
kediaman artaguna kini dirundung kesepian dimana chalinda baru saja meninggalkan mension untuk kembali ke jerman setelah kurang lebih hampir tiga minggu berada di Indonesia
sementara bibi ariani sudah tidak tinggal di mension kediaman keluarga artaguna dirinya memilih tinggal sendiri di rumah milik keisha peninggalan kedua orang tuanya bibi ariani merasa lebih baik tinggal disana ketimbang harus tinggal di mension
kini tinggal darren, keisha dan edward sebagai pemilik mension dan tentu saja para asisten rumah tangga kepercayaan keluarga artaguna yang ditinggal disana
keisha merasa begitu kesepian disana tidak ada lagi ibu mertuanya yang mengajaknya mengobrol bercanda berbicara segala sesuatu begitupun dengan bibi ariani yang tak lagi bisa ia ajak berbicara berdua mengobati kesepiannya dikala sedang sendiri seperti ini
edward sudah tidur sejak tiga puluh menit yang lalu itu berarti edward akan terbangun tiga jam lagi, keisha benar benar dilanda rasa bosan tidak ada yang bisa ia lakukan selain membaca majalah atau menonton film membuang rasa jenuhnya
keisha pun berinisiatif ke kantor darren bukan untuk bertemu sang suami melainkan bertemu freya sahabat yang sudah lama tak ditemuinya pertemuan sebelum dirinya ke riau menjadi pertemuannya yang terakhir dan kini mereka akan segera bertemu keisha sudah bisa membayangkan bagaimana senangnya sahabatnya itu
"bibi olif tolong siapkan makan siang untuk darren biar saya antarkan ke kantor" ucap keisha menghampiri bi olif yang sedang di dapur
"baik nyonya muda" jawab bi olif
"oh ya bi, bi ana dimana ya?" tanya keisha
"mungkin ada di taman belakang, mau saya panggilkan nyonya?" bi olif berucap
"tidak usah biar saya saja yang memanggil, bibi disini saja" keisha pun berlalu dari sana dan menuju taman belakang menemui bi ana
"bi ana,, bi" panggil keisha ketika sudah sampai di taman belakang
"iya nyonya muda, ada apa" jawab bi ana menghampiri keisha
"begini bi ana, saya akan pergi ke kantor bisakah bi ana menjaga edward saya tidak bisa membawanya dia sedang tidur" jalas keisha pada bi ana
"oh bisa nyonya muda saya akan menjaga den edward selama nyonya muda pergi" ucap bi ana patuh
"terimakasih banyak bi ana" keisha berterimakasih sebelum meninggalkan bi ana yang kembali memotong rumput di taman belakang
sementara di kantor darren benar benar di sibukkan dengan pekerjaan kantor yang sudah menumpuk meminta di selesaikan sepertinya dirinya harus lembur malam ini melihat berkas berkas yang sudah tersusun rapi diatas mejanya cukup banyak
"permisi pak ini jadwal kegiatan pak presdir hari ini" ucap raka yang sudah berdiri dihadapan darren
"kamu bisakan mewakilkan saya jika ada rapat hari ini saya sibuk" jawab darren tanpa melihat raka yang berada dihadapannya
"baik pak, saya permisi" ucap raka sebelum meninggalkan bossnya itu
__ADS_1
darren kembali melanjutkan pekerjaannya memeriksa berkas satu demi satu dan menandatanganinya jika dirasa setiap berkas sudah benar hingga tak terasa jam istirahat pun tiba namun bukan darren jika dirinya harus mengabaikan pekerjaannya demi untuk makan siang
selain dikenal dengan sikapnya yang dingin darren di kenal sebagai presdir yang gila akan pekerjaan tidak ada istilah makan siang jika pekerjaannya belum selesai membuatnya tak berniat menghabiskan waktu istirahat untuk pergi ke kantin
sementara keisha baru saja sampai di kantor sang suami dirinya berjalan menaiki tangga untuk karyawan ia menekan angka 15 dimana ruangannya dulu berada dirinya memilih bertemu dengan sahabatnya lebih dulu sebelum keruangan suaminya
sampai dilantai 15 keisha bergegas menuju ruangan divisi keuangan ia begitu berharap freya masih di sana dan belum pergi ke kantin
"ayo freya nanti keburu habis waktu istirahatnya" ucap kalila pada freya yang sedikit lambat berjalan
"hallooo semuanya" teriak keisha ketika sudah sampai di depan ruangan divisi keuangan
freya dan kalila yang melihat kedatangan keisha berlari menghambur ke pelukan keisha dengan senang ketiganya bahkan tak berhenti melepas pelukan meski ada beberapa orang yang berlalu lalang disana
