
..."apa yang menjadi milikiku akan ku jaga...
...jangan mencoba menjauh apalagi berpikir meninggalkan"...
Jam istirahat pun tiba freya, kalila, anion dan candra bersiap untuk ke kantin berbeda dengan keisha yang masih setia berada di kubikelnya dengan pandangan yang masih berfokus pada layar komputernya.
"kei ayo ke kantin" ajak freya
"duluan saja fe aku akan menyusul" jawab keisha
"baiklah kami duluan" ucap freya sambil berlari pelan menyusul kalila yang sudah lebih dulu berjalan meninggalkan ruangan mereka
keisha kembali memfokuskan pikirannya pada layar sambil mengetikan beberapa angka pada keyboard komputernya
sementara diruangan berbeda daren baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan kini ia beranjak dari tempatnya menuju ke lift yang akan membawanya turun menuju lantai ke 15 dimana calon istrinya berada
ya calon istri wanita yang telah dibuatnya menangis tiga minggu yang lalu, wanita yang mulai hadir dikepalanya hingga membuatnya stres belakangan ini
ia berniat mengajak keisha kesuatu tempat tentu saja mempersiapkan pernikahan mereka yang akan digelar tiga minggu lagi meskipun wanita yang akan dinikahinya belum mengetahui rencana itu.
daren yang sudah di depan ruangan divisi keuangan pun langsung masuk kedalam ruangan ia bisa melihat bahwa tersisa keisha disana tentu saja teman sekerjanya sedang ke kantin mengisi perut mereka sebelum kembali melanjutkan tugas mereka
keisha yang masih fokus di komputernya tak menyadari kedatangan sang presdir hingga deheman membuatnya begitu terkejut hingga hampir meloncat dari kursinya
"kalau mau bunuh saya jangan begini caranya pak" batin keisha
"aa..ada apa pak?" tanya keisha terbata bata
"cepat ikut saya" ucap daren yang langsung berbalik dan kembali berjalan
"iya pa" keisha berucap cepat
"selain dingin, jutek dan tegas pak presdir punya kebiasaan aneh sekarang suka datang tak di jemput pulang tak diantar" keisha kembali berucap dalam hati
"keisha luisa aurora" panggil daren dengan keras
"iya pak" keisha segera menghampiri presdirnya itu setelah merapikan mejanya
keisha mengikuti langkah presdirnya itu dari belakang jangan tanyakan perasaan keisha sekarang ini hatinya sedang kacau pikirannya sudah dipenuhi pertanyaan
kini keduanya sudah sampai di parkiran terlihat pak dam sudah berdiri disamping mobil daren
__ADS_1
"kita ke mall pak" ucap daren
"baik pak" jawab sang supir dan segera berjalan membukakan pintu untuk tuannya
keisha semakin bingung dirinya akan dibawa kemana oleh sang presdir, tak ingin membuat presdirnya marah jika ia harus bertanya keisha memilih diam disamping daren ia memilih menatap kearah kaca melihat gedung gedung yang berdiri menjulang tinggi disepanjang jalan
dua puluh menit berada dalam mobil akhirnya daren dan keisha sampai di mall yang dimaksud daren
daren segera keluar dari mobilnya tanpa menunggu pak dam membukakan pintu mobil untuknya begitu juga keisha ia segera keluar ketika pak dam mengatakan jika mereka sudah sampai
daren segera melangkah kedalam mall keisha yang tak tahu tujuan dari presdirnya itu hanya mampu mengikuti kemana arah langkah kaki sang presdir
tiga puluh menit berputar putar akhirnya keduanya sampai di toko emas
"selamat siang pak selamat datang ada yang bisa saya bantu" ucap seorang wanita yang terlihat seperti karyawan toko itu terlihat dari pakaian yang ia pakai
"tolong berikan sepasang cincin terbaru" kata daren tanpa mengubris ucapan karyawan itu
"baik pak" jawab karyawan itu sambil mengambil satu kotak cincin berwarna silver dengan sepasang cincin didalamnya tampak begitu mewah
"ini cincin keluaran terbaru dan hanya satu satunya ditempat ini" ucap karyawan itu lagi
"pak daren mau nikah ? tapi sama siapa?
