My Presdir My Husband

My Presdir My Husband
Diam


__ADS_3

keisha memasuki kediaman artaguna dengan rasa kecewa pada sikap daren jika presdirnya itu tidak ingin hidup bersamanya lalu mengapa harus membawanya ketempat ini memperlakukannya seperti tak ada


"selamat malam nyonya muda" sapa bi din


"selamat malam bi" jawab keisha seadanya


"mau disiapkan makan malamnya sekarang nyonya"


"tidak usah bi, saya sudah makan diluar tadi" jawab keisha lalu segera meninggalkan ruangan utama


keisha melangkah menaiki tangga menuju kamarnya malam ini ia memutuskan memindahkan semua pakaiannya ke kamar sebelah ia sadar jika daren tak benar benar menginginkannya


keisha membuka kamarnya bersama daren lalu menuju walk in closet mengambil pakaiannya lalu memindahkan ke kamar sebelah setelah semuanya selesai ia mengambil baju ganti untuk daren lalu meninggalkan kamar bernuasa modern ala ala seperti kamar hotel bintang lima


keisha membersihkan tubuhnya dengan air hangat yang ia masukkan kedalam bathtub lalu meneteskan sabun aromaterapi untuk sedikit merilekskan pikirannya yang kini tengah berkecamuk


beberapa menit kemudian keisha menyudahi aktivitasnya seiring rasa dingin yang kini mulai menghampirinya


sementara daren baru saja memasuki halaman mension kediamannya tentu saja setelah mengantar kekasihnya ke apartemennya


daren memarkirkan mobil mewahnya lalu keluar dari mobil langsung menuju ruang utama untuk menuju kamarnya


"selamat malam tuan muda" sapa bi din


"selamat malam" jawab daren santai


"tidak usah siapkan makan malam untuk saya, saya sudah makan di luar tadi" ucapnya lagi


"baik tuan muda" jawab bi din


"keisha sudah pulang ?" tanya daren


"sudah tuan" jawab bi din mendengar itu daren melanjutkan langkahnya menuju kamarnya


daren membersihkan tubuhnya dibawa shower tak berniat memikirkan apa yang baru beberapa jam berlalu meski ia mungkin menyadari ada hati yang terluka karena sikapnya namun ia memilih tak memikirkannya


dua puluh menit berlalu daren memilih mengakhiri ritual mandinya lalu keluar dari dalam kamar mandi dan menuju walk in closet untuk menganti pakaian

__ADS_1


daren tak perlu mencari pakaian yang akan ia pakai karena pakaiannya sudah tersedia diatas meja dan tentu saja dirinya tahu siapa yang menyiapkannya sebab akses menuju keruangan itu hanya diberikan daren untuk istrinya


setelah selesai menganti pakaiannya daren memilih langsung membaringkan tubuhnya diatas ranjang dan seketika rasa kantuk menghampirinya menit selanjutnya dirinya sudah menyatu dengan alam mimpinya


begitu pun keisha yang kini sudah terbawa kedalam alam mimpi yang membawanya mencoba melupakan apa yang sudah terjadi hari ini mencoba memberinya waktu melepas beban yang kian berat meski hanya sebentar keisha tertidur dengan posisi tangannya berada di atas perut


ia mencoba memberi kehangatan pada sosok yang berada didalam sana meyakinkan jika dia akan baik baik saja meski dirinya sendiri terluka


🌷🌷🌷


mentari menyapa insan penghuni bumi


daren terbangun dari tidurnya ia memilih membersihkan tubuhnya lalu menganti pakaian kantornya


ada yang berbeda hari ini jika kemarin kemarin setiap ia akan berganti pakaian ia tidak harus memilih pakaian apa yang akan ia gunakan namun hari ini ia harus memilih sendiri apa yang akan ia pakai sebab tidak ada pakaian yang tertata di atas meja ketika dirinya keluar dari kamar mandinya


daren tahu jika keisha sedang marah padanya karena sikapnya kemarn namun daren pria dingin dan cuek bahkan meminta maaf mungkin jarang ia lakukan


dan akhirnya ia harus memilih sendiri apa yang akan ia pakai dua puluh menit daren bersiap siap kini dirinya keluar kamar dengan pakaian lengkapnya


lagi lagi daren mendapati keisha tak menyiapkan makanan untuk dirinya ya meskipun kemarin kemarin ketika istrinya itu menyiapkan makanan dirinya selalu berdalih tidak lapar atau sudah makan di luar


"selamat pagi tuan muda" sapa bi ana


"selamat pagi bi" jawab daren


"dia sudah bangun bi?"


