
malam pun tiba keisha kini tengah duduk diruang tamu dikediamannya, dirinya sudah memasukkan beberapa lembar pakaian kedalam koper untuk dibawa ke rumah daren
tak lama terdengar suara klakson mobil dari arah luar keisha berdiri dari tempat duduknya menuju pintu dan segera keluar dengan membawa koper yang sudah berisi beberapa pakaiannya selama berada di rumah daren
"selamat malam non keisha" ucap pak dam ketika Keisha sudah berada di depan mobilnya
"selamat malam pak" jawab keisha
"mau berangkat sekarang?" tanya pak dam
"iya pak" keisha menjawab sambil masuk kedalam mobil yang telah dibukakan oleh pak dam
tiga puluh menit kemudian mobil yang ditumpangi keisha sudah berada di depan Mension mewah kediaman keluarga artaguna
keisha pun segera turun ketika dirinya menyadari jika mereka sudah sampai tujuan, meski keisha belum mengetahui dengan pasti jika mension tempatnya berdiri adalah kediaman artaguna namun dirinya paham jika maksud perkataan presdirnya adalah kediamannya
"silahkan masuk nona, silahkan masuk tuan muda sudah menunggu di dalam" ucap pak dam
"baiklah pak terimakasih" keisha berujar sebelum dirinya melangkah masuk kedala mension
baru saja dirinya berdiri di depan pintu terlihat pintu terbuka menampilkan tiga orang yang berpakaian seragam menyambutnya
"selamat malam nona keisha" kata salah satu dari ketiga wanita itu
"selamat malam" jawab keisha
"mari nona saya antarkan ke kamar anda"
tanpa menjawab keisha mengikuti wanita yang sedang berjalan menaiki tangga keisha yakin bahwa ketiga wanita itu adalah assisten di mension itu
keisha terus mengikuti wanita itu hingga art itu berhenti tepat di depan pintu bercat putih dan mempersilahkan keisha untuk masuk kedalam kamar itu
"silahkan masuk nona, jika ada yang nona butuhkan panggil saja kami" ucap wanita itu
"terimakasih banyak bi" ucap keisha sebelum dirinya masuk kedalam kamar
keisha nampak memperhatikan ruangan yang tampak seperti kamar hotel itu, designnya seperti kamar tidur yang ada di hotel bintang lima, ranjangnya begitu besar hingga mampu digunakan oleh lebih dari lima orang
__ADS_1
dirinya tidak heran dengan fasilitas itu, keisha paham betul bagi seorang daren itu bukanlah sesuatu yang mewah pasalnya dirinya adalah seorang pimpinan perusahaan yang cabangnya hingga keluar negeri
bukankah dengan itu daren bisa dengan mudah mendapatkan apa yang ia inginkan berbeda dengan dirinya yang hanya seorang karyawan
keisha menarik napas lalu membuangnya dengan asal berulang ulang ia lakukan itu hanya untuk meredam nyeri yang kini mulai menggerogoti dadanya
bagaimana tidak dirinya kini harus mempersiapkan mental dan fisiknya untuk cibiran yang nanti akan ditujukkan kepada dirinya.
