
"....."
"Aku gak akan nyerah, untuk buktiin kalo aku gak salah," tegas Jingga.
"Seraaahhh!!!" final Shaka dan berlalu begitu saja.
Flash back off~
**
Dikampus...
Penghuni kampus tengah gempar dengan berita Shaka yang menaiki mobil polisi. Kini nama Shaka tengah menjadi trending topik di forum kampus. Namun hal itu tak menyurutkan ke aroganan pria tampan itu. Dengan percaya diri, ia melangkah menyusuri koridor untuk sampai dikelas.
Tas punggung mengait pada sebelah pundak, dengan Kedua tangan yang ia masukan dalam saku celana, serta headset yang menggantung ditelinga menjadi pelengkap akan pesona yang ditunjukan Shaka.
Para gadis yang sempat kecewa, kembali dibuat terpukau melihat penampilan Shaka yang semakin terilihat tampan. Bahkan sekejap mata mereka melupakan insiden yang tengah terjadi.
Brukkk!!
"Aaaa!!"
Greppp!!
Di sebuah belokan Shaka menabrak seorang gadis. Tau siapa gadis itu, dengan cepat ia menangkap tubuh sang gadis. Hingga mempertemukan mata keduanya.
Deg!
Jingga terpaku, tubuhnya yang hampir melayang dan kemungkinan mendarat di lantai, tiba-tiba tertangkap seseorang. Melihat siapa yang kini menangkap tubuhnya dengan sorot mata khawatir, tentu membuat getaran itu kembali hadir.
__ADS_1
"Ehemmm!!"
Shaka segera menegakan tubuh ramping itu seraya berdehem keras. Melihat tatapan sang gadis terlalu dalam, tidak baik untuk kondisi jantungnya sekarang. Hatinya bergerak ingin memeluk lebih lama, gadis yang harus ia akui mantan kekasihnya itu. Namun seperti biasa, ego selalu menentang keinginan hatinya.
"Maaf!" sesal Jingga sedikit menundukan matanya. Namun tak dibalas apa-apa oleh lelaki yang nyelonong begitu saja.
Jingga menoleh melihat kepergian Shaka. 'Apa gak akan ada harapan lagi? Sesulit itukah mempercayaiku?' batinnya bertanya.
Tak lama kemudian, gadis itu bergegas kembali untuk sampai di kelas. Sedangkan Shaka kembali menoleh sesaat setelah Jingga kembali berjalan. 'Maafin aku Jin! Kamu lebih pantas membenciku,' gumamnya dalam hati.
**
Kelas pun selesai, kini Rizky sudah stay didepan kelas sahabatnya untuk menjemput. Sena yang sudah cuti, menyisakan Jingga yang akan ia temui.
"Woy! Ngantin yuk!" ajaknya seraya merangkul pundak sang gadis.
"Mau nelaktir?" sindir Jingga.
"Cih! Dasar," Jingga menoyor kepala sahabatnya itu, hingga keduanya tertawa seraya berjalan.
Kedekatan dua manusia itu menyulut amarah seseorang dari belakang mereka. Shaka berdecak kesal dengan melipat tangan didepan dada. Terlanjur kesal dengan sikap sepasang manusia itu, ia pun melengkah cepat dan menyerobot kedua manusia itu. Hingga rangkulan Rizky pun terlepas. Bahkan tubuh Jingga yang ramping hampir terjengkang kesamping, jika Shaka tak segera menariknya. Tubuh itu pun masuk kedalam dekapan lelaki itu hingga mempertemukan kembali mata mereka.
Rizky menghela napas kasar, yang diiringi dengan decakan. Bagaimana tidak? Shaka seperti mengeluarkan seluruh tenaga untuk menabrak tangannya itu.
"Ck! Lu reseh banget sih. Sakit woy!" teriak Rizky memukul bahu Shaka. Hingga menyadarakan lelaki itu dari lamunannya.
Segera ia menegakkan kembali tubuh gadis itu dan berdehem keras untuk menetralkan dirinya.
"Ehemm!! Makanya gak usah ngehalangin jalan," ketus lelaki dengan mimik wajah tak bersahabat itu. Tanpa kata lagi, ia berlenggang meninggalkan kedua manusia itu.
__ADS_1
"Jeh elah. Kalo cemburu mah ngomong aja. Dasar posesif!" rutuk Rizky setelah lelaki itu menjauh.
Namun hal itu tentu berbeda dengan Jingga. Ia menarik satu sudut bibirnya melihat tingkah sang mantan. Mungkinkah benar, mantannya itu cemburu? Bahkan dengan Iky, sahabatnya sendiri? Pikirnya.
"Tuh 'kan, apa gue bilang. Tuh anak masih suka sama lu. Cuma ya, gengsinya aja digedein. Lihat lu ditikung orang mah, gue jamin pasti dia kelabakan," cerocos Rizky, yang kembali merangkul bahu Jingga.
Gadis itu hanya tersenyum simpul, seraya kembali berjalan. Sepanjang perjalanan melewati koridor, lelaki tampan itu terus mengoceh tanpa henti. Namun hal itu tidak didengar oleh Jingga yang entah kemana pikirannya kali ini.
Dibalik tembok Shaka kembali berdecak kala melihat Rizky merangkul pundak sang gadis lagi. Ingin rasanya ia melayangkan satu tonjokkan pada wajah Rizky. Namun tentu saja ia harus mengurungkan niatnya itu. Hingga tiba-tiba suara seseorang mengalihkan atensinya.
"Sha!" sapa seseorang yang membuat lelaki itu memutar bola mata malas.
"Apa?" ketus Shaka.
"Apa benar Deril akan nikah sama Sena?" tanyanya.
Shaka tersenyum sinis, seraya mengikis jarak dan menatap tajam gadis yang sukses membuat sahabatnya itu berubah. "Buat apa lu nanyain dia?" tanyanya. "Bukannya lu, udah gak peduli?"
"Gue masih sayang sama dia," cicitnya.
Shaka tertawa mengejek mendengar itu. "Hallo Sisil. Kemana aja lu selama ini?" tanyanya. Gadis yang diketahui mantan Deril itu terdiam dengan menundukan pandangannya.
"Setelah apa yang lu lakuin padanya?" tanya Shaka mmeggelengkan kepala. "Sebaiknya lu ngaca. Pantas gak diri lu buat Deril?"
Tanpa kata lagi Shaka meninggalkan gadis itu dan berlalu dari sana. Dengan pikiran melayang akan ucapan yang ia ucapkan sendiri.
'Mungkin itu berlaku juga buat gue.'
\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya yaa😘