
waktu bergulir begitu cepat, kini mentari pagi menyapa membuat keisha terbangun dari tidurnya ia ingin bangun namun dirinya merasa ada tangan yang melingkar di bagian perrutnya
keisha membalikkan tubuhnya dan wajah tampan sang suami terpampang nyata di hadapannya, keisha terkejut namun dirinya masih bisa melihat bahwa ruangan itu adalah kamar darren artinya dirinyalah yang salah masuk kamar
keisha melepas tangan darren dengan pelan agar tidak membangunkannya, setelah melepaskan diri dari darren keisha segera menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya setelah itu keisha masuk kedalam walk in closet untuk menyiapkan pakaian yang akan di kenakan darren ke kantor
keisha berjalan pelan menuju pintu kamar dirinya baru melepaskan napas leganya ketika sudah berhasil keluar dari kamar suaminya ia pun segera berjalan menuju kamar miliknya dimana ia meninggalkan edward sendiri
ketika keisha membuka pintu matanya langsung menangkap sosok mungil anaknya yang masih berada dalam posisi tidur, keisha berjalan menghampiri sang buah hati yang masih terbalut dalam selimut
kembali ucapan edward menari di kepala keisha dirinya binggung harus melakukan apa, trauma akan kembali di kecewakan seperti tiga tahun yang lalu membuatnya tak ingin berharap lebih pada darren, dirinya sadar jika hubungannya dengan darren saat ini hanyalah bentuk tanggung yang di berikan darren pada dirinya atas kesalahan di masa lalu
tak terasa sebening kristal berhasil jatuh di pipi keisha, berat memang berada di posisinya sekarang dirinya bahkan binggung akan pernikahan yang mereka jalani. hanya statuskah yang pelan tapi pasti akan berakhir ataukah hubungan mereka akan bertahan lama
sejujurnya ada rasa takut di hati keisha mengingat jika suatu saat darren akan kembali bermain dengan wanita lain lalu bagaimana dengan edward bila dirinya meminta pisah dengan darren bukankah buah hatinya itu butuh sosok ayah?
memikirkan hal hal itu membuat keisha pusing, namun tangan mungil edward tiba tiba memeluk lengan keisha
"anak mommy sudah bangun?" ucap keisha lalu mencium pipi edward
edward hanya mengangguk
"edward mau mandi sekarang? nanti ke sekolahnya terlambat loh"
"iya mommy, tapi edward mau mandi sendiri" ucap edward yang mampu membuat keisha mengerutkan keningnya
"kenapa?" tanya keisha penasaran
"edward sudah besar" jawabnya singkat lalu berjalan menuju kamar mandi
keisha hanya tersenyum menanggapi ucapan buah hatinya
__ADS_1
anggap saja gambar diatas adalah edward
keisha memilih menyiapkan pakaian seragam yang akan di kenakan sang buah hati ke sekolahnya
sementara menyiapkan pakaian edward terdengar ketukan dari balik pintu keisha pun berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu
"selamat pagi" ucap bi olif
"selamat pagi bi, ada apa?"
"nyonya muda, tuan muda menyuruh saya memanggil nyonya muda dan den edward untuk sarapan bersama" kata bi olif
"bilang saja, kalau saya sedang membantu edward untuk siap siap ke sekolah, bi olif tolong bilang kalau darren buru buru ke kantor bisa langsung sarapan saja" jawab keisha yang hanya di angguki kepala oleh bi olif lalu meminta izin untuk kembali ke dapur
sesampainya di dapur bi olif langsung menyampaikan pesan keisha kepada darren
namun lima belas menit berlalu keisha dan edward tak kunjung turun membuat darren segera berjalan menaiki tangga menuju kamar keisha
dari balik pintu dirinya bisa mendengar percakapan antara keisha dan juga edward
"mommy mau kan janji sama edward" ucap edward dengan wajah cemberut
keisha yang paham maksud anaknya menatap sang buah hati
"sayang mommy tidak bisa janji apa apa" jawab keisha jujur dirinya benar benar tidak bisa memberikan janji palsu pada anaknya
"tapi edward mau adik mommy" edward bersih keras dengan keinginannya
darren yang berada di balik pintu pun akhirnya masuk tanpa mengetuk pintu
__ADS_1
"sayang, daddy janji akan memberikan adik buat edward sekarang tugas edward turun dan sarapan lalu berangkat ke sekolah. oke" ucap darren setelah berhasil masuk kedalam kamar keisha
"daddy tidak bohong kan ?" tanya edward meyakinkan ucapan sang ayah
"daddy tidak pernah berbohong sayang" jawab darren meyakinkan sang buah hati atas ucapannya
keisha hanya diam tak menanggapi percakapan antara buah hatinya dan juga suaminnya dirinya lebih memilih membawa tas milik edward dan mengikuti langkah darren yang sedang mengendong edward untuk turun ke bawah
setelah sarapan keisha bersiap mengantar edward ke sekolahnya seperti biasa keisha dan edward akan di antar pak theo namun baru akan melangkah keluar dari ruangan utama darren berucap
"hari ini aku yang akan mengantar kalian" ucap darren namun tak di jawab oleh keisha
darren segera berjalan mendahului keisha dan edward untuk menuju parkiran mengambil mobil lalu menyuruh keisha masuk kedalam mobil
sepanjang perjalanan hanya edward dan darren yang saling bertanya jawab sementara keisha lebih memilih diam dan memalingkan wajahnya menatap keluar kaca
hingga dua puluh menit kemudian sampailah mereka di sekolah edward keisha pun segera turun dari mobil dan membawa edward keluar
"nanti aku pulang sendiri" ucap keisha
namun tak di jawab oleh darren
keisha dan edward memasuki halaman sekolah namun tiba-tiba langkah edward terhenti ketika melihat seorang ibu yang sedang mengendong bayi sedang mengantar anaknya ke sekolah
keisha yang melihat anaknya berhenti berjalan ingin bertanya namun mengurungkan niatnya lalu ikut melihat kearah yang sama dengan edward
tatapan keisha jatuh pada seorang ibu yang sedang mengendong bayi sedang mengantar anaknya ke ruang kelas. keisha menarik napas dalam-dalam dirinya benar benar sadar jika darren ingin sekali memiliki adik namun bagaimana pun saat ini dirinya tidak bisa melakukan apa apa
"sayang, ayo jalan sebentar lagi sudah mau masuk" ucap keisha mengalihkan perhatian anaknya
Edward pun kembali berjalan menuju kelasnya, selesai mengantar anaknya keisha kembali berjalan keluar untuk mencari taksi agar dirinya bisa kembali ke mension
__ADS_1
Bersambung......