sementara ditempat berbeda daren kini tengah berada diruangan VIP sebuah club malam ternama langganannya bersama sahabat sahabatnya
daren menceritakan bagaimana kehidupannya sekarang dan apa yang sedang direncanakannya dan tentu saja kedua sahabatnya begitu merespon apa yang menjadi keputusan daren
waktu berlalu begitu cepat hingga tak terasa sang waktu kini sudah pukul 01.00 daren yang sudah mulai mabuk memutuskan untuk pulang sementara kedua sahabatnya memilih menginap disalah satu hotel terdekat dari tempat mereka saat ini
tentu saja keduanya tidak sendiri mereka bahkan sudah menyewa perempuan malam untuk menemani mereka, hal itu bukan lagi rahasia sebab sudah hampir lima tahun ketiganya selalu melakukan hal yang sama ketika sedang ingin
daren mengendarai mobilnya dengan laju dirinya ingin segera sampai di mension dan beristirahat sebab selain tubuhnya yang lelah pikirannya pun kini mulai berdenyut
dua puluh lima menit berlalu daren kini sudah sampai di parkiran mensionnya, ia memakirkan mobilnya dan segera masuk kedalam mension
daren menaikki anak tangga menuju kamarnya bukan dirinya tidak mengetahui kedatangan keisha bahkan semenjak keisha tiba di mension pak dam sudah memberitahukan kepada tuannya itu jika keisha sudah sampai di kediaman artaguna
kini daren sudah selesai membersihkan tubuhnya dan memilih langsung tidur tanpa harus menengok keisha calon istrinya itu
🌺🌺🌺🌺
pagi menyapa kini jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi keisha yang terbangun lebih awal dpun memilih membersihkan tubuhnya dengan berendam di dalam bathtub
setelah dirasa keisha cukup dirinya segera mengenakan handuk dan berjalan menuju ranjang dimana disamping ranjangnya terdapat koper yang ia bawah dari rumahnya
keisha kini sudah selesai mengenakan pakaian kantornya, dirinya bersiap keluar dari kamar setelah beberapa menit lalu dirinya merias diri dengan polesan make up yang tidak terlalu menor seperti kebiasaannya beberapa tahun terakhi
dirinya menuruni tangga menuju pintu keluar untuk segera pergi ke kantor
"selamat pagi nona" sapa bi olif art di kediaman artaguna
"selamat pagi bi" balas keisha
__ADS_1
"silahkan sarapan dulu nona" ucap bi olif lagi
"maaf bi saya sarapannya di kantor saja, saya sudah terlambat" bohong keisha
"tapi nona..." ucapan bi olif terpotong karena keisha sudah kembali berkata
"nanti saya sarapannya di kantor takut terlambat dan mendapat hukuman bi" ucap keisha pada bi olif
"baiklah nona jika itu maumu" kini bi olif yang mengalah
keisha pun segera berlalu pergi meninggalkan bi olif yang masih setia memandang punggung keisha yang mulai tak terlihat dibalik pintu
bu olif kembali ke dapur untuk melanjutkan tugasnya menyiapkan saran buat tuannya yang belum juga menuruni tangga
"selamat pagi nona" sapa pak dam
"selamat pagi pak" jawab keisha
"mari saya antar nona" ucap pak dam yang sudah melihat keisha sudah dengan pakaian kantor yang sudah rapi
pak dam yang berada di parkiran mencoba menawarkan diri untuk mengantar keisha ke kantor namun di tolak keisha dengan alasan jika dirinya sudah memesan taxi online yang sudah menunggunya di depan
keisha pun segera berlari menuju kedepan mension dan segera memesan taxi online lewat aplikasi yang ada di ponselnya
tak perlu lama taxj yang dipesan keisha pun sudah sampai keisha segere masuk kedalam mobil itu dan pergi meninggalkan mension itu.
sementara daren baru saja menuruni tangga dengan tas yang berada disampingnya
"selamat pagi tuan" sapa bi olif
" selamat pagi" ucap daren dingin
"silahkan tuan sarapannya sudah tersedia"
"apa keisha sudah berangkat?" tanya daren pada bi olif
"sudah tuan, tapi nona keisha tidak sarapan katanya takut terlambat" jawab bi olif mencoba menjelaskan takut jika dirinya dimarahi oleh tuan mudahnya karena tidak memaksa keisha
__ADS_1
"oh ya sudah" ucap daren singkat sambil memasukan suapan yang pertama kedalam mulutnya
setelah selesai sarapan dirinya segera menuju tempat parkir dimana pak dam sudah berdiri disamping mobilnya dan membukakan pintu untuk tuannya itu.