My Possesive Badboy

My Possesive Badboy
Membuktikan kejantanan


__ADS_3

"Kesini, ke kamar," balas Renata santai, seraya membuka pintu berwarna coklat dihadapannya.


Seketika Rizky terpaku. Otaknya mendadak nge lag, hingga ia tersadar sesuatu dan hendak protes. Namun belum juga ia mengeluarkan kalimat protesan, ia sudah berada didalam kamar dengan pintu yang sudah ditutup sang gadis.


"Ki-kita ngapain ke kamar?" tanya Rizky sedikit gugup.


Renata tersenyum seraya mendudukan Rizki ditepi ranjang. Lalu membungkukkan tubuh seraya mendekatkan wajah. "Menurutmu, apa yang bisa kita lakukan?" godanya dengan senyum manis.


Rizky menelan salivanya kuat-kuat kala melihat gundukan daging kembar terpampang jelas dihadapnannya. Posisi Renata yang membungkuk, membuat bagian dadanya terekspos. Apalagi dengan dress yang dikenakan gadis itu, teramat sexy.


'Astaga! Gue bisa khilaf kalo gini,' batin Rizky


Renata memeperhatikan gelagat kekasihnya itu. Memastikan jika lelaki itu tergoda atau tidak akan kemolekan tubuhnya. Ia pun menatap kearah bawah, melihat benda keramat yang katanya tidak dapat berdiri tegak itu.


'Kok, gak kelihatan ya? Apa beneran gak tegak?' batin Renata.


Gadis itu semakin membungkuk, untuk melihat lebih jelas isi dibalik celana tersebut. Namun hal itu justru membuat sikembar semakin terekspos dan semakin menantang Rizky.


'Aku bisa gila,' batin Rizky memekik.


Segera ia memegang kedua bahu sang gadis untuk kembali menegakan tubuhnya. Renata yang terlalu fokus pada benda keramat itu, terlonjak kaget. Ia menatap takut pada Rizky yang menundukan kepala.


"K-Ki?" panggilnya pelan.


Rizky pun mendongakan wajahnya seraya tersenyum untuk menetralkan dirinya yang hampir hilang kontrol. "Kita ngapain disini? Jalan aja yuk!" ajaknya.


"Ahh ... A, a, itu ...." Rentata tergagap untuk menjawab.


'Duh gimana caranya? Masa iya, aku bilang mau lihat punya dia, gak etis banget,' batinnya. Gadis itu tampak berpikir keras seraya menggigit-gigit bibir bawahnya.


Hal yang membuat Rizky semakin tak tahan untuk meraup bibir ranum berwarna pink merona itu. Hingga tiba-tiba saja atensinya teralihkan pada sesuatu yang merayap-rayap diatas lantai dekat lemari. Ia mencoba memperjelas penglihatannya, hingga kedua alisnya bertaut.


"Kecoa! I-itu kecoa," pekik Rizky ketakutan menunjuk hewan kecil itu. Sontak saja hal itu membuat Renata menoleh dan menjerit melihat itu.


"Aaaaa!!!"


Greeeppp!!!


Gadis itu reflek loncat keatas pangkuan Rizky dan memeluk leher lelaki itu erat. "A, aku gak mau lihat. Singkirin kecoa itu," jeritnya menyusupkan wajah didada Rizky.


Rizky yang juga ketakutan meringsek mundur, menaikan kakinya keatas kasur. "Hussshh!! Husshh!!" usirnya melambai-lambaikan tangan, tentu saja hal itu tak berpengaruh apa-apa untuk makhluk kecil tersebut.

__ADS_1


"Ck! Kenapa ada hewan kek gitu sih dikamar kamu? Ishh menjijikan," gerutu Rizky.


"Udah kamu jangan banyak protes, usir aja. Aku takut!" rengek Renata.


"Gak mau, itu menjijikan!" tolak Rizky.


Setika Renata menatap wajah kekasihnya itu. "Kamu takut kecoa?" tanyanya seolah menuduh.


"Nggak! Aku gak takut," balas Rizky.


"Kalo gak takut, harusnya kamu mau mengusirnya," kesal Renata.


"Aku gak takut, aku cuma jijik," sangkal Rizky.


Renata mendengus kesal. Ia jadi teringat akan ucapan sang mama yang mengatakan Rizky bukan cowok tulen. Melihat tingkahnya sekarang, otaknya kembali berputar, mungkinkah kekasihnya cowok gemulai?


"Tapi keknya kecoa itu udah pergi deh, udah gak ada," ucap Rizky yang kembali memperhatikan hewan kecil tadi.


Namun Renata tak menanggapi. Ia masih sibuk dengan pemikirannya sendiri. Rizky yang melihat sang kekasih merasa aneh. Tingkahnya hari ini membuat bibirnya gatal untuk bertanya.


Ia menangkup kedua pipi sang kekasih, hingga Renata sedikit terkesiap. "Kamu kenapa sih? Hem?" tanyanya lembut.


