My Presdir My Husband

My Presdir My Husband
Diabaikan 2


__ADS_3

keisha berangkat ke kantor lebih awal dari daren setelah daren menolak untuk sarapan pagi keisha memilih pergi ke kantor


dirinya sudah tiga hari tidak ke kantor membuat nya begitu rindu dengan sahabatnya dan juga rekan seruangannya mengabaikan rasa mual yang sudah beberapa hari ini menganggunya keisha berangkat ke kantor dengan diantar theo supir keluarga artaguna


keisha berkali kali menghembuskan napasnya mencoba mengabaikan sikap daren yang menurutnya sedikit berubah daren yang awalnya tidak sedingin sekarang menjadi dingin dengan sikap cuek yang menambah sisi buruk dari seorang presdir artaguna suaminya sendiri


"jika tidak ingin menikahiku mengapa harus memaksakan diri" batin keisha


tiga puluh menit berlalu pak theo membawa keisha sampai di parkiran kantor pak theo segera mematikan mobilnya dan akan keluar membukakan pintu untuk istri dari tuan mudanya namun belum sampai membuka handle pintu mobil keisha sudah keluar dari mobil


"terimakasih banyak pak" ucap keisha pada pak theo


"sama sama nyonya muda" jawab pak theo


keisha meninggalkan tempat parkir dan segera mengayunkan kakinya menuju ke lift dengan melewati lobi yang sudah terdapat beberapa karyawan yang sudah berlalu lalang dengan tugas masing masing


ting....


keisha keluar dari lift setelah pintu lift terbuka menandakan dirinya sudah sampai di lantai lima belas dimana ruangannya berada


"good morning" sapanya


"good morning too" jawab kalila mengetahui yang datang adalah keisha yang tak lain kini sudah berganti status menjadi istri dari pemilik perusahaan


"hallo nyonya muda artaguna" kalila kembali menyapa keisha dengan candaan


keisha hanya menanggapi candaan rekannya itu dengan senyuman


"tidak usah lebay" ucap keisha


"keisha betapa beruntungnya dirimu di peristri pak daren yang begitu tampan dan kaya raya kamu seharusnya tidak perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupmu" kalila memberikan pendapatnya


"tidak ada alasanku untuk tidak bekerja, yang kaya itu pak daren bukan aku" jawab keisha lalu berlalu dari hadapan kalila menuju kubikelnya


kalila pun tak lagi melanjutkan perbincangan mereka karena takut jika tiba tiba manager mereka mendapati mereka sedang mengobrol maka tentu saja mereka akan mendapat pidato pagi


keisha sudah bersiap mengetikkan beberapa angka pada komputernya namun ia urungkan mendengar suara yang memberi salam


"good morning" ucap freya


"good morning too" jawab keisha dan kalila bersamaan

__ADS_1


freya yang mendengar suara sahabatnya bergegas menuju kubikelnya begitupun keisha yang sudah berdiri menyambut sahabatnya itu


"kei aku rindu" kata freya sudah sambil memeluk keisha


"aku juga rindu fre" balas keisha


"kalian ini baru saja tiga hari tidak bertemu tapi sudah seperti setahun tidak berjumpa" kalila berucap sambil menggelengkan kepalanya


"bagaimana keadaanmu kei?" tanya freya


"sangat baik, akupun berharap kamu sama halnya denganku" jawab keisha


"tentu saja bahkan aku lebih sehat sekarang" ucap freya dengan senyum dirinya begitu semangat dalam seminggu ini sebab pernikahannya dengan raka tinggal menghitung hari lagi dan tentu saja itu membawa mood yang baik bagi dirinya


"iya tahu" jawab keisha dengan sedikit kesal yang dibuat buat


"ciee yang mau nikah" kalila menimpali ucapan keisha


"makanya cari pasangan hidup sana, masa mau jomblo terus" freya menjawab ucapan kalila


