My Presdir My Husband

My Presdir My Husband
Empat mata


__ADS_3

keisha baru saja sampai diruangannya belum terlihat ada siapa pun disana menandakan keisha lah karyawan pertama yang ada disana


keisha segera berjalan menuju kubikelnya hatinya masih dipenuhi dengan rasa kecewa pada daren bukan kali pertama ia merasakan hal yang sama sudah hampir dua bulan ia dibuat seperti ini dan hari ini benar benar puncaknya


istri mana yang bisa terima jika suaminya memberi izin pada wanita lain untuk datang ke rumah padahal jelas jelas istrinya ada di dalam rumah


keisha menarik napas membuangnya asal berkali kali ia melakukan hal yang sama hanya untuk melepas beban yang sudah tak bisa ia tahan lagi helaan napas panjang ia hembuskan seiring dengan suara derap langkah yang berjalan menuju kearahnya


"keisha sepertinya kita perlu berbicara" ucap daren yang baru saja sampai didepan kubikel keisha


"boleh, ada yang ingin saya bicarakan juga dengan bapak" jawab keisha sudah dengan posisi berdiri


"ikut saya" ucap daren lagi yang sudah berbalik keisha pun sudah mengekor dibelakang presdir yang statusnya suaminya


daren dan keisha tiba diruangan presdir sebelum masuk kedalam ruangan daren berpesan pada raka sekretarisnya agar tidak memperbolehkan siapapun masuk kedalam ruangannya


keduanya pun masuk kedalam ruangan


"silahkan duduk" ucap daren pada istrinya


"tidak perlu pak saya berdiri saja" jawab keisha yang tetap berdiri


"baiklah keisha saya akan mulai saja kamu tentu sudah tahu siapa melan" ucap daren


"tahu lah mantan kekasihmu yang kini kembali merajut cinta lagi denganmu perempuan tidak tahu malu yang berani mengejar pria yang sudah berstatus suami orang" batin keisha mana berani ia mengutarakan kalimat itu


"lalu?" tanya keisha menanggapi ucapan suaminya


"bersikaplah sewajarnya padanya" kata daren santai entah sadar atau tidak ucapannya sudah menyakiti hati keisha


tampak mata keisha memerah menahan marah yang datang tanpa diminta ia benar benar tidak habis pikir pria yang dihadapannya segerang berani mengatakan hal itu padanya


"baiklah saya minta maaf jika sikap saya tadi pagi itu salah, tapi bisakah bapak memberitahunya agar tak perlu ke rumah untuk menemuimu" entah keberanian dari mana keisha berani mengatakan hal itu pada daren

__ADS_1


"kenapa? itu rumahku jika kamu lupa" ucap daren membuat keisha sudah kehabisan kesabaran menghadapi suaminya itu


"baiklah kalau begitu, saya minta maaf telah berani mengatakan hal itu" keisha berucap dengan mata yang sudah berkaca kaca


"oh iya pak, saya mau mengajukan cuti untuk beberapa bulan ke depan" ucap keisha tiba tiba


daren yang mendengar itu kembali bertanya


"kenapa"


"saya hanya ingin beristirahat sejenak pak" jawab keisha singkat


"tapi saya tidak bisa menjanjikan posisi yang kamu tinggalkan apakah masih akan ada ataukah sudah terisi oleh orang lain" jawab daren


keisha hanya mengangguk tanda ia tidak keberatan akan ucapan suaminya itu lalu meminta undur diri untuk kembali keruangannya


keisha berbalik kearah pintu meninggalkan daren yang sudah bersiap untuk bekerja


keisha berjalan menuju ruangannya dengan luka yang menyatu dengan rasa kecewa yang berlipat lipat daren benar benar tak memikirkan bagaimana perasaan keisha


siapa lagi jika bukan melan wanita yang berani masuk kedalam rumah tangganya bersama daren menjadi orang ketiga perusak hubungannya dengan suaminya


tanpa mempedulikan melan yang menatapnya sinis keisha melangkah menuju lift yang akan membawanya keruangan dimana harusnya ia berada


keisha menarik napas ketika dirinya baru saja keluar dari lift dan kini dirinya melangkah menuju ruangannya


"kei dari mana?" tanya kalila yang sudah berada di kubikelnya


"dari toilet ka" bohong keisha


"oh" kalila hanya beroh menanggapi ucapan keisha


tak berselang lama freya menyapa rekan rekannya

__ADS_1


hari ini keisha melewati harinya dengan rasa sesak dalam hatinya pria yang menikahinya tiga bulan yang lalu ternyata bukanlah pria yang baik, bahkan demi kekasihnya ia mengabaikan istrinya sendiri


keisha merapikan mejanya ketika jam pulang kantor telah tiba, ia berpamitan pada sahabatnya sebelum meninggalkan ruangan kerjanya lalu segera berjalan menuju lift untuk membawanya kelantai 1


sesampainya dilantai 1 dirinya langsung menuju parkiran dimana pak theo sudah berdiri disamping mobil bersiap membukakan pintu untuk keisha


"selamat sore nyonya muda" sapa pak theo


"selamat sore pak" jawab keisha singkat


"silahkan nyonya" pak theo segera membukakan pintu mobil untuk nyonya mudanya itu keisha pun segera masuk kedalam mobil tanpa banyak berbicara


sepanjang perjalanan pulang keisha terus merenung bagaimana pernikahannya dengan daren apakah bisa bertahan ataukah harus berakhir diusia pernikahannya yang masih seumur jagung


keisha menarik napas lalu menghembuskannya dengan asal ia benar benar dilanda rasa galau ia takut jika dirinya bisa mencelakai calon bayinya karena terlalu stress


🌷🌷🌷


setelah tiga puluh menit keisha sudah sampai di mension, terlihat mobil daren sudah berada di parkiran membuat keisha menghela napasnya lagi


keisha memilih masuk kedalam rumah melangkahkan kakinya dengan sedikit terburu buru ia hanya ingin segera sampai di kamarnya


namun kali ini matanya harus kembali menatap betapa mesranya dua insan yang kini sedang duduk diruangan utama membuat keisha harus merasakan perih lagi belum sembuh luka yang digoreskan daren di kantor tadi kini dirinya harus kembali tersayat oleh perlakuan daren yang begitu berbeda pada melan


keisha kembali berjalan melewati ruang utama dan terus berjalan menuju ruangan tengah dirinya menaiki tangga satu demi satu air matanya sudah tak bisa dibendung lagi siap meneteskan air mata kesedihannya


"lebih baik aku pulang kerumahku dari pada harus tinggal di istana ini namun hatiku selalu terluka"batin keisha


😭


😭


😭

__ADS_1


😭


__ADS_2