Renata masih terdiam, haruskah ia bertanya langsung? Atau ia harus melupakan hal itu. Tapi itu demi masa depannya. Jika benar Rizky ada masalah dengan barang berharganya, bukankah itu harus dicarikan solusi dari sekarang?


Rizky mengecup sekilas bibir ranum sang gadis, hingga membuat Renata kembali terkesiap. "Hei, kamu kenapa sih? Kamu sakit?" tanya Rizky seraya menempelkan punggung tangannya didahi sang gadis.


Renata meraih tangan yang bertengger didahinya. "Aku mau tanya sesuatu?" tanyanya serius menatap lelaki itu.


Rizky mengerutkan dahinya, "apa?" tanyanya.


"Ehemm!!" Renata berdehem seraya mengalihkan perhatiannya. "Kamu, kamu," gadis itu masih terlihat ragu untuk bertanya.


"Apa? Hem?" tanya Rizky lagi dengan sabar. "Ada apa denganku? Apa aku punya salah?" tanyanya lagi.


"Itu, aku, aku," Renata kembali bingung untuk bertanya.


"Apa? Kamu ngomong yang jelas. Biar aku tau kesalahanku dimana? Aku bingung kalo kamu bikin teka teki kek gini. Aku bukan na-"


"Aku ingin melakukannya dengamu," selak Renata cepat seraya Menundukan kepala.


Sontak saja Rizky membolakan mata mendengar hal terduga dari kekasihnya itu. Ia bingung kenapa tiba-tiba sang gadis meminta hal itu?

__ADS_1


"Ma-maksudnya?" tanya Rizky tergugup.


Renata menghembuskn napas pelan, lalu kembali menatap yakin pada Rizky. "Iya. Aku ingin melakukannya denganmu. Aku ingin menjadi milikmu seutuhnya!" tegasnya.


Seketika tubuh Rizky terasa lunglai, tentu saja ia merasa shok. Ia bahkan terus menahan diri untuk tak melakukan lebih pada gadis itu demi untuk menjaga kehormatannya. Tapi sekarang, gadis itu sendiri justru memintanya.


"Kenapa? Kenapa tiba-tiba?" tanya Rizky memastikan.


"Kenapa? Kamu gak ingin menyentuhku?" tanyanya.


"Bukan begitu, tapi 'kan-"


"Bukankah itu hal wajar untuk pasangan kekasih?" selak Renata bertanya.


Rizky menghembuskan napas pelan. "Itu bukan hal wajar. Itu wajar jika kita udah menjadi pasangan halal," balas Rizky.


Renata tersenyum getir, mendapat penolakan itu ia merasa sedikit kesal. "Berarti benar rumor itu. Punyamu ...." ucapnya menjeda kalimatnya da menatap kebawah. "Gak dapat berdiri tegak," lanjutnya pelan.


Mendengar penuturan itu, membuat Rizky kembali membelakak kaget dengan mulut terbuka lebar. Dituduh seperti itu, tentu saja ia tak terima.


"Apa? Kamu bilang apa?" sungut Rizky tak terima. "Kamu? Kamu meragukan kejantananku?" tanyanya tak percaya.


Tentu saja hal itu membuat Renata sedikit terkejut. Ia merutuki bibirnya yang sudah bertanya seperti itu. Ia mulai ketar ketir bingung menjawab apa.


"Okee, kita buktikan. Seberapa jantannya diriku!" ucap Rizky menyeringai.


Belum sempat Renata menjawab, Rizky sudah meraih tengkuk gadis itu dan menyambar bibirnya, bukan ciuman lembut seperti yang sering mereka lakukakan. Namun ciuman penuh naf*u yang diberikan lelaki itu.


Tangan Rizky tak tinggal diam, dengan tekad untuk membuktikan, ia berani menyentuh bagian dada sang kekasih yang sedari ia tahan. Memainkan salah satu buah itu, hingga Renata mendesis tertahan. Ia membaringkan tubuh sang gadis dan mengukungnya, bibir Rizky turun ke bawah menysuri ceruk Renata dengan tak lepas mere mas dua buah itu.


Untuk pertama kali Renata merasakan sensasi aneh, hingga ia mengeluarkan suara aneh pula. Tiba-tiba ia merasa ada yang basah dibawah sana.


Rizky meraih tangan kanan Renata, lalu membawa tangan itu menuju bagian bawah tubuhnya. Rizky menggiring tangan Renata untuk masuk kedalam celananya.


Seketika Renata membolakan mata, kala merasakan sesuatu yang begitu keras dan terasa memenuhi genggaman tangannya.


Rizky menumpu tangannya dikedua samping tubuh Renata, agar tak menidih tubuh mungil itu. Lalu menatap Renata dengan seringai dibibirnya.


"Masih meragukan kejantananku? Atau perlu kita bukitkan sekarang?"


\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


Jejaknya jangan lupa gaisss๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2