"nanti kamu juga akan dapat undangan dari kami" kali ini bukan kalila yang menjawab tapi sosok yang baru saja masuk kedalam ruangan mereka


keisha dan freya berbalik menatap keasal suara yang mereka kenali sosok itu tidak lain adalah candra teman seruangannya mereka


"oh astaga kalian benar benar menjalin hubungan?" kini freya berucap sambil melipat kedua tangannya kedada


"jadi kalian jangan membully lagi" ucap can sambil senyum senyum menuju kubikelnya meninggalkan keisha dan freya yang kini saling bertatapan


tak mau dibuat semakin penasaran keisha berjalan menuju kubikel kalila


"ka kamu punya hubungan sama can?"


kalila menjawab pertanyaan keisha dengan anggukan kepalanya


keisha dibuat tak habis pikir dengan kedua rekan kerjanya yang diam diam memiliki hubungan tanpa sedikitpun menaruh curiga pada keduanya


"sudahlah kei ayo kembali ke tempatmu dan mulailah bekerja kamu akan segera panen undangan" ucap freya dengan tawa disusul kalila yang juga ikut tertawa mendengar ucapan freya


keisha membali ke kubikelnya dan mencoba mengabaikan kabar yang baru saja di dapatnya pagi ini ia kini mulai fokus pada pekerjaannya


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


jam istirahat pun tiba freya, kalila dan rekan kerja mereka sudah bersiap pergi mencari makan


begitupun keisha yang sudah bersiap berdiri mengikuti rekan rekannya namun niat keisha harus tertunda ketika suara managernya yang tiba tiba berdiri di depan ruangannya


"keisha, tolong antarkan laporan ini pada pak presdir" pintah manager keuangan


"ya ampun kenapa tidak diantar sendiri saja sih pak" batin keisha dengan rasa kesal yang sudah mendera


"tolong ya saya sedang ada urusan" ucap pak manager


"iya pak tidak masalah" jawab keisha kesal namun tak berani ia perlihatkan pada atasannya itu


keisha pun menghampiri freya dan kalila yang kini sudah menunggunya


"fre, ka kalian duluan saja ke kantin aku masih ada urusan sedikit" ucap keisha pada kedua rekan kerjanya


"baiklah kalau begitu. mau pesan apa biar nanti aku yang pesankan makanan untukmu" jawab freya


"samain aja sama kamu fre" balas keisha


"baiklah" ucap freya yang sudah kembali melangkah menuju kantin


sementara keisha kini menuju lift yang akan membawanya ke lantai tiga puluh tempat di mana ruangan pimpinanya berada


lift terbuka menandakan keisha sudah sampai dilantai tujuannya ia lalu melangkah menuju ruangan presdir


"selamat siang bu" sapa raka pada keisha karyawan bagian divisi keuangan yang kini berganti status dan menyandang status istri dari pemilik perusahaan artaguna


"selamat siang, apa ada pak presdir saya harus menyerahkan berkas ini" ucap keisha pada raka sekertaris daren calon suami dari sahabatnya


"ada bu silahkan langsung masuk saja" ucap raka


"terimakasih banyak, saya permisi dulu" jawab keisha


keisha pun membuka pintu kayu nan modern bertuliskan "R. presdir" di depan pintu


"selamat si..." ucapan keisha terputus melihat adegan dua sosok yang berbeda jenis kelamin yang saling berpelukan mesra dihadapannya


"ma,,af pak saya mengganggu saya hanya mau mengantar berkas ini" ucap keisha mencoba tak terlihat gugup lalu meletakkan berkas yang ia bawa di meja sofa yang ada diruangan daren lalu segera keluar dari ruangan itu dengan wajah yang sudah memerah


"sadarlah keisha kamu tidak pantas untuk pak presdir" batin keisha ketika dirinya sudah berada di dalam lift

__ADS_1


sementara daren dan melan tak begitu peduli dengan apa yang baru saja terjadi bahkan daren tak berniat menjelaskan apapun pada keisha.


__ADS_2