My Presdir My Husband

My Presdir My Husband
Terkejut


__ADS_3

...🐰"jangan membawaku terbang terlalu tinggi...


...jika nanti kau akan menghempaskanku...


...kedalam kesendirian" 🐰...


esok harinya keisha sudah kembali ke kantor hari ini ia memulai harinya dengan sebuah harapan bertemu dengan seseorang yang akan menemani hidupnya baik dalam suka maupun duka


usia 25 tahun bukan lagi usia yang mudah ia berharap diusianya yang sekarang ia segera akan dipertemukan dengan pemilik tulang rusuknya


keisha ingin berbagi cerita masa lalunya, ia ingin berbagi rasa lelah ketika dirinya pulang dari kantor ia ingin berbagi bagaimana ia ingin menjadi seorang ibu yang menyanyangi buah hatinya seperti mendiang ibunya


bukan keisha tidak mengganggap freya sebagai sahabatnya untuk berbagi namun keisha juga sadar jika tak selamanya ia dapat berbagi dengan freya akan hidupnya apalagi saat ini freya sudah dijodohkan bahkan akan menikah diwaktu dekat oleh karena itu keisha tak mau jika harus mengganggu kebahagiaan sahabatnya.


sekali lagi keisha menatap dirinya lewat pantulan cermin didepannya hari ini ia terlihat begitu cantik ia mengenakan make up yang tidak terlalu tebal, lipstik berwarna merah dengan kameja berwarna cream dan dipadukan dengan semi jas berwarna hitam dan dan bawahannya rok yang sedikit ketat hingga terlihat membungkus tubuhnya dengan sempurna.



merasa dirinya sudah cukup baik keisha segera bergegas meninggalkan kamarnya dengan tas disampingnya dan juga dokumen dokumen yang ia bawa dari kantor untuk diperiksanya


tak lama taxi yang ia pesan pun sampai dan tak menunggu lama ia pun segera masuk kedalam mobil dan meninggalkan rumahnya


hari ini langit tampak cerah, mentari begitu bersemi seakan tahu jika hari ini akan begitu banyak penduduk bumi yang akan beraktivitas itu sebabnya ia juga bersemangat memberi dirinya untuk bercahaya seterang mungkin.


tiga puluh menit berlalu keisha baru saja tiba dikantor tempatnya bekerja setelah memberikan ongkos taksi ia pun segera turun dan melangkah menuju pintu masuk.


ia melangkah sambil membalas sapaan teman kantornya yang berpapasan dengannya dan saling melempar senyum mewakili kata "semangat untuk hari ini"


keisha berdiri di depan lift menunggu lift terbuka, dan segera masuk kedalam dan menekan angka ke tempatnya.


baru saja melangkah masuk kedalam ruangannya keisha disambut pelukan oleh sahabatnya yang tiba tiba berlari memeluknya.


dirinya yang binggung akan sikap freya yang tiba tiba seperti itu hanya mengerutkan dahinya tanda ia binggung dengan perubahan sikap sahabatnya


ya selama bekerja ditempat itu fraya tidak pernah bersikap seperti itu ia hanya akan membalas sapaan keisha dengan biasa saja jika keisha memberi salam ketika masuk kedalam ruangannya.


"duduk dulu kei" ucap freya sambil mengandeng keisha menuju kubikelnya


"kamu tahu orang yang dijodohkan denganku?" tanya freya tiba tiba


"tidak kan kamu tidak pernah memberitahukan" jawab keisha


"orang yang dijodohkan denganku adalah pak raka" freya berucap dengan senyum senyum

__ADS_1


"apa???" keisha terkejut tak percaya pada apa yang dikatakan sahabatnya itu


flash back


"freya ayo berangkat" ucap della ibu freya


"iya mah, ini juga sudah mau selesai" jawab freya sambil berjalan menuruni tangga


malam ini keluarga freya akan bertemu dengan calon besan mereka


"ayo berangkat" indra ayah freya berucap sambil berjalan menuju parkiran


della dan freya pun mengikuti langkah indra dan segera masuk kedalam mobil


sepanjang perjalanan menuju restoran yang telah disepakati oleh kedua keluarga untuk membicarakan acara pertunangan freya hanya mampu terdiam dan menatap bangunan yang berjejer sepanjang jalan


