
sinar mentari kini beranjak hampir diatas kepala namun entah mengapa seketika itu langit tampak berubah menjadi gelap awan yang awalnya cerah berubah menjadi kelabu pelan tapi pasti tetes demi tetes air hujan jatuh membasahi bumi
chalinda berlari menuju mobilnya diseberang jalan sedangkan pak theo baru saja akan keluar dari mobil dengan payung yang sudah siap ditangannya namun niat itu ia urungkan ketika sang nyonya besar berlari lebih dulu ke arah mobil
"pak kita ke pemakaman tempat yang biasa saya kunjungi" kata chalinda sambil menepuk nepuk bajunya yang basah
"baik nyonya besar" ucap pak theo
hujan bukannya mereda malah semakin deras membuat jalan yang dilalui pak theo dan juga chalinda tak mengalami kemacetan seperti hari hari biasanya chalinda biasanya akan mengunjungi makam andara dan juga edrea ketika dirinya kembali ke indonesia itu sudah dilakukannya hampir lima tahun terakhir ini
kini setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit pak theo membawa mobil menuju tempat parkir yang disediakan disana pak theo pun segera turun membukakan pintu mobil untuk nyonya besarnya itu
"mari nyonya biar saya antar" ucap pak theo sambil berjalan memberi payung agar nyonya besar tidak terkena hujan yang kian lebat
chalinda berjalan melewati makam makam yang berada disana hingga berhenti tepat di depan dua makam yang saling bersebelahan
pak theo ikut berhenti memperhatikan kedua makam itu rasanya dirinya tak asing dengan kedua makam yang kini berada di hadapannya seingatnya dirinya pernah berkunjung di makam itu dirinya menahan diri untuk tidak bicara pada nyonyanya itu sebab terlihat chalinda sedang melipat kedua tangannya dan menutup mata dapat pak theo tebak jika istri dari bossnya itu sedang berdoa
setelah selesai dengan ritualnya chalinda berdiri dan segera beranjak dari sana mengingat bahwa kini hujan semakin deras dengan suara petir yang saling bersautan
pak theo dan chalinda berjalan sedikit berlari agar cepat sampai di mobil segera sesampainya di mobil pak theo segera membukakan pintu mobil dan chalinda pun segera masuk ke dalam
pak theo pun segera menghidupkan mobilnya dan meninggalkan area pemakaman
"maaf nyonya besar apa saya boleh bertanya?" ucap pak theo
"boleh pak silahkan" chalinda mempersilahkan supirnya itu untuk bertanya
"apa makam yang sering nyonya kunjungi adalah makam yang tadi?" tanya pqk theo yang penasaran sebab selama ini baru kali ini ia ikut berkunjung ke makam yang biasa nyonya besarnya itu kunjungi biasanya pak theo hanya akan menunggu di dalam mobil sampai nyonyanya itu kembali
__ADS_1
"iya, memang ada apa ?" kini giliran chalinda yang bertanya
"apakah itu makam tuan andara dan nyonya edrea ayah dan ibu kandung nyonya muda?" kini pak theo menjawab pertanyaan nyonyanya dengan kembali bertanya
"maksud pak theo?" chalinda yang mulai tertarik dengan percakapannya dengan supirnya itu menanyakan apa maksud dari pertanyaannya
"maaf nyonya besar saya bukannya penasaran hanya saja saya pernah sekali mengantar nyonya muda ke makam orang tuanya makam itu letaknya sama percis dengan yang baru saja nyonya kunjungi saya masih ingat nama orang tuanya tuan andara aditya dan nyonya edrea divya nyonya muda mengatakan jika kedua orangtuanya meninggal karena kecelakaan" jelas pak theo
tentu saja penjelasan pak theo membuat chalinda di rundung rasa penasaran yang begitu menggebu rasanya saat ini ia ingin meminta penjelasan pada menantunya apa yang baru saja di ucapkan supirnya itu
"pak bisa lebih cepat sedikit?" pintah chalinda dirinya benar-benar sudah tidak bisa bersabar lagi pasalnya sudah begitu lama dirinya mencari anak dari sabatnya itu dan kini ucapan pak theo memberinya setitik harapan untuk dapat bertemu dengan anak dari edrea sahabatnya
"baik nyonya besar" jawab pak theo
hujan yang tak juga meredah membuat jalanan sepi hanya ada beberapa mobil yang melintas menjadi hal yang baik untuk pak theo membawa mobil dengan sedikit melaju
sesampainya di mension chalinda turun dari mobil setelah pqk theo membawa mobil masuk kedalam halaman mension dan berhenti tepat di depan pintu utama
"ada apa nyonya besar" bi ana yang kebetulan akan merapikan ruangan utama melihat nyonya besarnya berjalan sedikit terburu buru
"apa daren ada dikamarnya?" tanya chalinda pada artnya itu
"tuan muda masih di kantor nyonya" jawab bi ana
chalinda semakin tidak tenang dirinya ingin sekali bertemu dengan keisha untuk mendengar jawabannya atas pertanyaan yang sejak tadi mengganggunya
🌷🌷🌷
ditempat berbeda seorang anak kecil berusia sekitar dua tahun sedang asik bermain
__ADS_1
"ne..e lapal" ocehan anak kecil itu yang belum lancar bercerita
"ooh cucu nenek lapar ya?" bibi ariani yang paham akan ucapan sang cucu pun segera menggendong edwar untuk mengambilkan makanan di dapur
bibi ariani memang sudah menganggap Edward sebagai cucunya itu sebabnya dirinya senang ketika keisha meninggalkan Edward di rumah ketika dirinya bekerja bibi ariani tak akan memperbolehkan Edward ikut dengan keisha meski keisha ingin agar anaknya ia bawa ke tempat kerja
bibi ariani akan membuat seratus alasan agar Edward tidak ikut bibi ariani akan mengatakan jika keisha akan kesusahan bekerja jika dirinya membawa cucunya itu atau bibi ariani akan mengatakan jika dirinya akan kesepian jika di tinggal sendiri dan masih banyak lagi alasan yang akan ia ucapkan pada keisha jika anaknya itu memaksa membawa Edward
keberadaan keisha dan Edward kini membawa kebahagiaan dalam hidup bibi ariani sebab dirinya tak pernah lagi merasa kesepian sejak keisha tinggal di rumahnya
"enyang...." ucapan edward ketika bibi ariani mencoba menyuapinya lagi
bibi ariani pun menyudahinya kemudian membawa Edward keruangan tengah dimana permainannya berhamburan disana
........
tak terasa senja kini sudah menampakkan keindahannya keisha berada dalam sebuah mobil taxi dirinya sudah dalam perjalanan pulang dirinya memang sering menggunakan taxi untuk transportasi menuju ke kantor atau sebaliknya
bukan dirinya tak punya teman yang mau menjemputnya atau mengantarkan dirinya pulang namun keishalah yang menolak tawaran tawaran dari mereka keisha kadang harus menyiapkan berbagai alasan untuk menolak secara halus niat baik rekan kerjanya
seperti tadi saat leo rekan kerjanya mengajaknya pulang bersama, keisha pun dengan cepat menolak dan memberinya alasan jika dirinya akan ke supermarket untuk membeli sesuatu tentu saja itu hanya bentuk penolakannya dirinya belum siap membuka hati untuk orang lain selain itu alasannya menolak setiap ajakan dari teman prianya adalah karena ia masih sah sebagai istri daren.
🙏
🙏
🙏
hay.... reader apa kabar kalian ?? jangan lupa jaga kesehatan kalian 🙏🙏
__ADS_1
jangan bosan bosan membaca ceritaku yaa🙂🙂