"sudah tuan, nyonya sudah berangkat ke kantor" jawab bi ana menyadari jika yang ditanyakan tuanya adalah keisha


daren hanya ber oh menjawab ucapan bi ana


sementara keisha kini sudah berada di perjalanan menuju kantornya namun keisha teringat pada makam kedua orang tuanya maka dengan cepat ia meminta pada pak theo untuk mengantarnya terlebih dulu ke pemakaman umum dimana rumah kedua orang tuanya berada


"pak boleh singgah di toko bunga" ucap keisha pada supirnya


"boleh nyonya muda" jawab pak theo

__ADS_1


dan benar saja pak theo menepikan mobilnya ketika sudah berada depan toko bunga keisha yang menyadari jika mereka sudah di depan toko bunga pun langsung turun untuk membeli bunga yang akan ia bawah ke makam


setelah membeli dua buket bunga keisha pun kembali masuk kedalam mobil untuk melanjutkan perjalanannya tidak membutuhkan waktu yang lama pak theo pun memberitahu keisha yang sedang berbalas pesan dengan freya jika mereka sudah sampai


keisha membawa dua buket berukuran sedang namun pak theo yang melihat nyonya itu sedikit kewalahan membawanya menawarkan diri untuk membawakan buket itu dan tentu saja keisha menyetujui niat baik pak theo


keduanya pun mulai berjalan menyusuri makam hingga keisha berhenti didepan dua makam yang bersebelahan pak theo yang sadar jika mereka sudah sampai pun meletakkan buket itu


"terimakasih banyak pak theo bapak duluan saja ke mobil sebentar lagi saya akan menyusul" ucap keisha


pak theo pun segera berlalu dari sana setelah dirinya menata buket diatas makam dan membaca nama pemilik dua pusara itu


"keisha datang mom dadd keisha membawa bunga kesukaan mommy" keisha berucap sambil menahan tangisnya


"keisha akan sering sering berkunjung kesini tapi untuk hari ini keisha harus ke kantor keisha janji akan berkunjung lagi" batin keisha


setelah selesai mengantar bunga keisha pun kembali ke mobil pak theo pun kembali melanjutkan perjalanan menuju kantor


"nyonya muda bolehkah saya bertanya" ucap pak theo gugup


"boleh pak" jawab keisha santai


"apa makam tadi milik orang tua nyonya muda?" tanya pak theo penasaran


"benar pak mereka meninggal sekitar tujuh tahun yang lalu dalam kecelakaan" jelas keisha


"oh maafkan saya nyonya telah membuat anda bersedih" kata pak theo yang sadar telah membuat keisha kembali mengingat kedua orang tuanya


"tidak apa apa pak" jawab keisha mencoba terlihat tegar


keisha kembali memandang jalanan yang tampak ramai tak ada pembicaraan lagi disepenjang perjalanan ke kantor hingga keisha tiba di depan kantor daren


"terimakasih banyak pak" ucap keisha sebelum turun dari mobilnya


"sama sama nyonya muda" jawab pak theo lalu kembali melanjutkan perjalanannya pulang ke kediaman keluarga artaguna


keisha berjalan melewati lobi lalu tiba di depan lift tak menunggu lama keisha masuk kedalam lift ketika dirinya sudah sampai di lantai lima belas dirinya berpapasan dengan daren yang baru saja keluar dari ruangan manajer keuangan

__ADS_1


keisha tak mempedulikannya mala keisha trus berjalan dengan diam tanpa menyapa daren yang kini menatap pada istrinya yang trus berjalan mengabaikannya


__ADS_2