My Possesive Badboy

My Possesive Badboy
Flash back 2


__ADS_3

Flash back off~


**


"Ayolah Jin! Berhenti mencintai orang bodoh seperti Shaka. Dia terlalu naif, dia hanya percaya dengan apa yang ia lihat tanpa mempercayai hatimu," bujuk Radit.


Bugh!!


Sebuah kepalan tangan mendarat sempurna tepat mengenai ujung bibir lelaki itu, hingga cekalan tangannya terlepas dari pergelangan tangan Jingga. Lelaki itu tersungkur seraya memegang bagian wajah yang terkena tonjokan keras tersebut. Kemudian ia bangkit dengan tatapan nyalang pada si pelaku.


"Brengs*k!" umpatnya kesal.


Ia membalas melayangkan tonjokan itu tak kalah keras. Hingga aksi saling tonjok pun tak dapat dihindari. Mereka bergulat dengan sengit hingga tak mendengarkan teriakan Jingga yang melerai mereka. Atensi orang-orang pun mengarah pada mereka. Bahkan banyak yang mendekat untuk memisahkan.


"STOP!!!"


Teriakan Jingga akhirnya mampu memisahkan kedua manusia itu dengan bantuan orang-orang disana. Jingga menatap nyalang pada kedua lelaki yang berkabut amarah itu. Gadis itu memilih pergi meninggalkan tempat tersebut. Ia merasa kesal dengan sikap kedua mantannya itu. Ia tak ingin jadi bahan pusat perhatian orang-orang.


Bukan kelas, tujuannya saat ini adalah ruang kesehatan. Setidaknya disana ia akan merasa sedikit lebih tenang dengan keadaan sepi. Selain itu, ia juga harus mempersiapakan hal lain diruangan tersebut.


Benar saja diruangan itu tak ada siapapun. Ia meraih jas putih dari tempat biasa ia gantungkan, seraya menyimpan tasnya. Lalu mulai membereskan obat-obatan yang baru saja dikirim pada rak disana.


Berulang kali ia menghembuskan napas kasar, ketika mengingat kembali wajah Shaka yang babak belur. "Apa dia baik-baik aja?" tanyanya bermonolog sendiri.

__ADS_1


Ia melirik sekilas pintu masuk, berharap seseorang yang kini menguasai pikirannya memasuki ruangan tersebut.


"Ck! Keras kepala," kesalnya, yang lebih mendominan pada perasaan khawatir.


Tak berselang lama, terdengar suara pintu terbuka. Jingga mengintip sedikit, melihat siapa yang memasuki ruangan tersebut. Hingga senyum Jingga pun terukir kala melihat lelaki berwajah tampan yang kini berjalan kearahnya, tanpa melihat keberadaannya.


Jingga mencoba terlihat sebiasa mungkin. Tampak lelaki itu sedikit terkejut mengetahui keberadaannya. Ia pun berdehem kecil, yang kemungkinan untuk menetralkan keterkejutannya. Kemudian terlihat sibuk mencari sesuatu. Jingga melirik wajah babak belur lelaki yang diketahui mantannya itu, hingga terlihat darah mengalir dari area pelipisnya.


Gadis itu segera mengambil kotak p3k dan memberikan benda tersebut pada Shaka tanpa sepatah kata pun. Lelaki itu menatap Jingga untuk beberapa detik, hingga gadis itu kembali keposisinya. Shaka pun ikut berlenggang berlawanan arah menuju brankar, lalu mendudukan diri disana.


Shaka mulai membuka kotak tersebut. Ia mengambil kapas dan menuangkan cairan merah dari botol untuk menyeka darah dipelipisnya itu. Bukan area luka yang terkena cairan itu, hingga ia berdecak kesal karena terlalu sulit untuk memperediksi luka tersebut tanpa cermin.


Jingga menghembuskan napas panjang. Tentu ia melihat jelas gerak gerik lelaki itu. Ia pun mendekat seraya merampas kapas dari tangan Shaka, kemudiam ikut mendudukan diri disamping lelaki itu.


"Aku bisa sendiri," Shaka hendak merampas kapas tersebut, namun tangan Jingga segera mengelak.


Shaka pun terdiam dan membiarkan gadis itu membantunya. Ia pandangi lekat wajah cantik yang selalu ia rindukan. Memorinya berputar, mengingat kembali bagaimana awal perpisahan mereka.


Flash back on~


Berulang kali Shaka menghembuskan napas panjang kala harus menemani sang papa bertemu kolega bisnisnya. Pembahasan mereka sungguh tak dapat dicerna pria tampan itu. Ia benar-benar hanya menyimak, tanpa ingin membalas ucapan mereka. Keadaan itu begitu membosankan, hingga ia mengalihkan atensinya pada area sekitar untuk menghalau kantuk yang tiba-tiba melanada.


Ia mengerenyit kala melihat seseorang yang seperti ia kenal. "Jinjin?" cicitnya heran.

__ADS_1


Kemudian ia membelakakan mata kala melihat seorang lelaki dibelakang sang kekasih, seolah mengikuti. Lelaki tersebut terlihat menyeka bibirnya dengan gaya sensual. "Radit," geramnya pelan.


Kedua tangan Shaka mengepal kuat melihat itu dengan gemertak gigi dan mata yamg menatap tajam kedua manusia yang keluar dari tempat tersebut. Ia hendak bangkit untuk mengejar mereka, namun sang papa menahannya.


"Tolong Sha, sepuluh menit lagi," bisik papa Ar.


Shaka yang sudah berjanji akan menurut pada sang papa untuk hari ini, tentu tak bisa mengingkarinya. Jika tidak, sudah dipastikan besok ia akan pergi menaiki angkot ke kampus dan itu sangat mustahil. Mengingat ia harus menjemput sang kekasih, belum lagi sang papa akan memaksa ia untuk masuk ke kantor dan bergelut dengan tumpukan kertas yang akan membuatnya stres. Hingga ia pun hanya pasrah mengikuti instruksi sang papa.


Sesuai prediksi, acara selesai setelah sepuluh menit. Segera ia berlalu terlebih dulu meninggaljan sang papa dengan beberapa koleganya. Beralaskan sudah tak tahan ingin ke toilet, dan berujung kenyataan dirinya justru keluar dari bangunan tersebut.


Shaka meraih benda pipih dari saku celananya dan mulai menghubungi seseorang yang membuat pikirannya tak menentu sedari tadi.


"Hallo, Jin! Kamu dimana?"


"Oke, aku ke rumah sekarang,"


Panggilan pun terputus. Ia pun segera mengenakan helm terlebih dahulu sebelum menaiki kuda besinya. Untung saja ia memilih pergi mengendarai benda kesayangannya itu, dari pada berangkat bareng dengan sang papa menaiki mobil.


Hingga ketika ia hendak memyalakan mesin motor tersebut, tiba-tiba saja chat masuk mengutungkan niatnya untuk segera melesat. Ia pun kembali meraih benda itu, takut-takut sang pacar yang mengirim chat.


Nomor baru tertera dilayar tersebut. Shaka membuka isi chat yang ternyata sebuah video. Video yang memperlihatkan adegan tak senonoh terpampang disana. Diiringi dengan beberapa potret Jingga yang memasuki resto tersebut. Shaka shok bukan main, kala melihat Jingga dipeluk lelaki lain.


"Ini?"

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*


Jangan lupa jejaknya yaa gaisss😘


__ADS_2