
senja kini berganti malam bertaburkan bintang kelap kelip di langit yang gelap darren baru saja keluar dari kamarnya menuju ruang kerjanya yang berada di pojok lantai dua
terdengar suara menangis dari arah lantai satu tentu saja darren tahu itu adalah edward sosok anak kecil buah hatinya dengan keisha, dirinya pun mengurungkan niatnya untuk ke ruang kerja dan berjalan menuruni tangga memastikan apa yang terjadi di sana
"ada apa mommy?" tanya darren ketika dirinya sudah berada dihadapan sang ibu yang sedang mengendong anaknya
"mommy juga tidak tahu mungkin edward mencari keisha, bisakah kamu membawanya ke atas?" pintah chalinda pada darren agar membawa edward ke lantai atas dimana keisha berada
keisha baru saja selesai membersihkan tubuhnya setelah seharian bercerita dengan mertuanya yang dua hari lagi akan kembali ke jerman
tanpa mengetuk pintu darren membuka pintu kamar dimana disaat yang bersamaan keisha juga baru keluar dari kamar hanya dengan mengenakan handuk yang hanya menutupi tubuh bagian dada hingga pahanya keisha gugup melihat darren yang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
"ada apa?" tanya keisha gugup
"edward dari tadi menangis mungkin mencarimu, cepat ganti pakaianmu biar aku ajak dia ke balkon" ucap darren yang mulai berjalan menuju balkon kamar tampak edward sudah mulai diam matanya kini sudah mulai menutup sepertinya dia mengantuk
baru lima menit berada dalam pelukan sang ayah sang anak sudah tertidur membuat darren tersenyum menatap sang anak yang kini tertidur dengan tenang dalam dekapannya tak lama keisha datang dan menghampiri keduanya
"sini biar aku gendong" ucap keisha yang akan mengambil edward dalam pelukan sang ayah
"dia sudah tidur biarkan seperti ini dulu atau dia akan kembali menangis" jawab darren menolak ucapan istrinya
dua puluh menit berlalu darren berjalan menuju kamarnya masih dengan edward yang ada dalam pelukannya
"loh mau kemana?" tanya keisha yang penasaran
"aku ingin menidurkannya di kamar" jawab darren
"tapi ini kan kamar juga,?" ucap keisha yang mulai sewot
"kalau kamu mau tidur di sini tidur saja disini aku dan edward akan tidur dikamarku" jawab darren sambil terus berjalan menuju pintu kamar lalu keluar dari sana
__ADS_1
"mengapa jadi kamu yang ngatur?" keisha kembali bertanya namun darren sudah berada di balik pintu dirinya tak peduli dengan ocehan sang istri yang kini mengejarnya ke kamarnya
darren membaringkan sang buah hati di tengah ranjang sebelum ikut berbaring disampingnya menatap sayu pada anak yang kini mungkin telah menyatu dengan alam mimpinya membuat darren menyesal tak berada disampingnya ketika ia lahir kedunia
terdengar pintu kamar terbuka membuat darren mengalihkan pandangannya pada sosok yang kini berjalan kearahnya
"tidurlah aku akan ke ruang kerjaku sebentar" ucap darren lalu bangkit dari tidurnya
"lama juga tidak apa apa" jawab keisha yang membuat ia di tatap oleh suaminya itu
"kenapa, kamu marah aku tinggal disini, kalau rindu bilang jangan cuma tahunya nyindir" ucap darren mengoda sang istri
keisha yang mendengar itu hanya memutar bola matanya lalu duduk di samping ranjang sebelum mendekati sang buah hati sementara darren sudah berjalan menuju pintu kamar lalu segera keluar untuk segera memeriksa email yang di kirim raka padanya
sudah dua hari dirinya tak ke kantor membuat pekerjaannya tak terurus hingga berkas berkas penting harus menumpuk membuatnya harus begadang malam ini setidaknya dirinya bisa menyelesaikann sedikit demi sedikit pekerjaan yang sudah menumpuk itu
kini darren sudah menghabiskan waktu empat jam di ruangannya sang waktu kini sudah menunjukkan pukul 00.00 wib di iringi rasa kantuk yang sudah tak bisa ia tahan lagi darren pun memutuskan kembali ke kamarnya untuk tidur
"mau kemana?" tanya darren melihat keisha yang keluar dangan menggendong edward
"mau ke bawah mau membuatkan susu untuk edward" jawab keisha
"sini edward biar bersamaku saja" kata darren yang segera mengambil ahli mengendong edward keisha pun yang tak mau ada keributan pun membiarkan edward di gendong sang ayah dirinya lalu melanjutkan langkahnya menuruni tangga menuju dapur
setelah selesai membuatkan susu untuk edward keisha kembali menaiki tangga menuju kamar dimana suami dan anaknya berada
keisha meletakkan segelas susu yang ia buat di nakas samping ranjang disisi darren yang kini sudah berbaring lalu berputar lagi ke sisi satunya untuk kembali tidur
"tidak usah menatapku aku tidak mau tanggung jawab kalau kamu nanti jatuh hati" ucap darren ketika mata keisha tak sengaja menatapnya
"yang ada kamu yang mungkin sudah jatuh cinta" jawab keisha tak mau kalah
__ADS_1
"sudah suka marah marah tidak mau mengaku lagi, oh iya kamu kan gensinya tinggi" kata darren lagi
"sudah dingin tinggkat kepedean tinggi, oh iya kamu kan orangnya geeran" jawab keisha dengan senyum yang mengembang
darren yang mendengar itu hanya menatap sang istri dengan tatapan terkejut namun dirinya tak melanjutkan perdebatan itu sebab takut membangunkan edward yang kini tertidur diantara dirinya dan istrinya itu
🌷🌷🌷
paginya keisha bangun tidur lebih dulu dirinya melihat kesamping dimana buah hatinya kini sedang ada dalam dekapan sang ayah tak ingin menganggu tidur mereka keisha menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya
dirinya segera membersihkan tubuhnya lalu turun ke bawah membantu bi olif dan Art yang lain untuk menyiapkan sarapan
hampir tiga puluh menit waktu berlalu terdengar darren memangil keisha merasa dirinya di panggil keisha segera berlari menuju kamar dimana darren berada
"ada apa?" tanya keisha ketika sudah sampai di hadapan darren
"edward sudah bangun, oh ya aku mau ke kantor hari ini boleh siapkan bajuku?" ucap darren sebelum masuk kedalam kamar mandi
keisha berjalan menuju ranjang dimana edward kini tengah duduk dengan tatapan sayangnya pada keisha
"anak mommy sudah bangun?" tanya keisha penuh kelembutan yang hanya di angguki kepala oleh sang buah hatinya
"tunggu sebentar ya, mommy mau siapkan baju buat daddy," ucap keisha pada edward sebelum dirinya menuju walk in closet untuk menyiapkan baju untuk sang suami
sepertinya mulai sekarang keisha harus membiasakan diri menjadi istri dan juga ibu yang baik pasalnya edward sudah mulai paham akan segala sesuatu di usianya yang sudah tiga tahun itu dirinya banyak bertanya tentang segala sesuatu yang ingin ia ketahui
keberadaan darren saja sudah begitu membuat keisha kewalahan mencari jawaban akan pertanyaan pertanyaan edward seperti "apakah dia daddy edward?, mengapa baru sekarang kelihatan? dan pertanyaan lain yang seperti jebakan Batman bagi keisha
semua yang ingin di ketahui anaknya itu pasti akan di tanyakan pada dirinya atau edward akan bertanya kepada bibi ariani jika jawaban keisha di angggap kurang memuaskan.....
bersambung.........
__ADS_1