My Possesive Badboy

My Possesive Badboy
Bukan cowok tulen?


__ADS_3

Sementara itu dikediaman Renata, kedua wanita berbeda generasi yang diketahui ibu dan anak itu tengah perang dingin. Tak ada suara dari orang tersebut hanya mata saja yang beradu tatap, seolah mereka tengah saling melumpuhkan dengan tatapan itu. Hanya tersekat meja makan keduanya duduk saling berhadapan.


"Aku menolak perjodohan itu, titik," tegas Renata memecahkan keheningan.


"Dan mama tetap memaksa, titik," balas Jesi tak kalah tegas.


"Ya udah, kalo gitu Mama aja yang nikah sama si Edo," celetuk Renata.


"Kamu tuh ya," kesal Jesi yang seperti ingin menggigit putrinya namun Renata hanya mencebikan bibir menanggapi.


Jesi menghembuskan napas pelan, mencoba menetralkan dirinya agar bisa bicara dari kehati dengan sang putri.


"Kenapa harus anak itu?" tanya Jesi dengan nada ketus.


"Namanya Iky, Ma," selak Renata kesal seraya memutar bola matanya malas.


"Ya, siapa pun itu. Dia tuh anaknya Feby, dia-"


"Terus kenapa kalo Iky anak onty Feby? Onty Feby baik kok," selak Renata membela.


"Astaga, tau apa kamu. Feby gak sebaik yang kamu kira. Mama gak rela kamu harus jadi mantunya. Feby itu kasar. Gimana coba kalo tiap hari kamu dibentak dia, diomelin dia, oh no, no! Jangan sampai, jangan sampai!" cerocos Jesi dengan bayangan yang sudah jauh entah kemana.


"Ya ampun pemikiran mama ini buruk banget sih! Mana mungkin orang tiba-tiba bentak-bentak atau ngomel-nhomel gak jelas, kalo gak punya salah. Mama suka ngada-ngada deh!" protes Renata.


"Ck! Kamu tuh gak tau siapa Feby. Mama udah kenal dia dari sejak sekolah. Dia tuh wanita kasar, ngeselin, sukanya main fisik," jelas Jesi. "Pokoknya mama gak akan restuin hubungan kamu sama si Riki itu," finalnya.


"Maaa ...." rengek Renata.


"Lagian kenapa harus dia sih? Apa kamu gak denger rumornya?" tanya Jesi heran.


Seketika Renata menaikan alisnya sebelah. "Rumor? Rumor apa?" tanyanya yang tak kalah heran.


"Kamu gak tau ya? Si Riki itu 'kan bukan cowok tulen," balas Jesi.


Sontak saja hal itu membuat Renata membelakakkan mata dengan mulut terbuka. Dari mana mamanya mendapat gosip seperti itu?


"Astaga! Mama dapat gosip dari mana?" tanyanya merasa tak percaya.

__ADS_1


"Isshh ini bukan gosip, ini tuh fakta. Buktinya dia gak pernah punya pacar, terus mainnya juga sama anak cewek terus. Jelas dong dia melenceng," celetuk Jesi dengan entengnya.


Renata menggelengkan kepala, merasa tak percaya dengan pendapat mamanya itu. "Itu bukan melenceng Ma. Iky tuh pilih-pilih dalam hal cari pacar. Cuma aku satu-satunya cewek spesial yang berhasil naklukin dia," terangnya.


"Iya, setelah rumoh itu beredar. Pasti mamanya itu nyuruh dia buat cari pacar, cuma buat nutupi gosip yang sudah terlanjur tersebar itu," balas Jesi dan hanya dibalas cebikan bibir dengan mata bergulir malas oleh Renta.


Jesi mendekatkan dirinya menopangkan tangaan diatas meja. "Kamu tau?" tanyanya. "Ada yang bilang, senjatanya itu gak bisa berdiri tegak," ucapnya penuh penekanan.


Tentu saja Renata semakin shok. Mana mungkin? Selama ini Rizky selalu memperlakukan ia seperti gadis pada umumnya. Bahkan Rizky selalu memulai untuk berciuman. Namun untuk tahap lebih ia juga tak tau. Rizky tak pernah berbuat lebih dari sekedar ciuman. Tapi, apa mungkin semua itu karena senjatanya tak bisa berdiri? Pikirnya melayang.


"Tapi 'kan mama lihat sendiri, tadi dia cium aku. Itu berarti dia normal Ma," sangkal Renata menepis akan pikiran buruk itu.


"Ya emang normal. Banyak cowok yang terlihat normal, tapi gak nutup kemungkinan kalo senjatanya gak bisa berdiri," balas Jesi. "Sekarang Mama tanya, dia cuma nyium kamu 'kan?" tanyanya dan diangguki Renata yang mulai berpikir keras. "Gak ngelakuin macam-macam lagi 'kan?" lanjutnya bertanya dan dibalas gelengan oleh Renata.


