
dua bulan berlalu Mario dan chalinda sudah kembali ke jerman setelah sebulan berada di Indonesia keduanya memutuskan kembali ke negara bagian eropa itu karena alasan pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan terlalu lama
chalinda dan mario sempat ingin membawa cucu mereka untuk ikut dengan mereka, namun sayang rencana itu di tolak keisha karena alasan ia tidak bisa jauh dari buah hatinya itu, chalinda pun mengerti akan perasaan keisha dan tentu saja dirinya tak ingin memaksakan kehendak mereka mengingat edward masih kecil dan masih butuh perhatian kedua orang tuanya
keisha tidak bisa menahan rindunya jika edward ikut bersama dengan opa dan omanya hanya tak bertemu sehari saja rasanya hati keisha sakit apalagi jika harus berpisah lama perasaan seorang ibu tidak akan bisa berbohong, namun meski keisha tak mengizinkan edward pergi saat ini dirinya berjanji akan melepas edward pergi kemanapun ia mau jika dirinya sudah dewasa kelak.
dan disinilah keisha di kamarnya bersama dengan darren, hubungan mereka pun kian membaik semenjak dua bulan ini kedatangan mario dan chalinda memang membawa keberuntungan sendiri bagi darren untuk memperbaiki hubungannya dengan sang istri alhasil dirinya berhasil memperbaiki hubungannya dengan keisha
"sayang ada apa?, kamu sakit?" tanya darren ketika melihat sang istri tak juga bangun dari tempat tidurnya
"tidak" jawab keisha sambil menggelengkan kepalanya
"tapi wajah kamu pucat"
"kita kedokter sekarang ya" kata darren lagi
"aku tidak apa-apa mungkin kurang tidur saja" ucap keisha
ke khawatiran darren semakin menjadi ketika keisha berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya
darren ikut menyusul sang istri dan mengelus belakang keisha
"kita ke dokter sekarang ya" pelan pelan darren berucap
keisha hanya menganggukkan kepalanya
keduanya pun bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit
darren meminta agar bi olif dan pak theo mengantarkan edward kesekolahnya sementara dirinya dan juga keisha akan pergi dengan mobil yang lainnya
__ADS_1
se sampainya mereka di rumah sakit seorang suster segera menyambut mereka dan menanyakan keluhan keisha
"tunggu sebentar pak, bu sebentar lagi dokter citra akan segera tiba" ucap suster berseragam putih itu dengan sopan
dering ponsel darren berbunyi, ia segera menggangkat panggilan itu yang ternyata dari sekretarisnya
"...."
"selamat pagi, ada apa raka?" tanya darren
"...."
"aku sedang di rumah sakit, tolong cancel semua meeting hari ini"
"...."
"..."
"terimakasih raka"
panggilan telpon dari raka pun berakhir
tak berselang lama seorang wanita berparas cantik dengan pakaian serba putih tiba di ruangan tepat dimana darren dan juga keisha sedang duduk menanti
"pak, bu silahkan masuk dokter citra sudah tiba"
"terimakasih banyak" ucap keisha
"permisi dok,"
__ADS_1
"silahkan masuk, silahkan duduk ada yang bisa saya bantu"
"saya ingin dokter memeriksa keadaan istri saya"
"oh iya atas nama Tn dan Ny siapa?"
"Darren dan ini keisha istri saya"
"biar saya periksa dulu, silahkan berbaring Ny keisha"
setelah meletakkan stetoskopnya dibagian perut keisha dokter citra pun tersenyum,
"maaf Ny keisha apa ibu sering merasa mual belakangan ini atau merasa sedikit pusing?"
"iya dok saya sering merasa pusing dan juga mual belakangan ini"
"begini Ny keisha dan Tn darren menurut pemeriksaan saya Ny keisha sedang mengandung, namun usia kandunganya baru sekitar dua bulan dan rasa mual dan pusing yang Ny keisha rasakan adalah hal yang wajar bagi seorang ibu hamil, saya akan meresepkan obat untuk mengurangi rasa mual ibu dan vitamin penguat kandungan"
penjelasan sang dokter membuat jantung keisha berdetak kencang seakan baru berlari dari serangan hewan buas tak percaya jika di dalam perutnya kini ada nyawa lain yang sedang berjuang untuk hidup berbeda dengan darren yang begitu bahagia hingga matanya berkaca-kaca mendengar ucapan sang dokter
"terimakasih banyak dok, saya begitu bahagia mendengar kabar bahagia ini" ucap darren lalu memeluk keisha dan mencium kening sang istri
🙂
🙂
🙂
selamat untuk edward atas tercapainya keinginanmu
__ADS_1