kalau begitu."


"Ini kamar mama dan papa?" tanya Yuki.


"Iya itu kamar mama dan papa Yuki. Sini-sini paman akan membagi rahasia kepada kalian. Kamar ini dulunya tempat pertama kali Mama Yuki saling jatuh cinta hehe..," ucap Geano.


Plakk!!... Grizella memukul kepala Geano. "Apa yang kau ucapkan kepada mereka?" Grizella memasang muka marah, tetapi tiba-tiba. "Bukan hanya tempat cinta pertama mereka tapi tempat mereka.." Grizella menyatukan kedua jari telunjuknya dengan perlahan.


Mereka pun tertawa mendengar perkataan Grizella tersebut.


"Geano!! Grizella!! Apa sudah puas membicarakan tentang ku? tegur Linetta dengan wajah memerah.


"Haha.. Mama malu, lihat wajahnya memerah. Haha.." Yuki menggoda mamahnya.


Linetta menutup wajahnya dengan kedua tangannya lalu bersembunyi di badan Dokter Park. Dokter Park pun memeluk Linetta.


"Yuki!!" tegur Dokter Park.


"Baiklah pah.. Yuki hanga menggoda mama saja."

__ADS_1


"Yuki yang menggoda mama, tapi papa yang menanggung akibatnya."


"Hehe.. Berarti mama lebih sayang kepada Yuki daripada papa."


Mereka semua pun ikut bahagia karena candaan Yuki dan papa mamanya, tetapi tidak dengan Miko dan Laura mereka hanya memasang wajah datar.


_______________


"Apa betul kau memiliki hubungan dengan gadis tadi?" tanya Anna.


"Siapa? Yuki? Dia lebih tua dari mu, kau harus memanggilnya kakak." sahut Reno.


"Yang kutanya, apa kalian berhubungan?"


"Iya kami sedang dalam hubungan."


"Lalu bagaimana denganku?"


"Anna!! Kita sudah membahas ini sebelumnya kan. Aku hanya menganggap mu adik saja tidak lebih dari itu."


"Tapi, aku menganggapnya lebih."


"Anna!! Kau.."


"Ternyata kau di sini, ayo lihat kamar kita," ucap Yuki tiba-tiba dan membuat Reno berhenti berbicara.


"Yuki? Sejak kapan kau ada di sini?" tanya Reno.


"Baru saja. Ayo masuk." Yuki merangkul tangan Reno kemudian membawanya masuk.


Anna sangat marah melihat Yuki menyentuh tubuh Reno. Dengan tatapan tajamnya itu pasti banyak rencana yang akan dia lakukan kepada mereka agar berpisah.


Ternyata Linetta dan Dokter Park melihat kejadian itu dari balkon kamar mereka.


"Aku takut ini semua akan terulang, harus kah kita pulang sekarang."


Dokter Park membalikkan badan Linetta menghadap ke dirinya. "Line dengarkan aku. Aku tidak akan membiarkan semua ini terulang kepada anak kita dan juga Yuki anak yang kuat pasti dia tidak akan membiarkan seseorang mengambil miliknya."


"Tetapi tetap saja aku khawatir."


"Line!! Bisa kah kau mengkhawatirkan diriku juga."


Dokter Park memegang dan mengangkat dagu Linetta, lalu mendekati bibir Linetta. Linetta yang terbawa suasana itu pun menutup matanya dan membuka mulutnya sedikit.


Dokter Park pun mengi*ap bibir Linetta, Linetta pun membalasnya. Dokter Pak sedikit terkejut karena selama ini Linetta tidak pernah membalas ciuman Dokter Park.


Dokter Park mulai memegang leher Linetta dan tangan satunya mulai meraba ke badan. Linetta juga memegang leher Dokter Park sedangkan tangan satunya mulai melepaskan satu demi satu kancing baju Dokter Park.


*


*


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA πŸ˜ŠπŸ™ MAMPIR JUGA YA KE KARYA SWEET GRILπŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


*


*


__ADS_2