"maafkan aku raka" batin freya


freya yang ternyata sudah menjalin hubungan dengan raka sekretaris daren harus menghapus rasa yang kini telah tumbuh dihatinya


baru saja menjalin hubungan selama dua bulan freya dan raka harus saling melepas karena keduanya sudah dijodohkan dengan orang lain


hal yang tidak mudah ketika dua insan yang baru saja merajut kasih harus kandas karena ternyata kedua orang tua mereka yang sudah menjodohkan anak mereka dengan pilihan masing masing


rumit memang terkadang apa yang kita harapkan tak bisa kita raih, bukannya ini sudah zaman modern dimana harusnya pilihan diberikan kepada anak anak untuk menentukan pilihan masing masing


dan untuk melihat kedua orang tuanya bahagia ia pun rela melepas rasa yang ada untuk raka demi untuk perjodohan ini.


satu jam telah ditempuh keluarga freya baru saja tiba di sebuah restoran yang terbilang megah dengan bentuk bangunan yang didesign begitu indah


indra, della dan freya keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam restoran


"indra" teriak sosok laki laki dengan setelah tuxedo berwarna abu abu disampinya terlihat seorang wanita paruh baya juga dengan setelan yang senada dengan pria yang memanggil indra tadi


freya sudah bisa menebak jika kedua orang itu adalah orang tua dari pria yang akan dijodohkan dengannya


"lukas, alicia" ucap indra lalu menghampiri kedua orang itu


"maaf kami datang terlambat" ucap della meminta maaf


"tidak, tidak terlambat kami baru saja tiba" ucap lukas


"eh inikah freya?" tanya alicia sambil memeluk freya

__ADS_1


"ya dia freya" jawab della


"kamu cantik anak mama pasti akan menyukaimu" alicia berucap penuh percaya diri


tampak disana seorang pria sedang berjalan menuju dua keluarga yang baru saja berkumpul *dengan setelan tuxedo berwarna hitam ia melangkah dengan gagah


"maaf saya datang agak terlambat" ucap raka


freya yang tidak asing dengan suaranya berbalik dan menatap keasal suara


"pak raka" freya terkejut dengan kehadiran kekasihnya itu


"jangan bilang kamu akan merusak perjodohan ini" batin freya ia takut jika raka merusak acara malam ini dan membuat kedua orang tuanya malu


"tidak raka kami baru saja akan duduk, om indra dan tante della baru saja tiba" ucap alicia


"atau jangan jangan pria yang akan dijodohkan denganku adalah pak raka" batin freya menahan senyumnya


sementara raka hanya diam saja ia sudah tahu jika wanita yang akan dijodohkan dengan dirinya adalah freya namun ia berpura pura tidak tahu bahkan ketika freya memutuskannya ia dengan mudah mengatakan jika ia tidak keberatan


"jadi ini calon suami freya?" tanya della


"iya, tampan kan?" ucap alicia


"tampan sekali" jawab della


merasa keluarganya sudah berkumpul semua maka lukas segera angkat bicara dan memberitahukan jika pernikahan raka dan freya dilakukan dua bulan lagi*


Flash off


"oh begitu syukurlah aku ikut senang mendengarnya" ucap keisha dan berdiri memeluk freya


"kamu juga nanti akan menemukan pasanganmu secepatnya kei" freya mencoba menyemangati sahabatnya itu


"iya,,iya aku tahu itu" jawab keisha dengan senyum


"oh jadi sekarang kantor sudah berahli fungsi sebagai tempat curhat?" ucap seseorang dengan suara lantang di depan pintu


keisha dan freya bersamaan menatap keasal suara dan betapa mereka terkejut melihat pria yang ada didepan mereka adalah sosok yang paling ditakutkan


"kembali bekerja, ini kantor bukan tempat curhat" ucapnya lagi


"iii...iya pak" ucap keisha dan freya terbata bata dan kembali menuju kubikel masing masing

__ADS_1


"untung masih selamat, presdir galak bicaramu bisakah lebih pelan" batin keisha


yaa pria yang baru saja menegur keisha dan freya adalah presdir mereka yang tiba tiba lewat di depan ruangan mereka


__ADS_2