"Nah, kenapa dia gak berbuat lebih, itu karena dia malu sama kamu. Takut kamu tau kelemahan dia," lanjut Jesi seakan menyudutkan Rizky.


'Ini lebih baik. Memintanya dengan keras akan semakin sulit. Dengan ini smoga kamu bisa melepaskannya, Ren,' batin Jesi menatap Renata yang sepertinya mulai terpengaruh dengan ucapannya.


"Udah sekarang kamu lupain si Riki itu. Kamu fokus sama pernikahanmu dengan Edo yang akan digelar minggu depan. Edo cowok tulen dan perkasa, dia pewaris grup K, yang terkenal. Hidupmu pasti terjamin dengannya," jelas Jesi.


Renata hanya terdiam, tanpa menimpali lagi ia berlenggang meninggalkan sang mama ditempatnya. Kini pikirannya kacau akan apa yang mamanya katakan.


Sementra itu Renata membantingkan dirinya diatas kasur. Ucapan sang mama mengenai Rizky terngiang-ngiang dibenaknya. Bukan ilfeel, ia justru penasaran. Apa benar benda keramat milik sang kekasih, tidak dapat berdiri tegak?


"Hem ...." Renata bangkit kembali dari tidurnya dengan tangan mengusap-ngusap bibirnya, lalu ia pun menyeringai akan apa yang kini ada diotaknya.


"Oke, besok kita buktikan! Apa benar Iky cowok tulen atau bukan?"


Ia meraih benda pipih dari atas nakas, lalu mengetikan sesuatu dilaman ijo dan mengirim chat tersebut pada nomor sang kekasih. Lalu tersenyum dan menyimpan kembali benda itu sebelum akhirnya gadis itu berlenggang menuju kamar mandi.


**


Ditempat lain, tepatnya disebuah kamar Rizky baru keluar dari kamar mandi. Tepat saat itu suara notif chat terdengar dari ponselnya.


Tring!


Segera ia meraih benda tersebut yang ternyata dari sang kekasih, dan segera melihat isi didalamnya.

__ADS_1


Renaku


[Besok aku tunggu dirumah!]


[Jangan telepon! Aku mau mandi]


Rizky tersenyum melihat itu. "Tumben nyuruh kerumah?" tanyanya heran.


Baru kali ini kekasihnya itu menyuruh ia untuk berkunjung kerumahnya. Namun karena ia pun ingin memberikan kabar gembira mengenai restu kedua orang tuanya, ia pun dengan senang hati membalas dan mengiyakan keinginan kekasihnya itu. Ia akan bersiap untuk berbicara pada onty Jesi. Siapa tau ia mendapatkan restu dari mama kekasihnya itu.


**


Seorang lelaki tengah berdiri didepan cermin memperhatikan penampilnnya. Waktu semakin siang dan ia siap untuk menyambangi kediaman sang kekasih. Mengenakan sweater biru dipadu dengan jeans, memperlihatkan penampilannya yang kalem.


"Aku pergi dulu, Mih!" pamitnya pada sang mamih yang kini tengah memasak didapur.


"Makan dulu, Ki!" titah sang mamih.


"Nggak Mih, nanti aja. Keburu siang," tolak Rizky yang kemudian menyalimi tangan sang mamih. "Doain ya smoga aku bisa mendapatkan restu onty Jesi!" pintanya.


Meski sedikit kesal dengan nama itu, namun mamih Feby mencoba untuk tersenyum, memberi semangat pada putranya. "Iya, smoga ya!" ucapnya.


Setelah berpamitan Rizky memacukan kuda besinya menuju rumah sang kekasih. Hingga tak membutuhkan waktu lama motor yang dikendarai Rizky sampai dihalaman rumah Renata.


Ternyata gadis itu sudah menunggu diteras rumah dan langsung meyambut kekasihnya itu untuk masuk. Rizky sedikit terpaku dengan penampilan sang kekasih yang sedikit berbeda hari ini.


"Yuk masuk!" ajak Renata menggandeng tangan Rizky memasuki rumah tersebut.


"Mama kamu mana?" tanya Rizky.


"Mama gak ada dirumah, dia lagi arisan," balas Renata.


"Maksud kamu kita cuma berdua?" tanya Rizky yang melihat keadaan begitu sepi dan diangguki Renata yang terus menuntunnya berjalan.


"Kita mau kemana?" tanya Rizky ketika Renata mengajaknya menaiki anak tangga, hingga mereka sampai didepan sebuah pintu.


"Kesini, ke kamar!"

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*


Jangan lupa jejaknya yaa gaisss๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2