
sudah dua minggu lebih daren tidak berada di kantor, ia tengah sibuk berkunjung ke negara negara dimana perusahaan cabang mereka berada.
sementara dikantor pusat diambil ahli oleh raka sekretarisnya sekaligus kepercayaan keluarga artaguna
seminggu lebih tidak bertemu dengan presdir membuat semua karyawan dapat dengan tenang melakukan pekerjaan mereka
dan tentu saja itu menjadi sesuatu yang menyenangkan sebab bekerja dibawa tekanan bukanlah pekerjaan yang mudah apalagi jika harus melakukan kesalahan karena jika kesalahan itu hanya akan berakibat pada dipotongnya gaji mereka mungkin semua karyawan akan merasa tidak masalah tapi jika hukumannya adalah dipecat dari perusahaan maka habislah riwayat mereka.
untuk menghindari kesalahan yang mungkin terjadi maka semua karyawan bekerja dengan hati hati
sejujurnya ketidak hadiran presdir dikantor justru membuat keisha dilanda rasa was was setiap saat, ia bahkan seperti gelisah jika ada yang memanggil namanya.
kejadian dua minggu yang lalu memang belum sepenuhnya hilang dari ingatannya meski di perusahaan itu hampir di huni hampir seribu karyawan namun bukan tidak mungkin jika Presdir tidak mengingatnya
perasaan keisha baru akan tenang jika jam pulang kantor tiba, bahkan ia yang dulunya suka berlama lama dikantor berubah menjadi orang yang pertama keluar dari kantor.
freya dibuat aneh oleh sikap sahabatnya itu sebab beberapa minggu yang lalu Freya lah yang sering memaksa keisha agar pulang bersamanya meskipun selalu berujung penolakan dari keisha.
tak ingin berlama lama dibuat binggung freya memutuskan kerumah sahabatnya ketika dirinya pulang dari kantor
"mah freya ke rumah keisha ya" ucap freya sambil memeluk sang ibu yang sedang asik memasak
"iya, kamu bawakan ini buat keisha" ibu freya memberikan nampan berisi lauk pauk untuk sahabat putrinya.
"oke deh, " jawab keisha sambil berjalan meninggalkan sang ibu yang kini kembali melanjutkan aktivitas yang sempat tertunda karena sang anak
tidak butuh lama untuk sampai ke rumah keisha jarak antara rumah keisha dan freya hanya kira kira 50 meter
freya berjalan sambil menyanyikan sebuah lagu milik celine dion untuk menghibur dirinya sendiri
cause I am your lady
and you are my man
whenever you reach for me
I'll do all that I can
we're heading for something
somewhere I've never been
sometimes I am Frightened
but I'm ready to learn
of the power of love
__ADS_1
lagu berakhir dengan freya yang sudah sampai di pagar rumah milik sahabatnya itu tanpa memanggil keisha terlebih dahulu freya membuka pagar dan mengetuk pintu
tok...tok...
"kei, buka pintunya" panggil Freya
"iya, tunggu sebentar" sahut pemilik rumah
keisha berlari ke depan membukakan pintu
"ih lamanya..." ucap freya setelah pintu terbuka
"maaf, tadi aku masak biasanya juga kesini telpon dulu" jawab keisha
"alasan saja, ini buat kamu dari mama" freya memberikan nampan yang ia bawa dari rumahnya
"terimakasih banyak" ucap keisha tulus
"eh fea kamu duduk dulu, aku mau melanjutkan masakkanku dulu" keisha mempersilahkan fea duduk sedangkan dirinya segera menuju dapur untuk menyelesaikan acara masak masaknya.
sepuluh menit kemudian keisha menghampiri freya yang tengah asik berbaring di sofa sambil senyum senyum memainkan handphonenya.
"fea sebenarnya ada apa ke rumah tidak menghubungi dulu?" tanya keisha pada sahabatnya yang kini merubah posisinya menjadi duduk.
