My Possesive Badboy

My Possesive Badboy
Menikah?


__ADS_3

Deg!


Renata terpaku mendengar pertanyaan Rizky. Sepertinya ia telah salah untuk memastikan kejantanannya itu. Ia menelan salivanya kuat-kuat kala Rizky kian mendekatkan wajahnya, terlihat matanya berkabut gairah.


"Jangan salahkan aku! Kamu yang memintanya," bisiknya.


Ia kembali menyambar bibir ranum itu, satu tangannya membuka satu persatu kancing dress gadis itu. Hingga terbuka lebar, lalu menarik cangkang dari dua buah itu kebawah, hingga buah itu menyembul keluar. Rizky membiarkan tangannya menggenggam buah yang cukup besar itu hingga tak tergenggam olehnya.


Mendapati perlakuan itu, Renata mendesis seraya memegang barang berharga Rizky yang kian menegang dan terasa besar. Dengan nalurinya, ia mengelus dan meremas benda panjang itu. Hingga Rizky mengadahkan wajah dan mendesis merasakan sensasi luar biasa itu. Sentuhan tangan lembut itu sunhguh membuat Rizky tak terkendali.


Ia menarik sweater dari tubuhnya, hingga memperlihatkan tubuh tegap dan sispek nya. Hal itu membuat Renata tak berkedip melihat tubuh indah itu.


Decapan kembali terdengar merdu dari kedua insan yaang tengah bertukar saliva tersebut, hingga suara pintu terbuka tak dapat didengar mereka.


"Kalian ngapain?"


Pekikan seseorang membuat mereka menghentikan aksinya. Keduanya terpaku setelah menoleh dan melihat seorang wanita berkacak pinggang diambang pintu. Bahkan mereka lupa akan kondisi mereka yang sudah berantakan.


"Panggil kedua orang tuamu kesini!"


**


Sementara itu disebuah kamar sepasang pengantin masih enggan meninggalkan kamar mereka. Hari minggu seperti ini memanglah sayang jika harus dilewatkan tanpa kebersamaan.


"Apa gak sebaiknya kita jalan? Cari angin?" tanya Jingga yang kini tertidur diatas dada polos suaminya.


"Buat apa? Yang ada kita masuk angin," balas Shaka.


"Ck!" Jingga berdecak seraya mencubit chocochip didada bidang tersebut, hingga Shaka tergelak kegelian.

__ADS_1


"Ya lagian buat apa keluar, udah habis tenaga juga," lanjut Shaka.


"Mau kamu kita kek gini terus?" tanya Jingga. "Kita belum makan lho," sindirnya.


Shaka terkekeh mendengar itu. "Kamu lapar?" tanyanya membelai wajah cantik itu.


"Emang kamu nggak?" tanya Jingga balik.


"Aku lapar," balas Shaka menjeda ucapan. "Lapar, pengen memakan kamu," lanjutnya, yang kembali mengukung tubuh ramping itu.


Jingga terkekeh seraya menatap suaminya itu. "Aku gak yakin aku bisa,"


"Ayolah, sekali lagi ya!" bujuk Shaka.


"Tapi-" belum juga Jingga menjawab, Shaka sudah menyambar bibir ranum itu, melu matnya penuh perasaan.


"Ouhh ...."


Shaka mulai menggerakan tubuhnya, menggali kenikmatan dari setiap tempo memabukan. Ruangan begitu riuh dengan suara mereka. Bahkan keduanya sudah tak mempedulikan keadaan diluar sana. Hingga suara ponsel mulai mengganggu telinga Jingga.


"Sha! Ada teleponhhh,"


"Udah biarin ajaahh," balas Shaka yang masih asyik berpacu diatas tubuh istrinya itu.


"Takut pentinghh," desis Jingga.


Namun suaranya tak didengar Shaka sama sekali. Ia sudah hampir mencapai puncaknya dan siap menembakan lahar itu untuk kesekian kalinya ke rahim terdalam sang istri. Kemudian ia pun ambruk diatas tubuh Jingga dengan peluh yang bercucuran.


Berbeda dengan Shaka, Jingga kurang menikmati permainan mereka. Suara bising dari ponselnya sungguh mengganggu konsentrasinya. Ia bangkit untuk meraih benda yang kembali bising itu, hingga Shaka terguling kesamping.

__ADS_1


Jingga mengerenyit heran, kala tiba-tiba onty Feby menghubunginya. Ada apa? Pikirnya bertanya. Ia pun menggeser icon hijau dan menempelkan benda itu didepan telinga.


"Ya, Onty?!"


"Apa?" pekik Jingga kaget. Ia hanya mendengarkan tanpa bertanya lagi hingga panggilan itu berakhir.


"Ada apa?" tanya Shaka heran.


"Iky,"


"Kenapa Iky?" tanyanya ikut panik.


"Dia mau nikah.'"


"Apa? Nikah? Kapan?" tanya Shaka yang mulai serius.


"Sekarang."


\*\*\*\*\*\*


Jangan lupa jejaknya yaa gaisss😘😘



Ini yang sudah membuktikan kejantanan😆



Ini yang mau penasaran pengen membuktikan🤣

__ADS_1


__ADS_2