laki laki memang sulit ditebak " batin keisha yang mendadak ingin menangis mengingat kehidupannya yang begitu suram baru saja tiga minggu yang lalu daren merampas harta satu satunya yang akan ia berikan pada suaminya nanti tapi hari ini daren bahkan sudah membeli cincin untuk hari pernikahannya
keisha tertawa dalam hati orang beruang pasti dapat melakukan apapun tidak seperti dirinya yang hidup dengan harus bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhannya
"jangan berharap daren akan bertanggung jawab akan apa yang ia perbuat atas dirimu keisha" batin keisha menguatkan dirinya
"saya ambil yang ini" ucap daren
"baik pak segera saya siapkan semuanya" kata wanita itu dan bergegas mengambil kwitansi untuk keperluan transaksi
"terimakasih banyak pak atas kunjungannya semoga bahagia dengan pasangannya" wanita itu kembali berucap sambil menyerahkan cincin yang baru saja dibeli daren
bukannya menjawab ucapan sang karyawan daren malah menarik tangan keisha untuk berjalan menuju tempat lain
sebuah toko gaun pernikahan menjadi tempat kedua yang dipilih daren
__ADS_1
"selamat siang tuan dan nyonya ada yang bisa saya bantu?" ucap seorang wanita yang usianya mungkin baru 21 tahun
"tolong berikan gaun terbaru untuk wanita ini" ucap daren tanpa berbasa basi
"baik mari nyonya silahkan ikut saya untuk mencoba gaunnya" kata karyawan itu dan akan berbalik menuju ruang ganti
keisha yang sudah tidak bisa tahan untuk tidak bertanya pada presdirnya itu mulai menarik napasnya dalam dalam
"maaf pak saya sudah tidak bisa menahan diri saya untuk tidak bertanya ada apa dengan bapak jika bapak ingin menikah bukankah harusnya pasangan bapak yang harus menemani bapak bukannya saya" entah keberanian dari mana keisha berani mengutarakan apa yang sudah dipikirannya sejak dari toko emas itu
namun bukannya menjawab ucapan keisha daren malah berkata " berikan gaunnya padanya" pada wanita tadi
emosi keisha sudah di ubun-ubun bersiap meledak namun kali ini ia coba menahan diri dan segera mengikuti wanita yang ada didepannya
setelah mengenakan gaun pernikahan itu ia melangkah menemui daren yang kini tengah duduk di sofa di toko itu
"ini pak gaunnya" ucap wanita muda itu pada daren yang tengah fokus pada handphonenya
"cantik" batin daren
"lumayan bagus" ucap daren yang membuat keisha memutar matanya
"saya mau yang ini dan tolong siapkan tuxedo yang senada dengan gaun ini dua hari lagi saya akan mengambilnya" ucap daren yang mungkin menjadi kalimat terpanjang yang didengar keisha
keisha berbalik dan berjalan menuju ruang ganti ia sudah tidak tahan dengan gaun yang ia pakai
setelah selesai menganti gaun itu keisha berjalan menghampiri daren
"maaf pak, jam istirahat sudah selesai dan saya harus kembali ke kantor" kata keisha yang sudah tidak ingin lagi mengikuti presdirnya
"ayo" jawab daren singkat
keduanya menuju tempat parkir untuk segera kembali ke kantor sepanjang perjalanan kembali ke kantor keisha hanya duduk diam wajahnya ia arahkan ke kaca yang memperlihatkan jalanan yang begitu ramai membuat kemacetan yang cukup parah
"andai aku ikut ke kantin tadi aku tidak akan ada disini terjebak kemacetan parah seperti ini" batin keisha seiring dengan hempasan napasnya yang ia buang asal
dua puluh menit dirinya baru sampai di kantor ia segera turun dan berjalan menuju lift tanpa menghiraukan presdirnya itu entah mengapa dirinya ingin menangis saat ini juga menghindari jika ia harus menangis dihadapan daren ia bergegas menuju lift
untung saja lift tengah sunyi matanya kini sudah mengeluarkan sebening kristal namun takut jika dirinya akan mendapat pertanyaan bertubi-tubi dari sahabatnya dirinya pun segera menghapus air matanya meski tidak bisa disembunyikan air matanya membekas pada wajahnya
mungkin keisha akan berbohong dengan mengatakan jika matanya baru saja terkena debu paling tidak sahabatnya tidak akan menaruh curiga apapun pada dirinya
__ADS_1
sementara daren baru saja keluar dari mobilnya ia sengaja tidak ikut turun dengan keisha mengingat dirinya ada di kantor dan dirinya tidak ingin orang orang berpikir yang macam-macam hingga membuat gosip yang bisa saja mengusik ketenangan keisha.