
Disebuah taman seorang lelaki tengah duduk diatas bangku panjang yang memuat dua orang. Terlihat lelaki betubuh tegap dan berparas tampan itu berulang kali melirik jam dipergelangan tangannya. Sesekali ia juga melihat benda pipih ditangannya. Mengecek chat yang belum juga dibaca.
"Ck! Dia dimana sih?" tanyanya berdecak kesal.
Ia mencoba menekan panggilan dilaman WA nya. Mencoba menghubungi seseorang yang tengah ia tunggu kehadirannya. Terdengar nada sambungan masuk namun tak ada jawaban sama sekali.
"Kamu kemana sih?" tanyanya bermonolog sendiri.
"Ki!!" sapaan seseorang mengalihkan atensinya.
Segera lelaki itu berdiri dan mendekap seorang gadis yang tadi menyapanya. "Kamu kemana aja sih Ren? Aku nungguin kamu dari tadi," tanyanya dengan nada tegas namun penuh ke khawatiran.
Bukan menjawab, gadis itu tiba-tiba saja terisak lirih. Bahkan tangisnya kian kencang seiring dengan pelukannya yang kian erat. Lelaki itu pun shok, ia tentu bingung dengan sang gadis yang tiba-tiba saja menangis. Ia ingin melepaskan dekapannya, namun gadis itu semakin erat memeluknya.
"Tenanglah! Ada apa? Apa yang terjadi?" tanyanya membelai rambut sang gadis. Namun gadis itu masih enggan menjawab.
Dengan sabar lelaki itu kembali bertanya, "Ren, ada apa? Kamu cerita sama aku. Ada apa sebenarnya?"
"Ren?"
"Renata!"
"Aku dijodohin!" pekik Renata.
Deg!
"Aku dijodohin Ki. Mama jodohin aku sama teman anaknya," lanjutnya disela isak tangis.
"Aku harus gimana? Aku gak mau. Aku mencintaimu Iky. Aku hanya mencintaimu ...." lanjutnya dengan tangisan kian tersedu-sedu.
Rizky terpaku mendengar penjelasan itu. Hal inilah yang ia takutkan dari awal. Hubungan back street yang mereka jalani memanglah salah. Harusnya mereka jujur pada kedua orang tua mereka tentang hubungan itu. Namun, karena terlalu takut, mereka lebih memilih untuk berhubungan diam-diam.
"Mi-minggu de-depan ... A-aku, a-ku ..." Renata kembali menumpahkan tangis kian kencang didada kekasihnya.
"Suutt!!! Udah kamu tenang dulu," ucap Rizky menenangkan. "Kamu harus percaya sama aku. Aku gak akan biarin siapa pun menikahi kamu. Kamu hanya milikku Ren, akan kupastikan itu," lanjutnya.
Renata semakin mengeratkan pelukannya dengan isak tangis yang tak kunjung henti. Rizky membiarkan gadisnya itu menangis sejadi-jadinya. Membiarakn gadis itu menumpahkan rasa sakitnya. Lelaki itu tak henti melayangkan kecupan bertubi-tubi dikepala Renata seraya membelai sayang rambut panjang itu.
**
__ADS_1
"Jadi kapan mama kamu kenalin cowok yang dijodohin sama kamu itu?" tanya Rizky.
"Tadi," balas Renata sendu.
"Kamu tau siapa dia?" tanya Rizky lagi dan diangguki Renata.
"Siapa?" tanya Rizky yang semakin kepo.
"Edo,"
"Apaaa???" Rizky menggebrak meja, karena shok, hingga Renata sedikit terlonjak. "E-edo. Si Edo?" tanyanya masih tak percaya.
"Uhuk!! Ishh kamu mah ngagetin," omel Renata kala hampir saja sedotan didalam gelasnya ikut tertelan.
"Eh, maaf! Maaf," sesal Rizky mengusap air dibibir kekasihnya itu. "Kamu gak apa-apa?" tanyanya dan dibalas gelengan gadis itu.
"Jadi maksud kamu, si Edo, si Edo temannya Shaka itu? Geng motor itu?" tanya Rizky memastikan dan diangguki Renata lagi.
