
Dua minggu setelah keisha dan freya bertemu di taman keduanya pun kembali membuat janji untuk bertemu alasan keduanya ingin bertemu adalah untuk membicarakan bagaimana pertumbuhan calon bayi mereka setelah beberapa minggu ini.
Keduanya membuat janji akan bertemu di kantor pada hari ini tepatnya hari sabtu karena biasanya pada hari sabtu seperti hari ini pekerjaan di kantor cenderung tidak terlalu sibuk para karyawan pun kadang hanya bersantai saja menunggu jam pulang kantor, kebetulan hari ini darren ingin makan siang dengan masakkan sang istri.
Namun kali ini keisha berangkat ke kantor bersama dengan sang buah hati, edward meminta ikut bersama dengan keisha dengan alasan ingin menjaga sang ibu dan juga calon adiknya, memang semenjak ia mengetahui jika sang ibu sedang mengandung calon adiknya dirinya bersemangat untuk menjaganya dengan tak pernah absen mendampingi ibunya kemanapun keisha pergi.
Saat ini keisha tengah menyiapkan makan siang untuk suaminya, sementara edward sedang bersiap siap di kamarnya dirinya mengenakan pakaiannya sendiri tanpa harus menunggu sang ibu memakaikannya, wajah tampan edward memanglah tak bisa di pungkiri bahkan jika dirinya berjalan bersama sang ibu ketika berjalan jalan ke mall banyak gadis remaja yang menyanjungnya dan mengaguminya, namun jangan berharap dirinya akan memberikan senyum atau bahkan membalas sanjungan itu dengan kata terimakasih sebab dirinya memiliki sisi buruk seperti sang ayah yang begitu tak peduli pada orang orang sekitar bahkan terkesan begitu dingin, edward hanya akan memberikan senyumannya pada orang yang di anggapnya keluarga.
Meski memiliki sikap yang dingin dengan orang asing namun dirinya tetap menjadi anak yang memiliki pesona pada siapun yang melihatnya bahkan gadis gadis remaja atau anak sebayanya juga yang melihatnya akan terpesona pada wajah tampannya yang ia dapat dari sang ayah. Keisha sang ibu hanya bisa senyum senyum sendiri dan geleng geleng kepala melihat sikap yang di miliki sang buah hatinya itu, keisha merasa edward adalah gambaran darren versi kecilnya.
Setelah memastikan dirinya sudah siap edward menuruni tangga untuk turun kelantai bawah keisha yang mendengar langkah kaki menuruni tangga pun menebak jika itu adalah sang buah hatinya
“sudah siap?” tanya keisha pada edward ketika sang buah hatinya itu tinggal beberapa langkah lagi akan sampai di lantai satu
“sudah mommy” jawab edward
“baiklah tunggu mommy sebentar, mommy akan naik ke kamar mengambil tas dan handphone” kata keisha lagi lalu segera menaiki tangga menuju kamarnya
Setelah beberapa saat kemudian keisha dan edward sudah siap pergi ke kantor suaminya keisha membawa makan siang untuk darren dan pakaian ganti untuk edward kali ini pak theo yang akan mengantar keduanya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Tiga puluh menit kemudian pak theo pun sudah memarkirkan mobil di depan pintu masuk, keisha dan edward pun keluar dari mobil
Keisha memegang tangan edward lalu berjalan menuju lift yang akan mengantar keduanya ke lantai paling atas dimana ruangan presdir berada.
tak sampai sepuluh menit keduanya sudah sampai di lantai tiga puluh dimana ruangan presdir berada keisha dan edward segera berjalan menuju ruangan
“baru sampai?” ucap sosok yang berada di belakang keisha dan edward
Keisha dan edward membalikkan tubuh mereka ke arah suara yang baru saja bertanya
“daddy” teriak edward lalu menghambur memeluk sang ayah
“iya” jawab keisha
Ketiganya pun masuk kedalam ruangan milik darren
Sementara di kantin seorang anak berwajah cantik dengan lesung pipi tengah asik memakan makanannya, freya dan raka tampak memperhatikan buah hati mereka yang kini sedang menikmati makan siangnya dengan senyum yang tak pernah hilang dari bibirnya
“mommy ayo makan nanti calon adik vania lapar” ucap vania dengan polosnya
Freya hanya tersenyum mendengar ucapan sang buah hati namun tetap memilih mendengarkan ucapannya
__ADS_1
Hari ini vania merengek ingin ikut bersama sang ibu meskipun sudah di tolak sang nenek ibu dari freya dengan alasan vania akan menganggu pekerjaan sang ibu, namun vania memiliki alasan ingin menjaga calon adiknya hingga membuat sang nenek terharu dan mengizinkan vania ikut dengan sang ibu, freya pun tidak keberatan karena di kantor tempatnya bekerja di sediakan taman bermain untuk anak anak yang memang di siapkan untuk para karyawan yang memiliki anak yang tak bisa di tinggal di rumah
Setelah makan siang selesai raka pun memilih segera ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya sementara freya mengajak vania menuju taman dimana ia dan keisha akan bertemu
“hay fre?” ucap keisha
“hallo kei, ayo kesini” panggil freya
Karena tidak hati hati dan tak melihat edward yang ada di belakangnya vania tak sengaja menumpahkan minumannya ke pakaian edward hal itu tentu membuat edward marah dan menyalahkan vania hingga membuat vania menangis
Freya dan keisha yang melihat itu pun menenangkan anak masing masing agar tidak bertengkar lagi, pasalnya pertemuan pertama mereka di mulai dengan bertengkar kali ini pun pada pertemuan kedua mereka hal yang sama pun terjadi.
"vania, ayo minta maaf pada edward" pintah freya
"tapi vania tidak sengaja mommy" jawab vania masih dengan menangis
"sudahlah fre, edward tidak apa apa, aku akan pergi menganti pakaiannya lalu kembali ke sini" kata vani sebelum meninggalkan sahabatnya
wajah Edward sudah tak bisa lagi di lukiskan dengan kata kata, ia tampak marah dan dingin membuat freya meyakini sifat itu turun dari sang ayah
"mommy marah sama vania?" tanya vania pada sang ibu
__ADS_1
"vania dengar mommy, sebesar apapun kesalahan vania mommy akan selalu memaafkannya" ucap freya pada anaknya itu
vania pun memeluk sang ibu dengan air mata yang masih menetes di pipinya