My Presdir My Husband

My Presdir My Husband
Mengikuti Alur


__ADS_3

pagi menyapa langit biru membentang luas di angkasa kicauan burung yang saling bersautan menambah cerah pagi ini


jalanan sudah mulai dipenuhi kendaraan beroda empat dan dua yang hendak berangkat bekerja mengejar waktu jangan sampai terlambat


kepadatan kendaraan di tengah kota memang sudah menjadi pemandangan biasa tak jarang di dapati klakson mobil yang berbunyi saling bersautan seakan menambah kebisingan disepanjang jalan


semua orang sudah siap dengan aktivitasnya masing masing namun tidak dengan daren ia masih setia berada dalam ranjangnya tak berniat bergegas untuk segera ke kantor


kembali ucapan sang bodyguard menari dalam ingatanya


flash back


daren baru saja selesai membersihkan tubuhnya terdengar suara dering ponselnya yang berada di nakas samping ranjangnya daren segera mengeser tombol hijau dan meletakan handphonenya di telingnya


"hallo james" ucap daren


"hallo boss, saya baru saja dari apartemen melan, namun disana tak hanya melan saja ada lucano juga" kata james yang membuat daren mengepalkan tangannya


"awasi mereka dan cari tahu apa hubungan mereka" perintah daren


"baik boss" ucap james sebelum mengakhiri panggilannya


flash off


"berani beraninya kamu mempermainkanku melan" batin daren


"kita lihat saja bagaimana permainanmu akan menghancurkan dirimu sendiri" ucap daren lagi

__ADS_1


hari ini daren memutuskan tidak ke kantor dan segera menelpon raka agar dapat mewakilinya jika ada rapat ia kini dihampiri rasa menyesal pada keputusannya untuk menerima kembali melan memberinya kesempatan kedua untuk menjalin hubungan yang sempat kandas hingga harus merelakan istrinya pergi


daren teringat sudah hampir sebelulan dirinya tak lagi bertemu dengan sang istri bahkan kabar tentang keberadaannya pun hilang bagai ditelan bumi, ia meraih kembali handphonenya dan menekan tombol kontak mencari nomor telepon sang istri namun sayang nomor itu tidak lagi aktif


daren menghembuskan napasnya mencoba berpikir untuk mencari tahu dimana keberadaannya detik selanjutnya daren menemukan jawaban kepada siapa ia harus bertanya akan kebenaran istrinya ia segera turun kelantai satu untuk bertemu dengan pak theo supir yang biasanya mengantar keisha ketika istrinya itu masih tinggal di mension


"pak theo ?" panggil daren pada supirnya itu


"iya tuan muda ada apa?" dengan takut - takut pak theo menghampiri tuan mudanya


"ada yang ingin saya tanyakan pada bapak jawab jujur dan jangan berbohong" kata daren


pak theo tidak menjawab namun ia menganggukkan kepalanya


"bapak melihat istri saya keluar dari rumah sebulan yang lalu?" tanya daren


"iya tuan muda saya bahkan mengantar nyonya muda sampai dirumahnya yang dulu" jawab pak theo


bukannya langsung pergi kerumah istrinya daren malah menunda pergi sampai besok tentu saja daren punya alasan mengapa dirinya tidak pergi saat ini juga hal itu karena daren belum siap bertemu dengan sang istri setelah pertengkaran mereka malam itu


🌷🌷🌷


waktu memang terlalu cepat berlalu bagi meraka yang sedang mengejar mimpi mereka namun menjadi sangat lambat bagi mereka yang sedang menunggu


ya perihal menunggu bukanlah perkara muda begitupun dengan daren yang sudah seperti sebulan menunggu hari ini untuk bertemu dengan istrinya itu


dengan berpakaian kantor daren meminta pak theo mengantarnya ke rumah keisha halau hanya untuk memandang dari jauh pasalnya daren belum siap bertemu dengan keisha karena gensi yang terlalu besar dalam diri daren

__ADS_1


pak theo pun segera menancapkan gas membelah jalanan yang mulai tampak dipenuhi roda empat dan dua dibelakang jok pak theo daren tak henti-hentinya memegang dadanya yang berdetak lebih cepat dari sebelumnya


entah mengapa sejak semalam jantungnya berpacu lebih cepat manaka dirinya mengingat akan bertemu dengan istrinya itu bahkan daren semalam berpikir panjang akan apa yang nanti akan ia ucapkan jika bertemu dengan keisha


hampir tiga puluh menit perjalanan pak theo pun memarkirkan mobil di depan rumah keisha pak theo turun lalu membukakan pintu untuk tuannya itu


daren keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju pintu, ia segera mengetuk pintu rumah keisha namun sampai ketukan yang ketiga tak juga ada jawaban membuat daren kembali bertanya pak theo apakah keisha dirumah atau tidak pak theo pun hanya menjawab dirinya pun tak tahu


pak theo yang berjalan menuju mobil tak sengaja melihat seorang ibu yang sedang menyiram tanaman di sebelah rumah keisha ia pun berniat bertanya akan keberadaan istri tuannya itu


"permisi bu, apa ibu mengenal nona keisha" tanya pak theo


"kenal pak, dia tetangga yang baik" jawab sang ibu itu


"apakah nona keisha sedang keluar?" tanya pak theo lagi


"keisha sedang ke luar kota mungkin lama baru kembali" ucap ibu itu lagi membuat pak daren mendapat jawaban keberadaan keisha saat ini


pak theo pun pamit pada ibu itu dan segera menghampiri tuan mudanya itu


"nyonya muda sedang pergi ke luar kota dan tidak tahu akan kembali kapan tuan muda" ucap pak theo menjelaskan informasi apa yang baru saja ia dapatkan


"ke luar kota?" daren bertanya memastikan pendengarannya tak salah


"kita ke kantor sekarang" ucap daren membuat pak theo segera membukakan pintu mobil untuk tuannya


mereka pun meninggalkan rumah keisha untuk menuju kantor daren setelah kemarin dirinya tak masuk kantor daren berpikir bahwa sudah banyak berkas yang menumpuk di mejanya itulah alasan daren ingin segera ke kantor saat ini

__ADS_1


"terlalu lemah baru aku buat seperti itu saja kamu sudah memilih pergi, apa kamu pikir aku akan mencarimu aku tahu kamu berpikir untuk pergi hanya untuk membuatku mencarimu jangan mimpi keisha luisa aurora kita lihat saja apakah bulan ini kamu tidak akan kembali ke ko kota ini" batin daren


"aku akan mengikuti alur ceritamu siapa yang nanti akan meminta kembali"


__ADS_2