"Astaga! Itu mata mama kamu siwer kali ya. Masa si Edo mau dijadiin calon mantu. Gak lihat apa? Nih, aku lebih tampan dari si Edo," kesal Rizky nyerocos gak jelas.
"Ishhh! Dia tuh mama aku. Kamu gak boleh gitu," gerutu Renata tak terima.
"Iya, maaf-maaf! Bukan gitu maksudku," sesal Rizky yang melihat sang kekasih tersinggung akan ucapannya.
"Jangan marah ya, maaf!" bujuk Rizky dengan nada manjanya.
Renata tersenyum, tentu saja kata-kata pedas itu sudah tak asing lagi ia dengar dari sang kekasih. Dan mungkin hal itulah yang membuat ia begitu menyukai lelaki tampan itu.
"Nah, gitu dong senyum," Rizky menjawil kedua pipi sang kekasih gemas, hingga Renata merengek manja.
"Ya udah, kamu makan dulu! Ntar kita pikirin lagi rencananya oke," titah Rizky mengusek rambut sang gadis. "Membuat rencana juga butuh energi, iya gak?" tanyanya dan disambut senyum oleh Renata disertai anggukan.
Mereka pun memilih memakan makanan yang sudah tersedia, sebelum membuat rencana untuk mengahadapi orang tua mereka. Kini sejoli itu tengah duduk distand makanan yang tak jauh dari taman. Baso beranak menjadi pilihan mereka kali ini.
"Jadi kamu udah bicara berdua sama si Edo?" tanya Rizky, setelah mereka menyelesaikan makan mereka.
"Udah," balas Renata, lalu menegak minuman dihadapannya. "Dia tau hubungan kita. Dia juga bilang udah punya cewek yang disuka," lanjutnya.
"Siapa?" tanya Shaka kepo.
__ADS_1
"Entah, dia gak kasih tau," balas Renata seadanya.
"Eh, keknya aku tau deh siapa ceweknya," celetuk Rizky setelah beberapa detik terdiam.
"Siapa?" kini giliran Renata yang kepo.
"Dia pernah belain cewek yang udah buat Shaka celaka. Alexa, namanya. Dia kek gak terima pas aku bilang cewek itu pelakunya," jelas Shaka dan dibalas anggukan Renata.
"Kek nya iya, tapi entahlah ...." balas Renata mengedikan bahu.
"Jadi kalian sepakat buat nolak?" tanya Rizky.
Renata menghembuskan napas panjang. "Lebih tepatnya cuma aku," balasnya sendu.
"Kenapa?" tanya Rizky heran.
"Edo lebih memilih melanjutkan perjodohan ini," balasnya.
"Wah gila tuh anak, ngajak ribut kek nya. Benar-benar minta dihajar," geram Rizky. "Bukannya dia udah tau kamu pacar aku? Kenapa masih mau lanjutin perjodohan?" lanjutnya bertanya.
"Entahlah, aku bingung. Kek nya kamu harus ngomong deh sama dia!" titahnya.
"Oke, aku akan ngomong dulu sama tuh anak. Setelah itu kita cari cara buat batalin perjodohannya. Kalo perlu, aku akan menghadapi mama kamu sekalian akan melamar kamu. Aku juga akan bilang sama mamih, cewek yang aku cintai itu adalah kamu. Renata," ungkap Rizky.
"Ahhh sweet!" Rena berdiri dan beralih kesamping kekasihnya itu lalu memeluknya erat.
"Aku percaya, kamu bisa melakukan semuanya. Dan kita bisa perjuangin hubungan ini," ucap Renata.
"Tentu, apa pun itu, akan kulakukan buatmu, buat hubungan ini, kita siap untuk go publik," lanjut Rizky dan dibalas pelukan kian erat dari gadis itu.
"Kak Iky??"
Sapaan seseorang sukses membuat sejoli itu kelabakan. Mereka melepaskan pelukannya dengan berdehem keras dan menatap ke arah lain. Padahal baru saja mereka membahas akan siap go publik, namun ternyata tercyduk salah seorang pun membuat mereka kelimpungan.
"Cieee kak Iky!!! Lapor mamih ah ...."
\*\*\*\*\*\*
Jangan lupa jejaknya yaa gaisss😘😘
__ADS_1