My Lady Is The Mafia 1&2

My Lady Is The Mafia 1&2
52


__ADS_3

Dokter park kembali ke kamar dan juga membawakan makanan untuk linetta.


"Makanlah dulu."


"Nah buka mulut mu." Dokter park menyuapi linetta.


Linetta pun bangun. "Hei.. aku bukan anak kecil."


Tetapi dokter park hanya memasang wajah datar dan tetap menyuapi linetta.


"Nanti siang aku akan berangkat, geano sudah menelpon ku semuanya sudah siap."


"Aku akan ikut dengan mu."


"Apa? kau sudah gila lalu siapa yang akan mengurus mami dan geano kalo kamu pergi."


"Juniorku akan datang nanti malam aku menelponnya tadi pagi."


"Tap..."


Linetta berhenti berbicara karena dokter park memasukan sendok yang penuh dengan makanan ke mulut linetta.


"Barang-barang akan ku siapkan setelah kau selesai makan."


"Tidak perlu, aku tidak ingin membawa atau pun melihat barang-barang yang ku miliki dikamar itu." Linetta berbicara dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.


"Baiklah, lalu makanlah dulu baru berbicara."


Linetta pun sudah selesai makan dokter park pun keluar karena linetta hendak bersiap-siap lalu dokter park menuju ke dapur, semua orang nampak sedang berkumpul di meja makan.


"Bagaimana linetta? apa dia marah dengan kami juga? makanya dia tidak ingin bicara dengan kami." Ucap grizella.


"Tidak, dia tidak marah dengan kalian hanya saja dia tidak mengerti menyampaikan dengan kalian seperti apa." Sahut dokter park.


"Menyampaikan apa?" Tanya quita.


"Tadi malam dia sudah berbicara dengan geano dan juga aku, hari ini dia akan pindah ke italia dengan grizella dan daniel." Jelas dokter park.

__ADS_1


"Dia tidak bisa melihat kau sedih quita, tapi dia tidak ada pilihan lain selain pergi dari rumah ini." Lanjut dokter park.


"Mengapa harus dia yang pergi ini rumahnya harusnya yang pergi adalah miko atau laura. Mengapa harus dia hiks.." Laura menangis lagi.


"Aku tidak bisa memberitahukannya kau lihat saja nanti apa yang akan di lakukan linetta, aku juga tidak bisa membujuknya keputusannya sudah bulat." Ucap dokter park.


"Dan satu lagi aku juga akan ikut dengannya, aku tidak bisa meninggalkannya dengan keadaan seperti ini." Sambung dokter park.


*


Beberapa jam kemudian geano datang dengan wajah yang ceria untuk menutupi kesedihannya. Geano masuk ke kamar linetta dan membawa barang dokter park sedangkan dokter park mendorong kursi roda linetta.


Semua orang berkumpul di depan kamar linetta termasuk miko dan laura.


"Mengapa aku memakai kursi roda aku tidak lumpuh." Linetta protes.


"Kau memang tidak lumpuh, tetapi kalo kau terus memaksa berjalan dan luka mu tidak sembuh-sembuh maka kaki mu akan di potong dan kau tidak bisa berjalan selamanya." Dokter park menakuti linetta.


"Isshh.. kau sangat cerewet."


"Ayo kak nanti kau ketinggalan pesawat." Ucap miko sembari membukakan pintu.


"Apa kau betulan akan meninggalkan ku." Quita mai meneteskan air matanya.


Geano tidak tahan melihat tetasan air mata quita. "Kak aku menunggu di mobil. Geano membawa koper dokter park.


"Geano berhenti. Kita perlu bicara lagi." Sahut linetta. Daniel dan grizella yang membawa koper dokter park ke mobil.


"Ta dengarkan aku baik-baik, aku akan sering pulang untuk menemuimu oke, Kenzo kau sudah bersama dengan quita jadi kau sudah masuk di keluarga kami. Kumohon jaga baik-baik quita,kenzo dan mami itu akan menjadi tanggung jawab mu sekarang." Jelas linetta.


"Tapi line.. aku tidak bisa pisah denganmu.. kita tidak pernah pisah dari kecil.. hikss hiks..." Sahut quita mulai menangis.


"Kau sudah memili kenzo sebagai ganti diriku." Linetta menarik quita lalu memeluknya dan menepuk-menepuk pundaknya.


"Yang terakhir. Kau laura kemari ulurkan tangan mu." Ucap linetta, tetapi laura kebingungan dan ragu-ragu memberikan tangannya. Linetta langsung menarik tangannya.


Tidak di sangka linetta melepaskan cincin lamarannya dengan miko dan memakaikannya di jari laura hal itu membuat laura terkejut.

__ADS_1


"Line.. apa-apaan kau ini." Ucap miko.


"Sekarang ini milik mu dan kau tidak perlu menyakiti orang lain lagi untuk mendapatkannya. Jagalah dia jika kau sangat menyukainya. Ayo dok." Linetta tidak bisa menahan dirinya lebih lama lagi.


Dokter park pun mendorong kursi roda linetta tetapi miko terus menahannya.


"Kau lihat rekaman ini, ini membuktikan aku tidak melakukan apa-apa dengan dia." Miko memberikan rekaman kepada linetta.


Linetta mengambilnya lalu melemparnya ke lantai dan ditembaknya. Miko sudah kehabisan cara untuk mencegah linetta pergi lalu dia mengambil pistol penjaga dan berdiri di tengah pintu menutupi jalan linetta.


"Jika kau meninggalkan ku, aku akan menembakan kepala ku." Miko menaruh pistol di kepalanya.


"Apa kau lupa sesuatu miko." Linetta mengambil pistolnya lalu menarik pelatuk pistolnya dan mengarahkan pistol kepada miko.


DOR... "Kau harus menarik pelatuknya terlebih dahulu sebelum menembakan ke kepalamu." Linetta menembak pistol miko dan membuat pistol miko terjatuh.


"Pegang dia jika perlu kurung dia." Perintah linetta. penjaga pun menahan miko.


"Aakkhhhh.... Aku tidak akan membiarkan mu pergi linetta!!" Miko mengamuk. Dia terlepas dari para penjaga dan segara menyusul linetta ke bandara.


*


Sesampainya di bandara geano yang mendorong kursi roda linetta dia tidak bisa menahan air matanya lagi.


"Baiklah aku akan pergi jaga diri kalian baik-baik. Aku sayang mencintai kalian." Linetta memeluk geano dan quita.


"Ayo line.. pesawatnya sudah mau berangkat." Ucap dokter park.


Linetta dan dokter park pun masuk dan berangkat. Baru saja pesawat mereka meluncur miko pun tiba, dia terduduk melihat keberangkatan linetta. Miko sudah tidak berdaya lagi.


*


*


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA.. MAMPIR JUGA KE KARYA KEDUA AKU SWEET GRILS..


*

__ADS_1


*


__ADS_2