
"bahagia itu sederhana, yaitu ketika kita menjadi alasan orang lain tersenyum"
mungkin kata bijak itulah yang saat ini layak disematkan pada sosok keisha pasalnya semenjak kehadiran dirinya chalinda selalu tersenyum bahkan ibu mertuanya itu tak pernah melepas genggaman tangannya
seperti saat ini ketika chalinda akan turun dari mobil dirinya setia mengandeng tangan keisha untuk menjadi tumpuannya mengingat dirinya belum pulih benar
bi olif dan bi ana sudah berdiri dengan setia di depan mension siap membawa barang barang chalinda dan juga keisha
sementara di ruang tengah bibi ariani sedang menyuapi cucunya dengan di iringi tawa dirinya merasa lucu melihat edward yang asik bermain sambil mengunyah makanan
"loh ini siapa?" tanya chalinda menghampiri bibi ariani dan juga edward
sejenak chalinda menatap edward lalu menatap darren yang berada di belakangnya seolah menimbang nimbang wajah keduanya
bibi ariani yang melihat chalinda pun berdiri dan menyapa
"hallo ibu perkenalkan saya ariani bibi keisha" ucap bibi ariani
"saya chalinda ibu dari darren mama mantu dari keisha" jawab chalinda menyambut tangan bibi ariani
"lalu ini siapa?" tanya chalinda yang sudah di landa penasaran tingkat tinggi
"soal itu biar nanti keisha yang menjelaskannya saya tidak punya hak menjelaskan apapun tentang anak ini" jelas bibi ariani yang tidak mau terlalu ikut campur
"kita ke kamar dulu mom" ucap darren yang kini berjalan menghampiri sang ibu dirinya belum siap mendengar penjelasan keisha tentang siapa ayah dari anak yang kini menatapnya
"tapi mommy mau mendengarkan penjelasan keisha saat ini juga" tolak chalinda lalu menatap keisha meminta penjelasan
"darren mau ke kamar dulu" ucap darren yang tak ingin mendengar penjelasan keisha dirinya terlalu takut dengan rasa kecewa yang mungkin saja ia dapatkan
__ADS_1
"kita duduk dulu ya mommy" ajak keisha lalu mengandeng tangan chalinda untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu
keisha mengambil posisi duduk di samping sang ibu merdua namun tak melepaskan genggaman tangannya
"pertama keisha meminta maaf pada mommy karena tak pernah memberitahukan keadaan keisha dan darren yang saat itu sedang tidak baik" ucap keisha membuat chalinda yang mendengar menjadi takut akan kenyataan pahit yang mungkin akan diberitahu keisha
keisha bercerita sambil membayangkan bagai mana dirinya bisa keluar dari mension kediaman keluarga artaguna
"mau kemana pake bawa bawa koper" tanya daren sambil berjalan menghampiri keisha
"daren lebih baik kita sendiri saja dulu, kamu bebas dengan siapa pun dan aku akan mencoba hidup dengan tenang" jawab keisha membuat daren menatapnya tanpa berkedip
"aku tak pernah menyuruhmu pergi keisha tapi jika itu keinginanmu aku tidak akan menahan" giliran daren yang menjawab dengan suara sedikit meninggi membuat artnya yang berada di dapur terdiam padahal sebelumnya mereka sedang asik bercerita
"ya kamu memang tak pernah memintaku pergi secara langsung namun kamu secara tidak langsung mengusirku dengan kehadiran perempuan itu" ucap keisha dengan menahan emosinya
"sudahlah mari hidup sendiri sendiri, kamu dengan caramu dan aku dengan caraku" keisha berucap lagi sebelum menarik kembali kopernya
keisha membayangkan kembali percakapan terakhirnya bersama darren dirinya menarik napas sebelum melanjutkan ceritanya
"saat itu keisha sedang mengandung namun keisha sudah tak tahan lagi dengan sikap darren yang masih suka jalan dengan para mantannya" mata keisha mulai berkaca-kaca chalinda yang sedari tadi memperhatikan keisha mengelus tangan menantunya
"keisha memilih pergi ke riau mencoba menenangkan diri dan bertekat merawat anak keisha" ucap keisha lagi
"jadi anak itu" ucap chalinda sambil menunjuk pada sosok yang kini telah selesai dengan sarapannya
keisha mengangguk
"ya dia edward cucu mommy" jelas keisha
__ADS_1
chalinda bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan dan memeluk sang cucu dengan air mata yang sudah tak bisa di bendung lagi
kini beralih pada darren yang menatap tak suka pada keisha dirinya yang ingin mengambil minum tak sengaja mendengar penjelasan keisha ketika dirinya akan sampai di lantai bawa
keisha yang mendapat tatapan itu meyakini jika saat ini suaminya itu sedang marah padanya niat darren yang ingin mengambil minuman hilang begitu saja mengetahui kenyataan itu
darren berputar kembali menaiki tangga menuju kamarnya keisha yang melihat itu pun lalu menghampiri ibu mertuanya yang sedang mengendong edward
"mom keisha titip edward ya" ucap keisha yang hanya di angguki kepala oleh chalinda
keisha berjalan menaiki tangga menuju kamar darren sesampainya di depan kamar sang suami dirinya mengetuk pintu namun tak ada jawaban
dengan mengumpulkan keberanian yang entah datang dari mana keisha pun membuka pintu kamar darren dengan pelan dengan sedikit terkejut karena tarikan tangan sang suami yang menariknya masuk ke dalam dan mengurungnya di balik pintu
"berani beraninya kamu menyembunyikannya keisha" bentak darren
bukannya takut keisha malah tersenyum mendengar ucapan darren membuat daren semakin geram
"lalu bagaimana dengan para mantanmu jika aku memberitahukan semuanya padamu bukankah mereka akan kehilanganmu?" ucap keisha
"jangan jadikan mereka sebagai alasan atas apa yang terjadi kamu tetaplah istri yang tega memisahkan anak dari ayahnya" ucapan daren yang lagi lagi membuat keisha tersenyum
"jangan lupa alasanku pergi dari sini adalah karena kamu tidak bisa menentukan sikap kamu harusnya sadar kamu sudah menikah namun kamu masih suka bermain dengan para mantanmu" kini keisha yang berbicara dengan suara meninggi
darren yang sejak tadi menahan diri agar tidak terpancing emosi rupanya tak bisa lagi menahan dirinya
darren menatap sang istri detik selanjutnya ia menempelkan bibirnya di bibir sang istri hanya lima detik detik selanjutnya darren menarik diri dari sang istri
"bicara sama kamu tidak akan ada habisnya" ucap darren santai lalu berjalan menuju ranjangnya
__ADS_1
keisha jadi kesal sendiri melihat tingkah sang suami lalu dirinya memilih keluar dari kamar darren.
bersambung