"jawaban yang pertama karena aku tahu kamu pasti dirumah alasan yang kedua karena aku mau diam diam kesini siapa tahu kamu sedang berduaan sama cowok" jawab freya dengan senyum
freya yang kaget mendengar ucapan keisha yang tepat sasaran langsung mengambil posisi menyembunyikan handphonenya dibelakang tubuhnya
hal itu tentu saja mengundang kecurigaan dihati keisha sebab freya bahkan sering memberikan handphonenya untuk dilihat sahabatnya itu bahkan kata sandi untuk membukanya pun diberitahu freya pada keisha lalu mengapa saat ini freya tampak menyembunyikan sesuatu
tak mau dibuat penasaran Keisha berdiri dan menghampiri freya, ia akan merebut handphone milik sahabatnya agar ia tahu siapa sosok yang disembunyikannya
freya yang belum siap hubungannya diketahui sahabatnya pun berdiri dan kejar kejaran pun terjadi.
"fea coba berikan handphonemu" teriak keisha
"tidak ada yang aku sembunyikan kei" jawab Freya dengan iringan tertawa
"kalau tidak ada mengapa kamu takut aku melihatnya" keisha sudah berhenti mengejar tak mau jika tetangga yang lain mendengar keributan mereka.
"tidak ada kei, " freya pun ikut diam tak lagi berlari
dengan cepat freya membuka handphonenya dan menghapus chat dari seseorang
"ya sudah ambil ini" freya memberikan handphonenya pada keisha
"kamu pikir aku bodoh apa? kamu memberikan handphonemu setelah kamu menghapus chatmu dengan gebetanmu itu iyakan" keisha menjawab dengan wajah yang dibuat seakan akan dia kecewa.
__ADS_1
freya tersenyum dan berlari memeluk sahabatnya itu
"tidak ada yang kusembunyikan kei, jika nanti aku punya kekasih orang yang pertama akan tahu sudah pasti kamu" ucap freya dengan pelan
keduanya saling berpelukkan mengisyaratkan jika keduanya benar benar sudah menjadi sahabat yang begitu akrab.
keduanya tak kunjung melepas pelukan hingga suara ketukkan pintu kembali terdengar keduanyabsaling berpandangan seakan menanyakan hal yang sama "siapa yang datang?"
keisha pun melepas pelukan sahabatnya itu dan segera membuka pintu
"mama" ucap keisha melihat yang datang adalah ibu dari sahabatnya yang sudah ia anggap ibu kandungnya
freya yang melihat bahwa yang datang adalah ibunya hanya tersenyum dan memilih duduk kembali di sofa
" sedang apa kalian?" tanya fani ibu freya mama angkat keisha
"tidak mah, kami hanya sedang duduk saja" bohong freya takut jika sahabatnya itu mengatakan yang sejujurnya.
"oh ya freya tadi ada yang datang mencarimu" ucap fani pada anaknya
"siapa ma" tanya freya
"mama lupa namanya, tapi orangnya tampan" ucap ibu freya sambil tersenyum mengingat wajah tampan yang datang mencari anaknya itu
"Hmmmt..." keisha berdehem
"cuma teman kali mah" freya memelas takut jika yang datang adalah gebetannya.
"oh ya, keisha besok mama sama papa mau keluar kota nanti freya menginap disini boleh?" ucap fani meminta izin agar freya dapat menginap dirumah anak angkatnya itu
" boleh dengan senang hati " jawab keisha dengan senyum dan menghampiri freya yang tengah duduk.
"nanti kalau freya nakal kamu marah saja" kini fani tertawa pada kedua anaknya seolah yang diucapkanya barusan hanyalah candaan semata mata.
satu jam berlalu langit sudah mulai gelap freya dan ibunya pamit pulang pada keisha
"kei kami pulang dulu ya" ucap fani
"iya mah hati hati" jawab keisha yang ikut mengantar didepan pintu.
"daaa..." kata freya sambil melambaikan tangan.
"daaa,, " balas keisha sebelum menutup pintu
sepanjang perjalanan pulang freya merasa ada yang aneh pada dirinya ia berpikir dan bertanya dalam hati apa yang sebenarnya ia lupa
"astaga, tujuanku kerumah kei kan untuk menanyakan perubahan sikapnya dua minggu terakhir ini, kenapa sampai lupa" batin freya sambil menepuk jidatnya
__ADS_1
sang ibu yang melihat sikap anaknya hanya terkekeh dan tersenyum.