"kamu tuh ya datang ke kantor bukannya hubungi kita malah datang diam diam" ucap freya berpura pura marah
"maaf aku sengaja buat kasi suprise buat kalian" jawab keisha dengan senyum
sementara ketiganya mengontrol diruangan divisi keuangan diruangan darren baru saja kedatangan tamu yang membuat darren tak lagi mood mengerjakan pekerjaannya
siapa lagi kalau bukan mantan kekasihnya clara yang kali ini datang tanpa di minta membuat darren harus berpikir bagaimana caranya mengusirnya tanpa harus berdebat lebih dulu
"sayang, kamu jangan marah aku bisa jelaskan semuanya, apa yang kamu lihat tidak sesuai dengan kenyataan" jawab clara dengan sikap manjanya
"lalu apa kenyataannya kamu selingkuh dengan laki laki lain ataukah aku yang jadi orang ketiga di antara hubungan kalian?" kini dengan suara yang meninggi darren berucap pada clara membuat clara sedikit tersentak karena terkejut
"mulai sekarang jangan datang lagi menemuiku kamu hanya wanita yang tidak tahu malu yang mencoba mendekati pria yang mapan untuk memenuhi kebutuhan hidupmu" ucap darren mengusir clara dari ruangannya
clara baru akan melangkah keluar ketika pintu ruangan terbuka menampilkan sosok keisha disana namun clara sudah lebih dulu dirundung rasa takut oleh bentakan darren sehingga dirinya langsung berlalu dari sana tanpa menunggu keisha masuk
keisha tentu saja tahu siapa wanita yang baru saja keluar dari ruangan itu clara mantan kekasih sang suami wanita yang pernah mengisi hari hari hidup seorang darren
"ini makan siang mu, makanlah" ucap keisha menaruh tempat bekal dimeja diruangan itu
"duduklah" ucap darren tanpa melihat kearah istrinya itu
"aku mau langsung pulang" kata keisha lalu membalik tubuhnya belum sampai di depan pintu terdengar bunyi pintu terkunci
pelakunya tentu saja pemilik ruangan, darren mengunci ruangannya dengan remote control miliknya membuat keisha kembali menatap sang suami
__ADS_1
"duduklah" ulang darren
"aku mau pulang" jawab keisha
darren berjalan menuju sofa dimana bekalnya berada, membukannya lalu mulai memakan makanan yang dibawa keisha
dua puluh menit berlalu dan keisha masih saja tidak mau duduk dan darren sudah selesai makan
"mau sampai kapan kamu berdiri?" tanya darren yang kini berjalan kearah istrinya
" buka pintunya aku mau pulang" jawab keisha dengan mata yang sudah memerah sepertinya keisha sedang dalam mood yang tidak baik
"kalau aku tidak mau, bagaimana?" darren bertanya seolah mengoda keisha
"berhenti bermain main darren, aku mau pulang " keisha berucap dengan nada sedikit meninggi
"kamu kenapa? marah karena clara datang ke kantor?" tanya darren yang mulai terpancing emosi
"aku tidak punya hak marah padanya toh aku yang jadi penghalang disini" ucap keisha yang sudah tidak bisa menahan emosinya karena darren yang masih memiliki hubungan dengan wanita lain
"jangan menarik kesimpulan atas apa yang baru kamu lihat semua terkadang terlihat nyata namun kenyataannya tidak seperti itu" ucap darren mencoba tenang
keisha tersenyum mengejek
"lalu kenyataannya seperti apa?" tanya keisha dengan mata yang sudah berkaca-kaca
darren mencoba mendekati keisha namun keisha berjalan mundur hingga tubunya tersandar di dinding membuatnya tak bisa lagi mundur membuat jarak antara dirinya dan darren kurang dari lima sentimeter
darren menatap sang istri dengan tatapan tajam detik selanjutnya darren mengurung keisha, keisha mencoba mendorong tubuh suaminya agar menjauh namun tak berhasil darren menarik tubuh keisha kedalam pelukannya membenamkan wajah sang istri di dadanya
"moodmu selalu tidak baik jika bertemu denganku" ucap darren sambil membelai rambut keisha
"itu karena kamu" jawab keisha mencoba melepas pelukan darren
darren melepas pelukan itu namun detik selanjutnya dirinya mencium pipi keisha membuat keisha kaget dan membuat wajahnya memerah menahan malu
"sudah jangan marah aku tidak punya hubungan apapun dengannya" jelas darren mengetahui perubahan sikap keisha adalah karena kedatangan clara
bersambung......
__ADS_1